Hari Tunarungu Internasional
https://parstoday.ir/id/radio/other-i74227-hari_tunarungu_internasional
Hari Tunarungu Internasional diperingati setiap tahun pada minggu terakhir bulan September untuk menarik perhatian pemerintah, politisi, dan masyarakat terhadap pencapaian orang-orang dan komunitas tunarungu. Puncak peringatan Hari Tunarungu Internasional 2019 dilakukan pada hari Senin, 30 September.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 29, 2019 15:47 Asia/Jakarta
  • Hari Tunarungu Internasional.
    Hari Tunarungu Internasional.

Hari Tunarungu Internasional diperingati setiap tahun pada minggu terakhir bulan September untuk menarik perhatian pemerintah, politisi, dan masyarakat terhadap pencapaian orang-orang dan komunitas tunarungu. Puncak peringatan Hari Tunarungu Internasional 2019 dilakukan pada hari Senin, 30 September.

Federasi Tunarungu Dunia (WFD) adalah salah satu organisasi internasional tertua untuk penyandang cacat di dunia. Organisasi ini didirikan di kota Roma, Italia pada 23 September 1951 dan menggelar kongres pertamanya di kota yang sama pada 1958. Peringatan ini kemudian diperluas menjadi Pekan Tunarungu Sedunia dan sejak masa itu, minggu terakhir setiap bulan September diisi dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan komunitas tunarungu.

Di PBB, WFD dikenal sebuah badan non-pemerintah dan diakui di seluruh dunia. Sejak 2018, PBB meratifikasi dan mengakui bahasa isyarat dan menetapkan tanggal 23 September sebagai hari pertama yang akan diperingati sebagai Hari Bahasa Isyarat Dunia dan bagian dari Pekan Tuna Rungu Internasional.

Selama satu pekan itu, lembaga dan organisasi-organisasi tunarungu di seluruh dunia memperkenalkan pencapaian mereka kepada publik serta menyampaikan harapan dan tuntutan mereka. Peringatan ini akan memperkuat persatuan dan solidaritas antara orang-orang tunarungu dan pendukung mereka. Dengan begitu, usaha untuk memperjuangkan hak-hak komunitas tunarungu di seluruh dunia akan lebih cepat.

Kemampuan berbicara adalah salah satu keistimewaan manusia dan mereka menjalin interaksi dengan individu lain melalui bahasa lisan, memahami dan memahamkan orang lain.

Para penyandang tunarungu juga berusaha membangun interaksi dengan orang lain lewat metode khusus. Bahasa insyarat adalah bahasa komunikasi yang memungkinkan mereka membangun komunikasi dengan orang lain. Hari ini mayoritas penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat untuk menjalin komunikasi dengan orang lain.

Bahasa Isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, bukannya suara, untuk berkomunikasi. Penyandang tunarungu adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengkombinasikan bentuk tangan, orientasi dan gerak tangan, lengan, dan tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka.

Dengan mempopulerkan bahasa isyarat di dunia, komunitas tunarungu hampir tidak menghadapi masalah dalam membangun komunikasi antar-sesama, tetapi kendala mereka adalah membangun komunikasi dengan orang di luar komunitasnya.

Oleh karena itu, World Association of Sign Language Interpreters (WASLI) dan World Federation of the Deaf (WFD) memanfaatkan para ahli bahasa isyarat untuk membangun jalur komunikasi antara penyandang tunarungu dan orang lain.

Meskipun pemanfaatan ahli bahasa isyarat ini memakan biaya yang tidak sedikit, namun terjemahan yang salah juga akan menelan biaya besar. Penyandang tunarungu yang hadir di forum-forum penting dunia, sangat bergantung pada kualitas penerjemah sehingga mereka dapat memperoleh informasi yang benar dan mampu menyampaikan pandangannya kepada peserta.

Iran juga memiliki asosiasi untuk komunitas tunarungu yang dikenal sebagai Iranian National Center of the Deaf. Organisasi ini dibangun pada tahun 1339 Hijriyah Syamsiah dan merupakan cabang dari WFD. Iranian National Center of the Deaf memiliki 30 cabang di berbagai kota Iran yang menyediakan pelayanan kepada para penyandang tunarungu.

Selain itu, Iran juga memiliki Organisasi Kesejahteraan Nasional Tunarungu yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan dan Urusan Sosial. Organisasi ini didirikan tahun 1350 Hijriyah Syamsiah dengan tujuan menciptakan koordinasi antara lembaga-lembaga pemerintah dan swasta serta lembaga amal. Mereka melakukan kegiatan di bidang pencegahan, pengobatan, pendidikan, dan penyediaan lapangan kerja bagi komunitas tunarungu dan orang-orang yang bermasalah dalam komunikasi lisan.

Iran juga membentuk komite riset dan pengembangan bahasa isyarat Persia pada tahun 1352 Hijriyah Syamsiah dan saat ini mereka melakukan aktivitasnya di bawah Departemen Riset University of Social Welfare and Rehabilitation Sciences Iran.

Di komite itu, sejumlah pakar tunarungu melakukan penelitian tentang bahasa isyarat Iran dan Persia mengingat luasnya wilayah geografi dan keragaman budaya. Para pakar ini melakukan pertemuan dan seminar dengan komunitas tunarungu atau mengikuti kegiatan-kegiatan lain mereka untuk memperoleh masukan tentang simbol isyarat untuk setiap kata.

Data yang diperoleh kemudian dianalisa di komite riset dan pengembangan bahasa isyarat Persia. Satu kata kadang memiliki beberapa isyarat dan untuk memilih isyarat yang paling tepat, para pakar mengkaji aspek ilmiah, estetika, dan kemudahannya untuk dibakukan.

Iran menggunakan tiga jenis bahasa isyarat yaitu isyarat alamiah yang dipakai sebagai sarana utama untuk komunikasi penyandang tunarungu dan juga untuk masyarakat biasa dalam kasus yang membutuhkan gerakan isyarat untuk memudahkan pemahaman. Bahasa isyarat resmi biasanya digunakan dalam acara televisi seperti program berita untuk komunitas tunarungu. Dan yang ketiga adalah bahasa isyarat tulisan. Jenis bahasa ini adalah sarana untuk membantu memahami pembicaraan yang dipakai untuk subtitle film atau program-program televisi.

Jabbar Baghtcheban adalah penemu Iran dan pendiri sekolah taman kanak-kanak pertama Iran dan sekolah tunarungu pertama di Tabriz. Dia juga perintis bahasa isyarat Persia. Dia mengajarkan kepada muridnya untuk menggunakan mata sebagai sarana belajar daripada mendengar dengan telinga. Untuk memahamkan suara kepada para siswa tunarungu, Baghtcheban menggunakan indera penglihatan dan peraba.

Baghcheban hijrah ke Tehran pada 1933 Masehi dan mendirikan sekolahnya untuk para tunarungu di ibukota. Pada tahun 1943, ia mendirikan kelompok pendukung anak-anak tunarungu dan pada 1944 menerbitkan buku pertama untuk mereka yang berjudul “Zaban” (bahasa).

Gangguan pendengaran adalah salah satu cacat bawaan yang paling umum dengan perbandingan 1 dari 500 bayi. Gangguan ini disebabkan oleh mutasi pada beberapa gen. Faktor genetik dan lingkungan atau kedua faktor tersebut berkontribusi terhadap gangguan, dan lebih dari 50 persen penyebab ketulian kembali pada faktor genetik.

Berbagai riset dilakukan untuk mengetahui dampak negatif gangguan pendengaran pada komunikasi dan kualitas hidup orang-orang tunarungu. Untuk mengatasi masalah ini, diambil langkah-langkah termasuk perinatal genetic screening dan penggunaan alat bantu dengar seperti, alat bantu dengar atau implan koklea.

Salah satu langkah terpenting adalah terapi gen. Terapi gen adalah pengobatan yang menjanjikan yang sedang diteliti untuk banyak kelainan bawaan. Metode ini mampu mengembalikan pendengaran dengan mengatasi cacat fungsional yang disebabkan oleh mutasi genetik.

Mengenai kenikmatan indera pendengaran, Helen Keller yang bisu, tuli, dan buta berkata, "Jika aku diberi kesempatan untuk memilih antara dua inderaku, aku lebih memilih tetap buta, tetapi bisa mendengar."

Jika seseorang kehilangan pendengaran, meskipun tidak mustahil baginya untuk belajar, tetapi itu sangat sulit. Jadi, sangat penting untuk memperhatikan anugerah Ilahi ini, yang merupakan salah satu sarana terpenting untuk belajar dan memahami.

"Katakanlah! Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" (QS. Al-An'am: 46)