Lintasan Sejarah 6 September 2023
Hari ini, Rabu, 6 September 2023 bertepatan dengan 20 Safar 1445 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 15 Shahrivar 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Arbain Syahadah Imam Husein
Tanggal 20 Shafar 61 HQ, kafilah keluarga Rasulullah yang selamat dari tragedi Asyura kembali ke Karbala.
Peristiwa ini terjadi tepat 40 hari setelah tragedi itu berlangsung. Tanggal 20 Shafar kemudian dikenang oleh para pengikut Ahli Bait sebagai hari "Arbain" atau hari ke-40.
Berdasarkan catatan sejarah, setelah berlangsungnya tragedi pahit Asyura, kafilah keluarga Rasulullah yang tersisa, di antaranya Imam Zainal Abidin yang saat itu tengah sakit keras dan putranya Imam Baqir, beserta kaum perempuan, digiring oleh pasukan Ibnu Ziyad sebagai tawanan. Di Kufah, mereka menggugah kesadaran masyarakat tentang hakikat yang sebenarnya terjadi di Karbala. Sebagaimana yang dicatat secara cermat oleh para sejarawan, terjadi banyak distorsi yang dibuat oleh Ibnu Ziyad dalam menutup-nutupi hakikat perjuangan Imam Husein dan sahabat-sahabatnya hingga gugur syahid di Karbala.
Rombongan keluarga Rasulullah itu kemudian dikirim ke Syam untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Sisa rombongan itu tadinya diperkirakan akan dipermalukan oleh Yazid untuk akhirnya dibunuh. Akan tetapi, kefasihan Sayidah Zainab dalam menyampaikan hakikat Karbala kepada masyarakat Syam malah membuat kaum muslimin di sana menjadi tahu kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian, keberadaan kafilah itu di Syam hanya membuat sosok Yazid semakin dibenci. Karena itulah Yazid tidak berani membunuh sisa kafilah tersebut. Yazid akhirnya malah membebaskan keluarga Rasulullah.
Sisa keluarga Rasulullah itu akhirnya bertolak dari Syam menuju Karbala, untuk melakukan prosesi pemakaman atas jenazah para syuhada Karbala. Pada saat yang sama, dari Madinah, sahabat Rasulullah yang sudah sangat tua, Jabir bin Hayyan al-Anshari juga bertolak ke Karbala. Pada tanggal 20 Shafar, kedua rombongan itu bertemu di tanah bersejarah saksi duka nestapa keluarga Rasulullah itu.
Swaziland Merdeka
Tanggal 6 September 1968, Swaziland yang terletak di selatan Afrika, meraih kemerdekaannya dari tangan Inggris dan hari ini dijadikan sebagai Hari Nasional negara ini.
Sejarah Swaziland berawal sejak abad ke-19. Pada masa itu, pengaruh imperialisme Eropa meluas di Afrika dan Swaziland pun termasuk kawasan yang menjadi jajahan Eropa.
Selama beberapa waktu, negara ini diatur secara bersama-sama oleh Inggris dan Transvaal, sebuah bagian di Afrika selatan saat ini. Tak lama setelah kemerdekaan Afsel di awal abad ke-20, Swaziland secara penuh menjadi jajahan Inggris. Akhirnya, pada tahun 1968, negara ini berhasil meraih kemerdekaannya.
Swaziland adalah negara berbentuk kerajaan, memiliki luas 17.364 kilometer persegi, terletak di di bagian selatan benua Afrika, dan berbatasan dengan Mozambik dan Afsel.
Puluhan Rakyat Gugur Akibat Ledakan Bom di Jalan Khayyam
Tanggal 15 Shahrivar 1361 HS, puluhan rakyat gugur syahid akibat ledakan bom di jalan Khayyam.
Ketika Republik Islam Iran tengah menghadapi perang tidak sebanding dengan pasukan Baath Irak dan mengorbankan banyak anak bangsa, musuh-musuh dalam negeri tidak tinggal diam. Mereka siap melakukan segala bentuk kejahatan dengan segala cara. Orang-orang bodoh dan fanatik ini membunuh warga Iran dengan slogan kebebasan.
Salah satu kejadian paling keji yang dilakukan kaki tangan Amerika di Ira adalah ledakan bom di kota Tehran, tepatnya di jalan Khayyam. Akibat ledakan itu lebih dari ratusan orang tewas dan luka-luka. Pada pukul 20.19 tanggal 15 Shahrivar 1361 Hs, ketika jalan Khayyam dan sekitarnya penuh dengan warga yang tengah mengantri untuk menaiki bus. Tiba-tiba sebuah bom dari sebuah jembatan di jalan ini meledak dan puluhan orang terbakar dan tewas seketika, sementara puluhan lainnya terluka.
Ledakan ini sedemikian hebatnya sehingga memecahkan kaca-kaca kantor dan rumah-rumah yang berada di sekitar daerah itu hingga jarak ratusan meter. Sementara suara ledakan itu terdengar hingga ke seluruh Tehran. Dalam ledakan itu sebuah bus dua tingkat yang sedang berjalan dan penuh dengan penumpang terbakar dan seluruh penumpangnya syahid. Di tempat ledakan terlihat lobang sedalam 5,1 meter dengan lebar mencapai 25 meter persegi.