Fraksi Loyalitas: Lebanon Lepaskan Hak Hukum dan Ganti Rugi dari Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192266-fraksi_loyalitas_lebanon_lepaskan_hak_hukum_dan_ganti_rugi_dari_israel
Pars Today – Seorang anggota Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan di parlemen Lebanon, pada Minggu (28/6) malam, mengatakan bahwa pemerintah negaranya telah melepaskan hak untuk menuntut secara hukum dan menerima kompensasi dari Israel.
(last modified 2026-06-29T08:17:25+00:00 )
Jun 29, 2026 15:08 Asia/Jakarta
  • Hussein Hajj Hassan
    Hussein Hajj Hassan

Pars Today – Seorang anggota Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan di parlemen Lebanon, pada Minggu (28/6) malam, mengatakan bahwa pemerintah negaranya telah melepaskan hak untuk menuntut secara hukum dan menerima kompensasi dari Israel.

Menurut laporan IRNA yang mengutip laman web jaringan Al-Manar, ketua Fraksi Perwakilan Baalbek-Hermel di parlemen Lebanon, dalam upacara pemakaman "Mahdi Muhammad Nasir" di kota Taminin al-Ulya, menuduh pemerintah Lebanon melepaskan hak-hak negaranya di hadapan Israel.

 

Ia, dengan mengkritik kinerja pemerintah Lebanon, mengatakan bahwa kedaulatan negaranya "telah menjadi alat di tangan AS dan, dengan melegitimasi pendudukan para penjajah, telah kehilangan legitimasi dan kewenangannya."

 

Hajj Hassan juga, dengan mengajukan pertanyaan ini, menambahkan: "Mengapa para pejabat Lebanon melepaskan hak negara untuk menuntut secara hukum di forum-forum internasional dan menuntut kompensasi atas puluhan ribu rumah yang hancur dan darah para syuhada sipil serta perwira tentara Lebanon?"

 

Pernyataan ini disampaikan setelah Lebanon dan rezim Zionis pada hari Jumat (26 Juni), setelah lima putaran negosiasi dan empat hari konsultasi di Washington dengan mediasi AS, mencapai kerangka untuk kesepakatan di masa depan. Kerangka ini ditandatangani dengan dihadiri oleh Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, Nada Hamadeh Moawad, Duta Besar Lebanon untuk AS, dan Yechiel Leiter, Duta Besar rezim Zionis di Washington.

 

Berdasarkan laporan situs berita AS Axios, kesepakatan ini menguraikan jalur negosiasi masa depan antara kedua pihak dan mencakup langkah-langkah implementasi awal.

 

Situs ini, mengutip seorang pejabat Israel, menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan ini, rezim Zionis akan mempertahankan kehadirannya di zona keamanan yang disebut "garis kuning" sampai Hizbullah dilucuti senjatanya. (MF)