Jun 05, 2017 07:04 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 5 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sayidah Khadijah as Wafat

1441 tahun yang lalu, tanggal 10 Ramadan tiga tahun sebelum Hijriah, Khadijah as, istri Rasulullah Saw meninggal dunia.

Sayidah Khadijah as adalah seorang perempuan Quraisy yang terkemuka dan hartawan. Ketika Muhammad Saw diangkat Allah sebagai Rasul, Khadijah adalah orang pertama yang beriman dan memeluk agama Islam. Beliau pun menjadi pendukung utama dakwah Rasulullah dan bahkan mengorbankan seluruh hartanya demi dakwah Islam.

Tahun wafatnya Khadijah disebut sebagai tahun kesedihan karena pada tahun yang sama, Rasulullah juga kehilangan pendukung utamanya yang lain, yaitu Abu Thalib.

Mengenai Khadijah, Rasulullah bersabda, "Demi Allah, Khadijah adalah anugerah terbesar dari Allah untukku. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkariku dan dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku."

Nizhamul Mulk Tewas

953 tahun yang lalu, tanggal 10 Ramadan 485 HQ, Nizhamul Mulk, seorang menteri terkenal dari Dinasti Saljuq, Iran, tewas dibunuh pesaing politiknya.

Nizhamul Mulk dilahirkan pada tahun 410 Hijriah di kota Tus,  Iran. Selama 40 tahun, ia mengabdi pada dinasti Saljuk. Dalam periode itu, dia ditugaskan untuk mendirikan sekolah-sekolah di Bagdad, yang terkenal adalah Nizhamiah yang memiliki murid enam ribu orang.

Karya terkenal Nizhamul Mulk adalah buku "Siyasat-nameh" yang terdiri dari 50 bab dan membahas berbagai masalah, seperti Quran, sejarah para nabi, dan metode-metode pemerintahan.

Sukarjo Wiryopranoto Lahir

114 tahun yang lalu, tanggal 5 Juni 1903, Sukarjo Wiryopranoto, pahlawan nasional Indonesia lahir di Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sukarjo Wiryopranoto adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia. Tamatan Sekolah Hukum tahun 1923 ini kemudian bekerja di Pengadilan Negeri di beberapa kota sampai akhirnya mendirikan sendiri kantor pengacara "Wisnu" di Malang, Jawa Timur.

Sukardjo menjadi anggota Volksraad pada tahun 1931. Selain itu bersama Dr. Soetomo ia mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sampai akhir hayatnya.

Penangkapan Imam Khomeini ra dan Demonstrasi Rakyat Iran

54 tahun yang lalu, tanggal 15 Khordad 1342 HS, rezim Shah Pahlevi menangkap Imam Khomeini ra yang berujung pada kemarahan rakyat dan Shah dengan bantuan Amerika membantai rakyat Iran. Pada hari itu dikenal sebagai kebangkitan rakyat Iran menentang Shah.

Menyusul diusulkannya draf negara federal di Majlis Dewan Nasional pada 1341 HS, Imam Khomeini ra memulai perjuangannya melawan rezim despotik Shah Pahlevi. Puncak perjuangan ini terjadi ketika pasukan rezim Pahlevi pada 2 Farvardin 1342 HS menyerang Madrasah Feizieh, Qom yang mengakibatkan para pelajar agama dan ulama yang berada di sana cedera dan gugur syahid. Mereaksi perbuatan terkutuk rezim Pahlevi, Imam Khomeini ra pada hari Asyura tahun 1342 HS menyampaikan pidato historis menentang rezim Shah Pahlevi dan Israel.

Akibat pidato yang membongkar konspirasi rezim Shah dan Israel, pasukan keamanan rezim menahan Imam Khomeini ra. Berita penahanan Imam Khomeini ra oleh pasukan Shah, dengan cepat menyebar di Qom, Tehran dan setelah itu di daerah-daerah lainnya.

Melihat kemarahan rakyat atas penahanan Imam, Shah kemudian dengan bantuan Amerika pada 15 Khordad 1342 HS membantai rakyat Qom, Tehran, Shiraz, Mashad, Tabriz dan daerah-daerah lainnya.

Tidak ada angka yang pasti mengenai berapa jumlah sebenarnya warga yang syahid akibat pembantaian itu, tapi diperkirakan antara 5 hingga 15 ribu orang. Selain diterapkan sensor berita yang ketat, tapi berita mengenai penahanan Imam Khomeini ra dan kebangkitan 15 Khordad dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri dan membangkitkan gelombang kemarahan rakyat terhadap Shah Pahlevi.

Akhirnya, setelah ditahan selama 10 bulan, Imam Khomeini ra dibebaskan pada 18 Farvardin 1343 HS dan dengan kebebasan itu, Imam kembali melanjutkan perjuangannya melawan rezim Shah. Kebangkitan 15 Khordad merupakan titik perubahan dalam sejarah perjuangan bangsa Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra.