Lintasan Sejarah 17 Mei 2017
Hari ini, Rabu tanggal 17 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Nadim Wafat
1053 tahun yang lalu, tanggal 20 Sya'ban 385 HQ, Ibnu Nadim, seorang sejarawan Muslim terkemuka, meninggal dunia.
Keterkenalan Ibnu Nadim lebih banyak disebabkan oleh buku karyanya yang berjudul "al-Fihrist". Dalam buku ini, dia menginventarisasi semua ilmu yang berkembang dalam peradaban Islam pada zaman itu dan menerangkan kehidupan para ilmuwan terkemuka saat itu.
Selain itu, dalam al-Fihrist juga dituliskan tentang buku-buku dan makalah dari berbagai bidang ilmu dan catatan lengkap mengenai kehidupan para pengarangnya. Ibnu Nadim juga menulis penjelasan mengenai buku-buku kuno dari berbagai bangsa di dalam al-Fihrist.
Ibnu Nadim juga melakukan penelitian dan penulisan mengenai agama-agama dan mazhab-mazhab yang terkenal di zamannya dan melahirkan banyak buku di bidang ini. Karya ibnu Nadim lainnya berjudul "al-Ausaf wa Tasybihaat".
Mulla Muhammad Kashi Wafat
105 tahun yang lalu, tanggal 20 Sya’ban 1333 HQ, Mulla Muhammad Kashi, faqih dan filsuf besar Islam meninggal dunia di Isfahan di usia 90 tahun.
Akhond Mulla Muhammad Kashani atau Kashi adalah seorang arif Syiah dan guru besar filsafat Sadr al-Mutaallihin. Pada awalnya beliau hidup di kota Kashan dan setelah itu pindah ke Isfahan dan tinggal di madrasah Sadr. Beliau menyempurnakan pendidikan agamanya baik aqli maupun naqli. Sedemikian terkenalnya beliau atas penguasaannya akan ilmu-ilmu keislaman, sehingga sulit dicari bandingannya di masa itu.
Mulla Muhammad Kashi mengajar di madrasah Sadr, Isfahan pada tahun 1286. Beliau semasa dengan filsuf besar Jahangir Khan Qashqai.
Kuliah-kuliah yang diberikan oleh Mulla Muhammad Kashi begitu memiliki daya tarik, terutama saat mengajarkan filsafat yang digabungkan dengan irfan membuat banyak peminat filsafat bukan hanya dari pelbagai daerah Iran mendatangi Isfahan dan belajar kepadanya, tapi juga dari negara-negara lain.
Sebelum meninggal beliau sempat berwasiat agar beliau dikuburkan di pekuburan umum, tempat orang-orang miskin dikuburkan. Akhirnya beliau dikebumikan di pekuburan Takht Foulad Isfahan.
Ikatan Penerbit Indonesia Didirikan
67 tahun yang lalu, tanggal 17 Mei 1950, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) didirikan di Jakarta atas prakarsa dan kesepakatan beberapa penerbit Indonesia.
Selain didorong semangat untuk menggantikan posisi penerbit asing, khususnya Belanda, yang masih memonopoli kegiatan penerbitan buku di Tanah Air, lahirnya IKAPI juga dijiwai hasrat yang besar untuk membantu pemerintah dalam membangun masyarakat Indonesia yang cerdas.
Jika pada waktu lahirnya IKAPI hanya beranggotakan 13 penerbit, maka jumlah anggota IKAPI kini mencapai kurang lebih 650 penerbit yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, IKAPI tetap eksis sebagai satu-satunya organisasi penerbit buku, yang mampu memperjuangkan dan melayani berbagai kepentingan para anggotanya.
Pusat kegiatan IKAPI berkedudukan di Jakarta, sedangkan cabang-cabang dan perwakilan organisasi ini berkedudukan di ibu kota tiap-tiap propinsi.
IKAPI kini memiliki 7 (tujuh) kantor cabang, masing-masing DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta 3 (tiga) kantor perwakilan masing-masing Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Selatan, serta Bali.
Imam Khomeini ra Tinggal di Jamaran, Tehran
37 tahun yang lalu, tanggal 27 Ordibehesht 1359 HS, Imam Khomeini tinggal di Jamaran, Tehran.
Imam Khomeini ra setelah kemenangan Revolusi Islam Iran dan dimulainya akfititas kerja pemerintahan sementara, pada 10 Isfand 1357 HS beliau pindah dari Tehran ke Qom. Beliau tinggal di sana hingga diketahui menderita penyakit jantung pada 2 Bahman 1358 HS.
Setelah dirawat selama 39 hari di Rumah Sakit Jantung Tehran, untuk beberapa waktu beliau tinggal di kawasan Darban, Tehran. Setelah itu pada tanggal 27 Ordibehesht 1359 HS beliau pindah ke sebuah rumah sederhana di kawasan Jamaran.
Beliau tinggal di rumah itu sampai ajal menjemputnya.