May 31, 2017 12:23 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 31 Mei 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Joseph Haydn Meninggal

208 tahun yang lalu, tanggal 31 Mei 1809, Joseph Haydn, seorang komposer besar asal Austria, meninggal dunia.

Hayden dilahirkan pada tahun 1732 di sebuah desa bernama Rohrau. Keluarga Haydn sangat mencintai musik, namun hanya Joseph Haydn-lah yang memperlihatkan bakat untuk menjadi pemusik. Pada usia enam tahun, dia mulai mempelajari musik secara serius di kota kecil Hainburg. Pada usia delapan tahun, Haydn ditarik menjadi anggota paduan suara gereja di Wina dan di sanalah ia hidup hingga akhir hayatnya.

Beberepa tahun kemudian, Haydn dikeluarkan dari paduan suara itu sehingga ia terpaksa mencari uang dengan bermain biola di pesta-pesta sebelumnya akhirnya bekerja di Akademi Musik milik Nicola Porpora. Pada tahun 1759, ia menciptakan Simpony Pertama. Kemampuan musiknya yang besar menyebabkan ia diundang untuk bergabung dengan orkestra pribadi milik seorang pangeran dan di sanalah ia banyak menciptakan berbagai komposisi musik yang membuatnya terkenal.

Mulla Aliyari Tabrizi Lahir

202 tahun yang lalu, tanggal 5 Ramadan 1236 HQ, Mulla Aliyari Tabrizi, seorang ulama terkenal di kawasan Iran utara terlahir ke dunia.

Semasa hidupnya, Tabrizi dikenal sebagai orang yang sangat menguasai fiqh, ilmu hadits, puisi, sastra, filsafat, matematika, dan astronomi. Awalnya ia menuntut ilmu di hauzah ilmiah Najaf, Irak, dan berguru kepada para ulama besar di sana pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari dan Mirza Syirazi.

Setelah menimba ilmu di Najaf, Aliyari Tabrizi kembali ke Iran dan mengajarkan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari Najaf itu di tanah airnya. Ia kemudian melahirkan sejumlah ulama terkenal.

Aliyari Tabrizi juga menulis sejumlah buku dengan berbagai macam tema. Kitab karya Tabrizi yang paling terkenal adalah "Dalail Al-Ahkam fi Syarhi Syara'i Al-Islam".

Uni Afrika Selatan Dibentuk

107 tahun yang lalu, tanggal 31 Mei 1910, berdirilah Union of South Africa atau Uni Afrika Selatan yang merupakan negara semi merdeka di bawah dominasi Inggris.

Pembentukan Uni Afrika Selatan ini terjadi delapan tahun setelah berakhirnya perang Anglo-Boer, yang meletus antara para imigran Belanda dan tentara Inggris. Kawasan Afrika Selatan pertama kali ditemukan oleh pelaut asal Portugis pada tahun 1488.

Karena kekayaan alam yang dikandung oleh tanah Afsel, orang-orang Eropa, terutama Belanda, berdatangan dan menetap di sana sejak pertengahan abad ke-17.  Dua abad kemudian, tentara Inggris datang pula ke Afsel dan menjadikannya sebagai wilayah jajahan. Hal inilah yang memicu perang antara orang-orang Inggris dan Belanda yang bermukim di Afsel. Melalui pembentukan Uni Afrika Selatan ini, para imigran Barat  mendapat hak otonomi untuk mengatur pemerintahan sendiri di bawah pengawasan Inggris. Pada tahun 1961, barulah Afsel merdeka penuh sebagai negara republik. Namun, kaum kulit putih yang menguasai pemerintahan menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap pemilik asli tanah Afsel, bangsa kulit hitam.

Setelah melalui perjuangan panjang, pada tahun 1991, barulah kaum kulit hitam Afsel berhasil meraih hak yang sejajar dengan kaum kulit putih dengan berakhirnya pemerintahan apartheid.

Ayatullah Azizullah Khosravi Zanjani Wafat

22 tahun yang lalu, tanggal 10 Khordad 1374 HS, Ayatullah Azizullah Khosravi Zanjani meninggal dunia di usia 87 tahun dan dikuburkan di Pemakaman Syuhada Takab, Azerbaijan Barat.

Ayatullah Haj Sheikh  Azizullah Khosravi Zanjani lahir pada 1287 HS di salah satu kota di Zanjan, Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau belajar ilmu-ilmu agama di hauzah ilmiah Zanjan. Beliau setelah belajar selama 10 tahun akhirnya pindah ke Qom dan selama 12 tahun mengikuti kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada para guru besar seperti Ayatullah Sayid Sadruddin Sad, Mohammad Feiz Qommi, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra.

Ayatullah Zanjani pada 1334 HS dikirim oleh Ayatullah al-Udzma Boroujerdi ke daerah-daerah terpencil di provinsi Azerbaijan Barat dan hingga akhir hayatnya selama 40 tahun beliau membaktikan dirinya untuk mengajar, menulis dan menuntun masyarakat di sana. Sekalipun kondisi hidup di sana sangat berat, tapi beliau sangat berperan dalam penyebaran ajaran Ahlul Bait dan memperkokoh akidah Syiah.

Ayatullah Azizullah Zanjani dalam proses kebangkitan rakyat Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra tampil menjadi seorang ulama penentang rezim Shah Pahlevi di Azerbaijan Barat. Beliau membuktikan tidak pernah berdamai dengan rezim Shah. Pasca kebangkitan 15 Khordad 1342 HS, beliau mendapat ancaman saat berpidato di hadapan rakyat, namun dengan penuh keberanian, beliau tetap tampil dan berpidato.