Lintasan Sejarah 2 Juni 2017
Hari ini, Jumat tanggal 2 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Abu Thalib, Paman Nabi
1441 tahun yang lalu, tanggal 7 Ramadan tahun kesepuluh kenabian Rasulullah Saw, Abu Thalib, paman Nabi Saw meninggal dunia.
Pasca wafatnya Abdul Mutthalib, kakek Muhammad, Abu Thalib yang bertanggung jawab membesarkan Muhammad dan selama hidupnya senantiasa berada di sisi beliau. Abu Thalib pasca diutusnya Muhammad sebagai nabi tetap menjadi penolong beliau dan berdiri tegar menghadapi gangguan orang-orang Musyrik Quraisy..
Masalah keimanan dan keislaman Abu Thalib sejak dahulu menjadi perselisihan antara Syiah dan Ahli Sunnah. Perlahan-lahan masalah ini menjadi serius dibahas dalam pembahasan akidah, teologi dan politik. Ulama Syiah yang bersandarkan pada riwayat-riwayat dari para Imam dan syair-syair Abu Thalib sendiri menyebut beliau seorang Muslim. Bahkan dalam masalah ini banyak risalah yang ditulis seperti buku Iman Abu Thalib, karya Syeikh Mufid. (IRIB Indonesia)
Nizhamuddin Tarmidzi Lahir
494 tahun yang lalu, tanggal 7 Ramadan tahun 944 HQ, Sayid Nizhamuddin Muhammad Ma'shum Safha'iy Tarmidzi, seorang sejarawan dan penyair terkenal abad ke-10 Hijriah, terlahir ke dunia di India.
Kakek moyang Sayid Nizhamuddin adalah kaum Muslimin etnis Tarmidz dan hidup di Qandahar Afganistan tenggara. Namun, karena ayahnya pindah ke India, maka Sayid Nizhamudin setelah menyelesaikan pendidikannya di Qandahar, juga pindah ke India dan hidup di Gujarat. Di sanalah ia kemudian menciptakan syair-syairnya.
Sayid Nizhamuddin yang dikenal dengan nama "Namy" ini merupakan seorang cendikiawan terkemuka pada zamannya. Karya-karyanya yang terkenal, di antaranya berjudul "Tibb-e Namy". Dia meninggal tahun 1019 Hijriah.
NAZI Jerman Menguasai Libya
75 tahun yang lalu, tanggal 2 Juni tahun 1942, Marshal Erwin Rommel, seorang komandan ahli strategi Operasi Anti Serangan Massal asal Jerman, memulai operasinya di utara Afrika.
Sebelumnya, tentara Inggris telah menyerbu kawasan Libya dan berhasil merampasnya dari tangan pasukan NAZI Jerman. Akan tetapi, lewat operasi yang berlangsung selama sebulan ini, tentara Jerman bukan saja mampu mengambil alih Libya, mereka bahkan mampu menaklukkan kawasan-kawasan lain di sekitar Libya seperti al-‘Ilmain dan Kota Pelabuhan Iskandariah di Mesir.
Kemenangan tentara Jerman ini sangat mengkhawatirkan pasukan sekutu yang diprediksikan bisa menduduki Terusan Suez. Untuk itulah, Inggris mengerahkan segenap kekuatannya ke kawasan tersebut dan akhirnya, pada bulan November tahun itu, tentara Inggris kembali berhasil memukul mundur tentara Jerman.
Hujjatul Islam Sayid Abu Turabi Wafat
17 tahun yang lalu, tanggal 12 Khordad 1379 HS, Hujjatul Islam Sayid Abu Turabi meninggal dunia akibat tabrakan saat hendak menuju Mashad bersama ayahnya.
Sayid Ali Akbar Abu Turabi lahir di kota Qom pada 1318 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah, beliau kemudian melanjutkan pendidikan agama di kota Mashad. Hujjatul Islam Abu Turabi terlibat aktif dalam demonstrasi rakyat Qom pada 15 Khordad 1342 HS dan ketika Imam Khomeni ra diasingkan ke Najaf, beliau juga pergi ke Najaf dan di sana beliau ikut kuliah Imam Khomeini ra. Abu Turabi belajar di Najaf selama 6 tahun dan kemudian ditahan di perbatasan Khosravi. Oleh SAVAK, beliau dipindahkan ke penjara Komite Bersama dan setelah beberapa waktu untuk kedua kalinya beliau dipindahkan ke penjara Evin.
Pasca pembebasannya dari penjara, bersama syahid Sayid Ali Andarzgu, Hujjatul Islam Abu Turabi mulai mengorganisir jihad bersenjata dan berkali-kali dikejar oleh pihak SAVAK.
Hujjatul Islam Abu Turabi setelah kemenangan Revolusi Islam Iran terpilih menjadi Ketua Komite Revolusi Islam Qazvin dan dalam pemilu legislatif daerah beliau berhasil menjadi anggota dewan perwakilan daerah Qazvin, bahkan menjadi ketuanya.
Bersamaan dengan Perang Pertahanan Suci selama 8 tahun, Hujjatul Islam Abu Turabi bersama syahid Doktor Mostafa Chamran bergabung dalam staf perang gerilya mengkoordinasi pasukan. Pada tanggal 26 Azar 1359 Hs dalam sebuah operasi yang dilakukannya, beliau tertawan pasukan rezim Saddam.
Hujjatul Islam Abu Turabi dipenjara di kamp al-Anbar, Mosul 1, 3, 4, Ramadi, Tikrit 5, 17, 18 dan juga penjara Baghdad. Setelah berlalu 10 tahun ditawan, akhirnya pada 1369 Hs, beliau kembali ke tanah air dan tanggal 7 Mehr 1369 Hs diangkat oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran sebagai Wakil Wali Faqih urusan tawanan Iran yang telah dibebaskan Irak. Beliau juga sempat menjadi anggota Majlis (parlemen) Iran periode 4 dan 5.