Peran Iran di Transformasi Regional
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i35088-peran_iran_di_transformasi_regional
Republik Islam Iran tahun lalu (1395 HS) seraya menekankan dukungan terhadap hak-hak bangsa tertindas Palestina sebagai prioritas pertama dunia Islam menggelar konferensi internasional mendukung intifada bangsa Palestina ke enam di Tehran dengan mengundang lebih dari 80 delegasi dan 700 tamu asing.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 27, 2017 03:58 Asia/Jakarta

Republik Islam Iran tahun lalu (1395 HS) seraya menekankan dukungan terhadap hak-hak bangsa tertindas Palestina sebagai prioritas pertama dunia Islam menggelar konferensi internasional mendukung intifada bangsa Palestina ke enam di Tehran dengan mengundang lebih dari 80 delegasi dan 700 tamu asing.

Republik Islam Iran meyakini bahwa perdamaian yang adil dan menyeluruh di Timur Tengah merupakan bagian dari solusi mengakhiri pendudukan di bumi Palestina dan memulihkan hak penuh bangsa ini termasuk menentukan nasib, memulangkan seluruh pengungsi ke tanah air mereka dan membentujk pemerintahan bersatu Palstina dengan ibukota al-Quds dengan menggelar referendum yang melibatkan seluruh etnis dan penghuni asli bumi ini baik itu, Muslim, Kristen dan Yahudi.

 

Bangsa Palestina selama bertahun-tahun melakukan perjuangan yang sangat sulit dan gigih melawan berbagai kendala guna membela hak-hak mereka. Intifada tinggal satu-satunya solusi bagi mereka. Nasib bangsa Palestina dewasa ini sejatinya refleksi dari kezaliman dan pengabaian hak-hak internasional serta kemandulan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait nasib bangsa tertindas.

 

Bangsa Palestina melalui resistensi dan tekad bajanya berhasil merusak prediski dan konstelasi Israel untuk mencaplok bumi Palestina. Rakyat Palestina menunjukkan bahwa mereka tidak akan melupakan hak mereka terkait negara dan kesuciannya, karena hak ini tidak dapat di perjualbelikan atau diabaikan.

 

Seperti yang diingatkan oleh Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di konferensi ini bahwa berlanjutnya krisis di kawasan akan memudarkan dukungan terhadap isu Palestina dan cita-cita membebaskan al-Quds. Beliau mengingatkan, mereka yang menciptakan rezim Zionis Israel di kawasan dengan harapan mencegah stabiiltas serta kemajuan kawasan dengan memaksakan konflik berkepanjangan, kini mereka juga tengah berada di fase pasca fitnah.

 

Rahbar mengingatkan, salah satu prestasi konferensi mendukung intifada adalah menggulirkan prioritas pertama dunia Islam dan para penyeru kebebasan dunia yakni isu Palestina serta menciptakan atmosfer kebersamaan untuk merealisasikan tujuan mulia mendukung bangsa Palestina serta pejuang pro kebenaran dan keadilan.

 

Kondisi kawasan saat ini menunjukkan bahwa aksi-aksi provokatif Israel dan berlanjutnya perampasan tanah rakyat Palestina serta upaya terencana untuk mengubah indentitas sejarah dan peradaban bumi ini hanya menghasilkan kerusakan bagi perdamaian dan keamanan dunia. Kini Zionis berusaha memaksakan kepada dunia untuk mengakui bahwa bangsa Palestina adalah pengungsi yang harus menghabiskan umur mereka tanpa tanah air. Zionis juga berusaha meyakinkan masyarakat dunia bahwa muqawama bangsa Palestina adalah tindakan terorisme serta upaya berkepanjangan menormalisasi perdamaian dikarenakan faktor ini.

 

Intifada dan muqawama bangsa Palestina berhasil merealisasikan tujuan bertahap yang sangat penting. Dampak penting lainnya dari perjuangan bangsa Palestina adalah terbongkarnya esensi sejati rezim Zionis Israel. Seperti yang disaksikan dewasa ini, atmosfer dunia bergerak ke arah melawan aksi-aksi arogan, ilegal dan tidak manusiawi Israel. Namun begitu sampai kini masyarakat dunia dan negara kawasan masih belum mampu menjalankan tanggung jawabnya terhadap isu kemanusiaan ini.

 

Penekanan terhadap prinsip persatuan Islam termasuk prestasi lain Iran di bidang diplomasi. Dalam hal ini Republik Islam Iran selama satu tahun lalu (1395 HS) menggelar konferensi internasional persatuan Islam dengan slogan persatuan dan urgensitas melawan kelompok Takfiri. Konferensi ini digelar di Tehran dengan lebih dari 300 tamu dari dalam dan luar negeri.

 

Rahbar saat bertemu dengan pejabat pemerintah, tamu undangan di konferensi persatuan Islam ke 30, duta besar negara-negara Islam serta berbagai eleman masyarakat mengingatkan upaya kubu arogan dunia untuk memecahbelah dan melemahkan umat Islam. Rahbar mengatakan, dunia Islam dewasa ini mengalami berbaga penderitaan dan kesulitan serta solusi kendala ini adalah persatuan, saling membantu dan mengabaikan friksi mazhab serta ideologi dengan memperhatikan kesamaan yang ada.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan,”Jika berbagai bangsa dan pemerintah Iran bersatu, Amerika Serikat dan Zionis akan kehilangan kemampuannya memaksakan kehendak mereka terhadap kaum Muslim dan konspirasi untuk menghapus isu Palestina akan gagal.”

 

Rahbar menilai insiden penyerangan dan pembantaian Muslim mulai dari Myanmar hingga Nigeria di Afrika barat serta bentrokan sesama Muslim di kawasan sensitif Asia Barat sebagai hasil dari konspirasi musuh. “Di kondisi seperti ini, Syiah Inggris dan Sunni Amerika tak ubahnya seperti gunting bermata dua aktif mengibarkan friksi dan perpecahan,” papar Rahbar.

 

Republik Islam Iran selama satu tahun lalu tercatat sebagai pemain aktif yang membantu penerapan perdamaian dan keamanan di kawasan. Sebagai salah satu pihak di kesepakan segitiga Moskow, Tehran berusaha mempersiapkan peluang dialog Suriah-Suriah di Astana dan Jenewa. Menteri luar negeri Iran, Rusia dan Turki di statemen bersama mereka di Moskow mengumumkan dukungan ketiga negara terhadap kedaulatan, independensi dan integritas wilayah Suriah sebagai sebuah negara multi etnis, mazhab, agama dan demokratis.

 

Mohammad Javad Zarif, Sergei Lavrov dan Mevlut Cavosoglu, di statemen mereka di Moskow menjelaskan, tiga negara sepakat bahwa konfrontasi di Suriah tidak memiliki opsi militer dan mereka membenarkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelesiakan krisis ini berdasarkan resolusi Dewan Keamanan no 2254.

 

Republik Islam Iran menentang desintigrasi negara-negara kawasan dan menekankan solusi diplomasi terkait beragam isu dan friksi. Kini beberapa tahun kelompok teroris mengobrak-abrik separuh kawasan Asia Barat. Sementara Amerika dan sejumlah sekutunya termasuk Inggris merusak konvergensi keamanan di kawasan. Iran yakin bahwa dengan konvergensi yang konstruktif ancaman bersama seperti terorisme dapat ditanggulangi.

 

Namun begitu sangat disayangkan sejumalh negara di bawah payung koalisi anti terorisme malah mendukung fenomena buruk ini ketimbang memberantasnya secara serius. Wajar jika strategi ini hanya menghasilkan berlanjutnya pembantaian sekelompok manusia tak berdosa. Resolusi usulan presiden Republik Islam Iran di Sidang Umum PBB pada 19 Desember 2013 yang menolak kekerasan dan radikalisme serta dunia yang bebas dari perang dan konflik, menunjukkan Iran menentang peperangan dan radikalisme di dunia.

 

Usulan presiden Iran ini diratifikasi dengan dukungan 190 negara dunia. Kondisi di kawasan saat ini mengindikasikan realita ini bahwa jika tidak ada kerjasama dan konvergensi dan ancaman serta instabilitas di kawasan tidak disadari dengan baik, maka dampak dari ancaman ini akan sangat serius.

 

Tak diragukan lagi di kondisi sensitif saat ini di kawasan dan internasional, kelalaian sekecil apapun atas konvergensi dan kerjasama keamanan antara negara-negara kawasan akan menimbulkan dampak serius bagi semua pihak. Kondisi kawasan saat ini di kawasan khususnya krisis Suriah dan kekerasan yang terus meningkat di Irak, Afghanistan dan Yaman adalah hasil dari pendekatan ganda terkait wacana keamanan.

 

Staffan de Mistura, utusan khusus sekjen PBB untuk Suriah berulang kali memuji upaya Republik Islam Iran untuk menemukan solusi diplomatik guna mengakhiri krisis Suriah. Iran memainkan peran yang bertanggung jawab di berbagai organisasi dan sidang internasional dalam menyikapi seluruh krisis regional termasuk Yaman dan untuk membantu menyelesaikan penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.