Lintasan Sejarah 5 April 2017
Hari ini, Rabu tanggal 5 April 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Rajab 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Farvardin 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Tarara Lahir
1133 tahun yang lalu, tanggal 7 Rajab 305 HQ, Ibnu Tarara, seorang ahli hadis dan sastrawan muslim asal Irak, terlahir ke dunia.
Ilmuwan muslim ini menulis banyak karya di bidang fiqih, namun tidak satupun yang bisa ditemukan. Karya Ibnu Tarara lainnya adalah di bidang sastra, yaitu berjudul "Al-Jaliis As-Shaalih Al-Kaafi wal Aniis An-Naasih Asy-Syaafi".
Buku sebanyak seratus jilid ini sebagiannya dimulai dengan hadis Nabi, lalu dilanjutkan dengan penjelasan atas hadis tersebut, dan kemudian diisi dengan hikayat dan syair-syair yang sesuai dengan hadis tersebut. Ibnu Tarara meninggal dunia pada tahun 390 Hijriah.
Thomas Hobbes Lahir
429 tahun yang lalu, tanggal 5 April 1588, Thomas Hobbes filsuf Inggris lahir ke dunia.
Thomas Hobbes adalah lulusan Universitas Oxford Inggris dan banyak melakukan penelitian di bidang sastra. Hobbes menyebut manusia sebagai makhluk yang sombong dan mencintai kekuasaan untuk menguasai orang lain.
Oleh karena itu, dia menilai perlunya kehadiran sebuah pemerintahan kuat dalam masyarakat guna menjamin keamanan dan stabilitas. Menurut filsuf Inggris ini, kepatuhan rakyat kepada raja adalah hikmah Tuhan.
Buku terpenting Hobbes ialah Leviathan dan buku lainnya ialah ilmu politik, Filsafat Pemerintahan dan Hak-hak Umum.
Hobbes meninggal dunia pada tahun 1979.
Syah Muhammad Berkuasa di Iran
146 tahun yang lalu, tanggal 7 Rajab 1250 HQ, Syah Muhammad, raja ketiga dalam Dinasti Qajar Iran, meraih kekuasaannya.
Dalam masa pemerintahannya, dampak negatif peperangan mendiang ayahnya, Syah Fatah Ali, melawan Rusia dan ditandatanganinya perjanjian Gulistan dan Turkeman, mulai dirasakan rakyat. Menurut kedua perjanjian tersebut, sebagian wilayah barat laut Iran diserahkan kepada Tzar Rusia. Pada masa itu pula, Inggris dan Rusia mulai masuk ke Iran dengan tujuan ingin menguasai seluruh wilayah negeri itu.
Pada tahun 1264 HQ, Syah Muhammad meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya, Syah Nashiruddin.
Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani Wafat
63 tahun yang lalu, tanggal 16 Farvardin 1333 HS, Ayatullah Modarres Khiyabani meninggal dunia pada usia 76 tahun dan dikebumikan di kota Tabriz.
Ayatullah Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani lahir di kota Tabriz sekitar tahun 1257 HS. Setelah menyelesaikan pelajaran tingkat dasar dan menengah hauzah ilmiah, beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Mirza Abol Hassan Angaji dan Mirza Sadegh Mojtahed Tabrizi.
Beliau juga sempat belajar kepada Sayid Sadr ad-Din Sadr dan Mohammad Ali Shah Abadi dan diberi izin mengeluarkan fatwa (mujtahid) serta mendapat ijazah meriwayatkan hadis dari Syeikh Muhammad Husein Al Kasyif al-Ghitha dan Sheikh Agha Bozourgh Tehrani.
Modarres Khiyabani di akhir usianya selama 12 tahun mengajar di Madrasah Sepahsalar dan tekun melakukan riset serta menulis buku, sehingga meninggalkan banyak karya ilmiah.
Sebagian dari karya penting beliau adalah buku Raihanah al-Adab dalam 8 jilid yang menjelaskan tentang kehidupan lebih dari 5 ribu ulama. Beliau juga menulis Qamus al-Ma'arif dan Farhang Now Bahar yang memuat 19 ribu kata Persia. Selain itu beliau juga menulis buku Farhang-e Baharestan yang mencakup 55 ribu kata dan kalimat berbahasa Persia.
Serangan Brutal Israel ke Jalur Gaza
61 tahun yang lalu, tanggal 5 April 1956, berakhirnya serangan dahsyat dan membabi buta terhadap kota Gaza di wilayah barat Palestina pendudukan.
Sejak tanggal 4 April, militer Rezim Zionis Israel secara brutal melepaskan sejumlah mortir ke atah perempuan, anak-anak, dan para manula. Dalam jangka dua hari, militer Israel telah menggugurkan 56 warga setempat dan melukai 30 lainnya.
Sama seperti berbagai peristiwa lainnya, Barat dan masyarakat internasional pengklaim sebagai pembela HAM tidak menunjukkan reaksi sama sekali.