May 19, 2017 19:56 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 19 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Hajar Asqallani Terlahir

665 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 773 H q, Ibnu Hajar Asqallani, ulama fiqih, hadis, sejarah, dan penyair muslim Mesir, terlahir ke dunia di kota Kairo.

Pada usianya ke-5 tahun, ayahnya meninggal dunia dan sejak saat itu pula, ia dikirim ke sekolah agama. Pada usia 10 tahun, Asqallani telah menghapal al-Quran dan setelah itu, dia melanglang buana untuk menimba ilmu. Penguasaannya terhadap ilmu hadis membuatnya dikenal sebagai penghapal hadis terkemuka.

Dia meninggalkan karya penulisan sebanyak 150 jilid buku, di antaranya berjudul "Lisaanul Mizan" dan "al-Ishabah Fi Tamyiizish-Shahabah". Ibnu Hajar Asqalani meninggal dunia tahun 852 Hijriah.

Beograd Diduduki Ottoman

496 tahun yang lalu, tanggal 19 Mei 1521, setelah melalui peperangan sengit, tentara imperium Ottoman berhasil menduduki kota Beograd di semenanjung Balkan.

Imperium Ottoman sejak akhir abad ke-14 memulai perluasan kekuasaannya di Balkan sampir akhirnya berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Balkan.

Pada tahun 1541, Ottoman juga berhasil menguasai sebagian wilayah Hongaria. Namun, seiring dengan semakin besarnya infiltrasi negara-negara kuat Eropa, seperti Inggris dan Perancis, kekuatan Ottoman pun semakin melemah. Secara bertahap, hingga awal abad ke-20, wilayah-wilayah yang semula berada di bawah kekuasaan Ottoman satu persatu berhasil melepaskan diri dan menjadi negara merdeka.

Allamah Syaikh Muhammad Jawad Balaghi Wafat

84 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 1354 HQ, Allamah Syaikh Muhammad Jawad Balaghi, seorang ulama besar Islam, meninggal dunia.

Allamah Balaghi menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka di zamannya, antara lain Mirza Shirazi, sampai akhirnya dia menjadi ulama fiqih dan penulis besar. Di antara karya-karya Allamah Balaghi berjudul "Balaghul Mubin".

Lawrence Of Arabia Meninggal

82 tahun yang lalu, tanggal 19 Mei 1935, Thomas Edward Lawrence, seorang arkeolog yang  berperan besar dalam infiltrasi Inggris di negara-negara Arab, meninggal dunia.

Lawrence sejak muda amat meminati bidang arkeologi dan pada tahun 1910 hingga 1914 ia bekerja sebagai asisten dalam proyek arkelogi yang dilakukan museum Inggris di sungai Eufrat. Dalam proyek itu ia bertanggung jawab dalam mengkoordinasi para pekerja lokal.

Lawrence kemudian bekerja di badan intelijen militer Inggris di Kairo saat perang Dunia I meletus dan menjadi ahli di bidang gerakan nasionalis Arab di wilayah kekuasaan Turki Ottoman, yang meliputi Syria, Lebanon, Israel, Jordan, and the Hedjaz region of Saudi Arabia. Ia bertugas sebagai juru bicara tentara Inggris dengan para pemimpin gerakan kebebasan Arab yang ingin memisahkan diri dari Turki. Lawrence sangat berperan besar dalam memprovokasi bangsa Arab untuk melawan Turki yang meguntungkan Inggris dengan lemahnya Ottoman.Lawrence juga memiliki peran besar dalam pengangkatan Raja Faisal di Syria, Raja Abdullah di Yordan, dan Raja Abdul Aziz di Arab.

Pengalamannya malang-melintang di dunia Arab dituangkan Lawrence dalam buku berjudul "Tujuh Pillar Kebijaksanaan" dan ia pun dijuluki Lawrence of Arabia.

Allamah Mohammad Taqi Shoshtari Wafat

22 tahun yang lalu, tanggal 29 Ordibehesht 1374 HS, Allamah Mohammad Taqi Shoshtari meninggal dunia di usia 93 tahun dan dikuburkan di kota Shostar.

Allamah Sheikh Mohammad Taqi Shoshtari, anak Sheikh Mohammad Kazem lahir keluarga ulama pada 1281 Hs di kota Najaf, Irak. Pada usia 7 tahun beliau pergi ke kota Shoshtar dan setelah menyelesaikan pendidikan dasar agamanya, Allamah Taqi Shostari belajar kepada Sayid Ali Asghar Hakim, Sayid Mahdi Al Tayyib dan Sayid Mohammad Taqi Sheikh al-Islam, sehingga mencapai derajat ijtihad.

Allamah Shoshtari tidak mampu menghadapi kezaliman pemerintahan Reza Khan Pahlevi dan pada tahun 1314 Hs beliau kembali ke Najaf, hingga lengsernya Reza Khan Pahlevi.

Kehidupan Allamah Shoshtari sangat sederhana dan lebih banyak diisi dengan mengkaji, mengajar dan menulis, di samping beribadah. Beliau sangat dikenal dengan akhlaknya yang mulia.

Beliau banyak meninggalkan karya tulis yang menunjukkan kedalaman ilmunya seperti Qamus ar-Rijal fi Tahqiq Ruwat al-Syiah wa Muhadditsihim dalam 14 jilid, Bahj al-Shibaghah fi Syarh Nahjul Balaghah dalam 14 jilid yang ditulis beliau selama 50 tahun, an-Naj'ah fi Syarh al-Lum'ah dalam 11 jilid, al-Arba'una Haditsan, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as dan lain-lain.