Lintasan Sejarah 21 Mei 2017
Hari ini, Ahad tanggal 21 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Ordibehesht 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Benito Musolini Lahir
134 tahun yang lalu, tanggal 21 Mei 1883, Benito Mussolini, pemimpin gerakan fasisme Italia, terlahir ke dunia di kota Predappio, Italia.
Pada tahun 1914, Musolini menerbitkan suratkabar beraliran fasis dan mendirikan organisasi fasis. Seusai Perang Dunia I, gerakan Fasisme ini berkembang menjadi gerakan politik dan pada tahun 1921, Mussolini terpilih sebagai anggota parlemen Italia.
Tahun berikutnya, ketika pemerintahan Luigi Facta gagal, Mussolini diperintah oleh Raja untuk membentuk pemerintahan. Selama memerintah, Mussolini menerapkan dikatorisme dan sistem sensor yang sangat ketat.
Mussolini juga membentuk aliansi militer dengan Nazi Jerman pada tahun 1939 dan tak lama kemudian meletuslah Perang Dunia II. Karena lemahnya tentara Italia, negara ini dengan segera kalah perang.
Para pendukung Mussolini berbalik menentangnya dan Musolini kemudian dipecat dan ditahan atas perintah Raja. Musolini sempat melarikan diri atas bantuan Jerman namun pada tahun 1945, ia kembali tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.
Hasan Shirazi Meninggal Dunia
126 tahun yang lalu, tanggal 24 Sya'ban 1312 HQ, Mirza Muhammad Hasan Shirazi, seorang ahli fiqih dan marji' besar Islam, meninggal dunia.
Mirza Muhammad Hasan Shirazi dilahirkan pada tahun 1230 Hijriah di kota Shiraz, di selatan Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan pendidikan ke hauzah imiah di kota Najaf, Irak.
Selama beberapa tahun, beliau belajar dari Syaikh Murtadha Anshari, yang merupakan ulama besar pada zaman itu, sampai akhirnya mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Mirza Shirazi merupakan pencetus pemboikotan tembakau di Iran. Beliau mengeluarkan fatwa yang mengharamkan tembakau dan rokok, yang kala itu penjualannya dimonopoli oleh Inggris. Fatwa ini merupakan penentangan besar terhadap rezim yang berkuasa waktu itu, yaitu Raja Nasirudin dari Dinasti Qajar, yang bekerjasama dengan Inggris.
Fatwa pengharaman tembakau ini memberikan pengaruh besar bagi perjuangan rakyat Iran selanjutnya dalam melawan rezim-rezim despotik di Iran.
Imam Khomeini ra Kembali Masuk Rumah Sakit
28 tahun yang lalu, tanggal 28 Ordibehesht 1368 HS, Imam Khomeini ra kembali masuk rumah sakit.
Begitu semakin jelas tanda-tanda pendarahan di alat pencernaan Imam Khomeini ra pada 28 Ordibehesht 1368 HS, beliau kembali sakit dan bahkan semakin parah. Para dokter siang malam melakukan pengecekan kesehatan beliau dan pada 31 Ordibehesht 1368 beliau dipindahkan ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Pasca operasi atas alat pencernaannya, rakyat Iran melakukan doa bersama di masjid-masjid di seluruh penjuru negeri mendoakan kesembuhan beliau.
Akhirnya, setelah tim dokter mengerahkan segala kemampuannya agar kondisi fisik Imam Khomeini ra membaik, namun pada malam tanggal 14 Khordad 1368, beliau meninggal dunia.
Suharto Mundur
19 tahun yang lalu, tanggal 21 Mei 1998, Jenderal Suharto, Presiden Republik Indonesia yang telah berkuasa di negara itu selama 33 tahun, akhirnya terpaksa mengundurkan diri.
Suharto meraih kekuasaan pada tahun 1965 menggantikan presiden pertama Indonesia, Ahmad Sukarno. Selama periode kekuasaan Suharto, kebebasan berpendapat dan berpolitik amat dikekang, namun di bidang ekonomi, Indonesia sempat mencapai kemajuan pesat khususnya pada dekade 80 dan 90-an.
Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1998 juga berimbas besar kepada struktur perekonomian Indonesia yang rapuh karena banyaknya korupsi dan kolusi. Krisis ini memberikan momentum kepada gerakan reformasi yang dipimpin oleh mahasiswa Indonesia.
Demonstrasi anti Suharto yang meluas di seluruh negeri serta krisis ekonomi yang semakin memburuk membuat Suharto akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kursi kepresidenan kepada wakil presiden saat itu, BJ Habibie.