May 27, 2017 16:03 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 27 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Awal Ramadhan

Hari ini adalah awal bulan Ramadhan. Bulan diturunkannya al-Quran dan berkah ilahi. Allah menjadikan bulan ini sebagai bulan rahmat dan berkah serta menyeru semua manusia menjadi tamu-Nya.

Dalam menjelaskan keagungan bulan ini, Rasulullah Saw menyebut harinya merupakan hari terbaik dan malamnya adalah malam-malam terbaik. Beliau kemudian meminta kepada umat Islam untuk memanfaatkan seluas-luasnya berkah yang ada di bulan ini.

Selain itu, di dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang disebut Lailatul Qadar. Satu malam yang sangat penting di bulan ini. Karena Allah Swt dalam al-Quran pada ayat pertama hingga ketiga surat al-Qadr berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."

Syahadah Imam Ali as dan kelahiran Imam Hasan as, cucu Rasulullah Saw merupakan dua peristiwa lain di bulan Ramadhan. Kita berdoa kepada Allah Swt agar membantu kita meraih berkah spiritual di bulan agung ini, sehingga mendapat rahmat dan maghfirah-Nya.

Abu Ali Sina Wafat

1010 tahun yang lalu, tanggal 1 Ramadhan 428 HQ, Abu Ali Sina atau Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar muslim, menutup usia pada usia 58 tahun, di kota Hamedan, Iran.

Ibnu Sina pada usia remaja telah menghapal al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu teknik dan astronomi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina telah menguasai semua ilmu yang berkembang pada zaman itu. Meski menguasai sangat banyak bidang ilmu, Ibnu Sina paling terkenal atas kemampuannya di bidang kedokteran.

Atas keberhasilannya mengobati seorang raja Dinasti Samani, Ibnu Sina diizinkan untuk memanfaatkan perpustakaan besar yang dimiliki oleh raja tersebut. Ibnu Sina kemudian banyak melakukan penelitian di perpustakaan tersebut.

Karya-karya penulisan yang dihasilkan Ibnu Sina sedemikian hebatnya, sehingga menajdi rujukan bagi para ilmuwan di berbagai zaman dan berbagai tempat, termasuk di dunia Barat. Karya terkenal Ibnu Sina antara lain berjudul Syifaa, yang merupakan buku filsafat danQanun yang membahas tentang masalah kedokteran.

Revolusi Rakyat Maroko Kalah

91 tahun yang lalu, tanggal  27 Mei 1926, revolusi rakyat muslim Maroko wilayah Rif dalam melawan penjajah Spanyol dan Perancis, mengalami kekalahan.

Pemimpin revolusi ini adalah Abdul Karim Rifi. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Abdul Karim Rifi telah berjuang melawan Spanyol dan berhasil meraih kemenangan.

Kemenangan Abdul Karim Rifi melawan Spanyol ini menimbulkan ketakutan di kalangan Perancis sehingga pada tahun 1924, tentara Perancis turun tangan untuk menolong Spanyol. Tujuannya adalah untuk mencegah meluasnya kemenangan Abdul Karim Rifi ke wilayah yang diduduki oleh Perancis.

Akhirnya, perjuangan Abdul Karim Rifi dan pasukannya mengalami kekalahan setelah terbunuhnya para pemimpin pasukan dan ribuan rakyat muslim kawasan Rif.

Allamah Mohammad Abdul Wahhab Qazvini Wafat

68 tahun yang lalu, tanggal 6 Khordad 1328 HS, Allamah Mohammad Abdul Wahhab Qazvini meninggal dunia di Tehran di usia 86 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Hazrat Abdul Azeem, Rey, Tehran.

Muhammad bin Abdul Wahhab Qazvini lahir di Tehran sekitar tahun 1255 HS. Beliau menyelesaikan pendidikan klasiknya di Tehran dan setelah itu beliau belajar fiqih kepada Ayatullah Sheikh Fazlollah Nouri, teologi dan filsafat kepada Sheikh Ali Nouri. Mohammad Qazvini juga belajar kepada Mirza Hassan Ashtiani, Sheikh Hadi Najm Abadi, Sayid Ahmad Adib Pishavari dab berhasil menunjukkan kecerdasannya yang luar biasa. Ia belajar bahasa Perancis kepada Zaka al-Maleki

Foroughi. Akhirnya Allamah Qazvini berhasil mencapai derajat ilmu yang tinggi dan melakukan penelitian yang mendalam tentang prinsip-prinsip seni dan filsafat.

Allamah Qazvini pada 1283 HS pergi ke Inggris dan Perancis atas undangan saudaranya Mirza Ahmad Khan dan berkesempatan berkenalan dengan para orientalis Barat seperti Henri Masse dari Perancis, Edward Granville Browne dari Inggris dan Vladimir Fedorovich Minorsky dari Rusia yang berujung pada kerjasama budaya di antara mereka.

Allamah Qazvini kembali ke Iran pada 1318 HS setelah sekitar 35 tahun mukim di Eropa dan langsung sibuk mengajar dan mengkaji. Beliau termasuk ulama yang jarang dicari tandingannya dalam penguasaan terhadap ilmu-ilmu klasik dan modern. Karya tulisnya juga juga mencakup banyak bidang keilmuan.