Mar 24, 2017 08:38 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 24 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Farvardin 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Thahir bin Husein Wafat

 

1231 tahun yang lalu, tanggal 25 Jumadil Tsani 207 HS, Thahir bin Husein, komandan pasukan Harun al-Rasyid dan anaknya Makmun meninggal dunia.

 

Thahir bin Husein merupakan salah satu komandan pasukan Harun al-Rasyid dan anaknya Makmun. Ia memimpin pasukan Bani Abbasiah dalam banyak perang dan sering memenangkannya.

 

Dalam konflik yang terjadi antara dua anak Harun al-Rasyid; Makmun dan Amin, Thahir bin Husein berpihak kepada Makmun dan membantunya. Keberpihakannya membuat Makmun mengangkatnya sebagai panglima perangnya. Dengan jumlah pasukan yang tak terbilang banyaknya, Thahir bin Husein bergerak dari Khorasan menuju Irak.

 

Thahir bin Husein setelah berperang cukup lama akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Amin dan menguasai kota Baghdad dan kota-kota yang berada di sekitarnya. Namun tidak berapa lama, Makmun mengeluarkan perintah memberhentikannya dari posisinya dan panglima perang Irak diserahkan kepada Hasan bin Sahl.

 

Komandan Bani Abbasiah ini akhirnya meninggal dunia pada 25 Jumadil Tsani 207 Hq di masa kekhalifahan Makmun. Hakim kota Baghdad waktu itu, Yahya bin Aktsam diutus mewakili Khalifah Makmun menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Abdullah bin Thahir, anak Thahir bin Husein yang diangkat Khalifah Makmun menjadi wali kota Riqqah.

 

Frederich Engels Lahir

 

197 tahun yang lalu, tanggal  24 Maret 1820, Frederich Engles, seorang filsuf Jerman dan sahabat dekat Karl Marx, terlahir ke dunia.

 

Engles adalah seorang pengusaha kaya, namun memiliki kecenderungan untuk berpikir sosialis.

 

Pertemuan Engles dengan Karl Marx melahirkan diskusi-diskusi dan pemikiran sosialis yang radikal. Mereka berdua kemudian menyusun Manifesto Komunis pada tahun 1848 yang berisi penentangan terhadap sistem pemerintahan borjuis. Engles meninggal dunia tahun 1895.

 

Ayatullah Sayid Ali Borghei Wafat

 

42 tahun yang lalu, tanggal 4 Farvardin 1353 HS, Ayatullah Borghei meninggal dunia dalam usia 93 tahun.

 

Ayatullah Sayid Ali Borghei Razavi Qommi lahir dari keluarga Sadat Borghei di Qom pada 1260 Hs. Beliau menyelesaikan studi tingkat pertama dan menengah hauzah di Qom dan setelah itu berguru pada Ayatullah Mohammad Arbab, Sheik Abol Qassem Kabir Qommi dan Sheikh Abdolkareem Hairi .

 

Ayatullah Sayid Ali Borghei kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak dan berguru pada Ayatullah Sayid Abu al-Husein Isfahani dan Mirza Naini yang mengantarkannya meraih derajat tinggi keilmuan. Setelah itu beliau kembali ke Iran dan menetap di Tehran sambil mengajar, menulis dan membimbing rakyat.

 

Dari ulama besar ini banyak karya ilmiah yang ditinggalkannya seperti Elahi Nameh, Buthun Khamsun, Falsafah Shadat dan kumpulan syair.

 

Jendral Muhammad Arsyad Meraih Kekuasaan

 

35 tahun yang lalu, tanggal 24 Maret 1982, melalui sebuah kudeta damai, Jenderal Muhammad Ershad menggulingkan pemerintahan Abdul Satar di Bangladesh dan meraih kekuasaan di negara ini.

 

Republik Bangladesh diproklamasikan tahun 1971 dan Mujibur Rahman diangkat sebagai Perdana Menteri.

 

Pada tahun 1975, Mujibur Rahman dibunuh dalam sebuah kudeta militer dan digantikan oleh Mayjen Zia-ur Rahman. Enam tahun berikutnya, Zia-ura Rahman juga terbunuh dalam kudeta dan posisinya digantikan oleh wakil presiden, Abdul Satar. Situasi politik yang kacau saat itu dimanfaatkan oleh Jendral Muhammad Ershad untuk melakukan kudeta dan merebut kekuasaan.

 

Pada tahun 1990, menyusul semakin meningkatnya protes dan penentangan dari rakyatnya, Jenderal Ershad mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Sastrawan Amir Hossein Yazdgerdi Wafat

 

30 tahun yang lalu, tanggal 4 Farvardin 1365 HS, Amir Hossein Yazdgerdi, sastrawan Iran meninggal dunia dalam usia 57 tahun.

 

Profesor Amir Hossein Yazdgerdi pernah mengajar di Universitas Tehran Fakultas Ushuluddin dan melakukan kerjasama dengan Forouzanfar, dosen sastra Persia mengoreksi sebagian majalah Divan-e Kabir.

 

Karya terpenting Yazdgerdi adalah mengoreksi, meneliti dan memberi catatan pinggir atas sebagian buku-buku sejarah. Beliau juga melakukan penelitian modern di pelbagai bidang sastra.