Lintasan Sejarah 22 Mei 2017
Hari ini, Senin tanggal 22 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Sya'ban 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Iran Peringati Hari Mulla Sadra
Tanggal 1 Khordad, Republik Islam Iran memperingati Hari Mulla Sadra.
Sadr ad-Din Mohammad Shirazi yang dikenal dengan sebutan Sadr al-Mutaallihin dan Mulla Sadra lahir pada 9 Jumadil Awal 980 HQ di kota Shiraz. Fondasi keilmuan dan akhlaknya dibangun dengan menghadiri kuliah yang disampaikan gurunya Sheikh Bahai, ulama besar di masa kekuasaan Dinasti Safavi, Persia. Setelah itu beliau belajar filsafat, teologi dan irfan kepada Mirdamad dan ilmu-ilmu alam, matematika, perbintangan dan arsitektur pada Hakim Abul Qasem Mir Fandaraski.
Dengan penguasaannya akan filsafat Paripatetik, Iluminasi, Mulla Sadra kemudian sistem pemikiran filsafatnya dan menamakan aliran pemikirannya dengan Hikmah Muta’aliyah. Beliau menggabungkan empat aliran pemikiran penting seperti irfan, filsafat yang mencakup Paripatetik dan Iluminasi serta ajaran agama Islam dan membangun basis filsafat Hikmah Muta’aliyah.
Mulla Sadra dalam bangunan filsafatnya berhasil menggabungkan irfan, filsafat dan agama atau penyucian jiwa, rasionalitas dan wahyu dalam sebuah sistem pemikiran yang harmonis. Mulla Sadra berusaha menafsirkan agama dengan pendekatan irfan dan filsafat. Beliau meninggalkan banyak karya tulis dan yang terpenting adalah buku monumentalnya al-Asfar al-Arba’ah.
Akhirnya alim dan filsuf ini meninggal dunia pada 1050 HQ di usia 70 tahun di kota Basrah dan dikebumikan di kota itu juga.
Abu Muslim Khurasani Terbunuh
1301 tahun yang lalu, tanggal 25 Sya'ban 137 HQ, Abu Muslim Khurasani, seorang panglima perang asal Iran, dibunuh atas perintah al-Manshur, penguasa dari Dinasti Abbasiah.
Abu Muslim Khurasani adalah pemimpin gerakan pemberontakan rakyat terhadap pemerintahan Umawiyah yang despotik. Kelompok pemberontakan yang bernama "Pembawa Bendera Hitam" ini, setelah melalui banyak peperangan, berhasil menggulingkan pemerintahan Umawiyah.
Setelah runtuhnya Dinasti Umawiyah, Dinasti Abassiah memegang tampuk kekuasaan. Khalifah al-Manshur kemudian merasa khawatir atas kekuasaan yang dimiliki Abu Muslim Khurasani dan pengaruhnya yang meluas di tengah masyarakat. Oleh karena itulah dia memerintahkan antek-anteknya untuk membunuh Khurasani.
Kemenangan Kelompok Sarbedaran
701 tahun yang lalu, tanggal 25 Sya'ban 737 HQ, perjuangan kelompok Sarbedaran melawan pemerintahan Mongol di Sabzevar, timur laut Iran, mencapai kemenangan.
Sejak saat itu pula, dimulailah pemerintahan Sarbedaran. Sarbedaran adalah sekelompok orang yang berjuang menentang kezaliman pemerintahan Mongol di Iran. Mereka dipimpin oleh para ruhaniwan, di antaranya Syaikh Khalifah, Syaikh Hasan Juri, dan Abdul Razaq.
Slogan perjuangan kelompok ini adalah "Para Pezalim Kita Musnahkan atau Kita Pergi ke Tiang Gantungan." Oleh karena itulah kelompok ini dinamakan Sarbedaran yang artinya "kepala-kepala yang siap digantung".
Kelompok Sarbedaran menguasai pemerintahan di timur laut Iran selama lima abad sampai datangnya Teimur Gorgani pada tahun 788 Hijriah yang merebut kekuasaan dari tangan mereka.
Yaman Bersatu
27 tahun yang lalu, tanggal 22 Mei 1990, dideklarasikanlah Republik Yaman yang merupakan persatuan dari Republik Arab Yaman dan Republik Rakyat Demokratik Yaman.
Mantan Presiden Republik Arab Yaman, Ali Abdullah Saleh menjadi presiden di negara baru ini sedangkan mantan presiden Republik Rakyat Demokratik Yaman, Ali Salim l-Bidh, diangkat sebagai wakil presiden. Yaman adalah salah satu pusat peradaban tertua di Timur Dekat. Pada abad ke-7, Yaman dikuasai oleh kekhalifahan Islam.
Pada abad ke-19, Yaman utara dikuasai oleh Imperium Ottoman sedangkan Yaman Selatan dikuasai oleh Inggris. Setelah merdeka dari penjajahan, masing-masing wilayah mendirikan negara terpisah.
Yaman utara menjadi Republik Arab Yaman sedangkan Yaman selatan yang dikuasai kaum Marxis mendirikan negara Republik Demokratik Rakyat Yaman. Sejak tahun 1972, pemerintah kedua negara itu mulai membicarakan kemungkinan disatukannya kembali negara Yaman, namun baru terwujud 18 tahun kemudian.