Lintasan Sejarah 15 Maret 2017
Hari ini, Rabu tanggal 15 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Julius Caesar Terbunuh
2061 tahun yang lalu, tanggal 15 Maret tahun 44 Sebelum Masehi, Julius Caesar, pemimpin Republik Roma, tewas terbunuh di tangan dua pembantu dekatnya, Marcus Brutus dan Cassius Longinus.
Julius Caesar adalah seorang pemimpin yang diktator. Namun, kebijakan land reforms-nya membuat Julius populer di tengah rakyat Roma. Selain itu, ia melakukan berbagai program ambisius dalam kerajaannya, di antaranya pembuatan kalender Masehi yang hingga kini masih dipergunakan dan rencana untuk melakukan ekspansi dari Eropa tengah hingga ke timur.
Sebagian pihak yang tidak menyukai kepemimpinan Julius Caesar akhirnya mengadakan konspirasi untuk membunuhnya dengan tujuan untuk memperbaiki Republik Roma. Namun, tujuan ini tidak tercapai karena keturunan Julius bernama Oktavian merebut kekuasaan dan merubah bentuk pemerintahan Roma menjadi sebuah kekaisaran dan ia mengangkat diri sebagai kaisar dengan nama Kaisar Agustinus.
Ibnu Humam Al-Iskafi, Ahli Hadis Wafat
1102 tahun yang lalu, tanggal 16 Jumadil Tsani 336 HQ, Ibnu Humam al-Iskafi meninggal dunia di Baghdad, Irak dan dimakamkan di pekuburan Quraisy.
Ibnu Humam lahir pada 258 HQ dan dalam pendidikan agamanya beliau belajar kepada ayahnya, Ahmad bin Idris al-Qummi dan Abdullah bin Ja’far al-Hamidi. Di masanya, Ibnu Humam merupakan sejarawan terbesar Baghdad dan karya tulisnya seperti al-Anwar fi at-Tarikh al-Aimmah.
Ibnu Darraj Qastalli Wafat
1017 tahun yang lalu, tanggal 16 Jumadil Tsani 421 HQ, Ibnu Darraj Qastalli, penyair dan penulis terkenal Andalusia meninggal dunia.
Ibnu Darraj dilahirkan pada tahun 347 Hijriah. Dia memiliki peran dalam mengembangkan syair Arab di akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5 Hijriah.
Dia memperlihatkan aliran baru dalam syair Arab dan syair-syairnya selain bernlai sastra tinggi, juga menjadi sumber terpercaya mengenai kejadian-kejadian di Spanyol pada masa itu.
Parvin Etesami Lahir
110 tahun yang lalu, tanggal 25 Isfand 1285 HS (15 Maret 1907), Parvin Etesami, seorang penyair kontemporer terkemuka Iran, terlahir ke dunia.
Ayahnya adalah seorang penulis dan penerjemah ternama, bernama Yusuf Etesam-mulk. Sejak kecil, Parvin telah mempelajari sastra Persia dan Arab dari ayahnya. Dia pun bersama ayahnya melakukan perjalanan ke berbagai kota di dalam dan luar negeri sehingga memperoleh pengalaman yang memperkaya syair-syairnya.
Karya-karya syair Parvin umumnya berisi perenungan relijius serta masalah-masalah sosial dan moral. Penyair besar Iran ini meninggal dunia tahun 1942 dalam usia 35 tahun.
Kota Halabche Diserang Dengan Senjata Kimia
29 tahun yang lalu, tanggal 25 Isfand 1366 HS (15 Maret tahun 1988), rezim Baath Irak di bawah pimpinan Sadam Husein dengan mengirimkan puluhan pesawat tempur, membombardir kota Halabche dengan senjata kimia.
Pengeboman ini dilakukan setelah munculnya gerakan-gerakan separatis dari penghuni kota Halabche yaitu warga Irak dari suku Kurdi yang telah lama menderita direpresi oleh Rezim Sadam.
Warga kota itu berniat untuk menggabungkan diri dengan Republik Islam Iran yang baru berdiri. Rezim Sdadam saat itu juga tengah kewalahan menghadapi perlawanan bangsa Iran dalam Perang Irak-Iran yang meletus akibat invasi Irak ke Iran. Akibat pengeboman dengan bahan kimia yang disuplai oleh negara-negara Barat itu, lebih dari 5000 warga kota Halabche tewas.
Wilayah Taba Dibebaskan
28 tahun yang lalu, tanggal 15 Maret 1989, wilayah Taba yang terletak di timur laut Mesir, setelah bertahun-tahun diduduki oleh rezim Zionis, akhirnya berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1978, Zionis menduduki Gurun Sinai, yang termasuk di antaranya kawasan Taba. Setelah ditandantanganinya perjanjian Camp David pada tahun 1987, Tel Aviv bersedia mengembalikan Gurun Sinai kepada Mesir.
Namun, tentara Zionis masih tetap bercokol di kawasan strategis Taba di utara Teluk Aqabah. Setelah diadakan berbagai perundingan dan mendapatkan tekanan internasional, akhirnya Zionis pada tahun 1989 bersedia mundur dari Taba.