Lintasan Sejarah 20 Mei 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 20 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Syarafuddin Wafat
705 tahun yang lalu, tanggal 23 Sya'ban 733 H q, Husein bin Abdullah Thayyebi yang dikenal dengan nama Syarafuddin, seorang ahli hadis dan sastrawan besar abad ke-8 hijriah meninggal dunia.
Pada masa hidupnya, ia adalah ilmuwan ternama yang sangat menguasai ma'ani, bayan, dan sastra Arab. Dalam kehidupan sehar-hari, Thayyebi lebih banyak meluangkan waktunya untuk mengajar tafsir Quran dan periwayatan hadits. Di antara karya terkenalnya adalah kitab "Tafsir Al-Quran" dan "Syarh Misykat".
Penyair Jami Lahir ke Dunia
621 tahun yang lalu, tanggal 23 Sya'ban 817 HQ, Nuruddin Abdurrahman Jami, seorang penyair dan sastrawan terbesar Iran abad ke-9 Hijriah terlahir ke dunia di Kota Jam, sebuah kawasan di timur laut Iran.
Ketika masih muda, Jami telah belajar ilmu-ilmu keagamaan, sastra, dan sejarah di Kota Samarqand. Setelah itu, ia melakukan pengembaraan ke berbagai kawasan lainnya.
Jami adalah seorang penyair yang dikenal sebagai pecinta Ahlul Bait Rasulullah Saw. Berbeda dengan para penyair lain pada masanya, Jami tidak pernah membuat syair yang isinya berupa pujian kepada para penguasa. Di antara karya-karya terkenalnya adalah kitab yang berjudul "Silsilatudz-Dzahab", dan "Baharestan". Jami meninggal dunia pada tahun 898 Hijriah.
Honore de Balzac Lahir
218 tahun yang lalu, tanggal 20 Mei 1799, Honore de Balzac, seorang penulis Perancis terkenal, terlahir ke dunia.
Awalnya Balzac menuntut ilmu di bidang hukum di Universitas Sorbonne Perancis dan selama beberapa waktu bekerja di biro hukum, sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi penulis. Hingga tahun 1822, Balzac menulis beberapa novel dengan menggunakan nama samaran, namun tidak mendapatkan sambutan dari masyarakat. Balzac juga mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan, namun gagal dan diapun terlilit hutang besar.
Sejak tahun 1829, Balzac menulis dengan nama aslinya dan akhirnya secara bertahap dia menjadi terkenal dan bahkan dianggap sebagai salah satu pencipta aliran realisme dalam sastra. Novel dan cerpen karya Balzac dalam jumlah yang sangat banyak dikumpulkan menjadi satu di bawah judul The Human Comedy. Honore de Balzac meninggal dunia tahun 1850.
Pendirian Partai Zahmatkeshan Dukungan Amerika
66 tahun yang lalu, tanggal 30 Ordibehesht 1330 HS, Partai Zahmatkeshan didirikan oleh Doktor Mozaffar Baghai dengan dukungan Amerika.
Setelah terbentuknya pemerintahan Doktor Mosaddegh dan hadirnya tokoh-tokoh yang memiliki rapor buruk di masa lalu dalam komposisi pemerintah membuat munculnya friksi di barisan Front Nasional. Hal ini membuat sebagian anggota pentingnya seperti Ayatullah Kashani dan Doktor Mozaffar Baghai memilih mundur dari partai ini. Pasca pengunduran dirinya dari Front Nasional, Doktor Baghai membentuk partai Zahmatkeshan pada 30 Ordibehesht 1330 Hs dan berhasil merekrut banyak tokoh. Partai Zahmatkeshan merupakan gabungan dari para preman dan sebagian cendekiawan yang didukung oleh Amerika.
Partai Zahmatkeshan didirikan dengan tujuan menghadapi partai Tudeh yang kekiri-kirian dan mencegah pengaruh komunis serta mempersiapkan kudeta Amerika pada 28 Mordad 1332 Hs. Partai ini tidak lain adalah boneka AS dan alat intervensif mereka menggulingkan pemerintahan Doktor Mosaddegh.
Perlu diketahui bahwa seklipun Ayatullah Kashani dari sisi akidah dan mazhab punya sedikit kesamaan dengan Front Nasional dan Doktor Baghai, tapi demi maslahat yang lebih besar bagi rakyat dan negara, beliau bergabung dengan tokoh-tokoh nasionalis dan membentuk partai Front Nasional (Jebheh Melli). Dengan demikian, kehadiran Ayatullah Kashani di partai Front Nasional bukan berarti beliau mengakui kinerja mereka, tapi yang menjadi konsen beliau adalah maslahat lebih besar terkait umat Islam.
Timor Leste Merdeka
15 tahun yang lalu, tanggal 20 Mei 2002, Timor Leste resmi menyatakan diri sebagai negara yang berdaulat.
Pengukuhan kemerdekaan Timor Leste itu dilakukan melalui upacara yang meriah, yang dihadiri sejumlah pemimpin di Ibu Kota Dili. Upacara itu dihadiri oleh Presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) saat itu, Kofi Annan. Gusmao juga mengundang Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri dan Perdana Menteri Australia, John Howard, serta mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton.
Sebelum menyatakan diri merdeka, Timor Leste selama tiga tahun dikelola oleh PBB menyusul hasil referendum berdarah pada akhir Agustus 1999, yang menyatakan Timor Leste berpisah dari kedaulatan Indonesia. Sebelum referendum, Timor Leste menjadi provinsi Indonesia ke-27, yang menduduki wilayah itu pada Desember 1975.