Jun 06, 2017 09:45 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 6 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibrahim Karki Wafat

585 tahun yang lalu, tanggal 11 Ramadhan 853 HQ, Ibrahim Karki, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia di Kairo, Mesir.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Ibrahim Karki pergi menuntut ilmu ke berbagai pusat pendidikan hingga mencapai keilmuan yang tinggi di bidang fiqih, hadis, dan sastra. Ibrahim Karki juga banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "I'rabul Mufashal" di bidang ilmu al-Quran.

Kelahiran Bung Karno

116 tahun yang lalu, tanggal 6 Juni 1901, Proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno, terlahir ke dunia.

Ir. Soekarno presiden pertama Indonesia yang menjabat pada periode 1945-1966. Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya.


Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Buleleng, Bali. Setelah tamat HBS pada 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School di Bandung. Ia mendirikan Partai Nasional Indonesia pada 1927. Karena aktivitasnya di PNI, ia ditangkap Belanda pada Desember 1929.


Penangkapan tersebut memunculkan pleidoinya yang fenomenal: 'Indonesia menggugat'. Soekarno aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia. Ia berperan dalam merumuskan Pancasila, UUD 1945, dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan.


Soekarno menetapkan momen tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Ia sengaja memilih tanggal 17 Agustus 1945. Saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan yang diyakini merupakan tanggal turunnya Alquran.


Setelah pengakuan kedaulatan, Soekarno diangkat sebagai presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur.

Ayatullah Muhammad Mahdi Khalishi Wafat

95 tahun yang lalu, tanggal 11 Ramadhan 1343 HQ, Ayatullah Muhammad Mahdi Khalishi meninggal dunia di usia 67 tahun.

Ayatullah Muhammad Mahdi Khalishi lahir pada 1276 HQ di desa Kazhimain, Irak. Beliau belajar kepada guru-guru besar hauzah seperti Mirza Habibullah Rasyti, Akhond Khorasani dan Mirza Shirazi di Kazhimain dan Najaf al-Asyraf, sehingga berhasil meraih derajat keilmuwan yang tinggi.

Ayatullah Khalishi tidak hanya sibuk dengan masalah keagamaan, tapi juga politik. Menurutnya, berpolitik merupakan bagian dari agama.

Oleh karenanya, beliau menghabiskan umurnya bertahun-tahun dengan berjuang menentang kolonialisme, khususnya penjajah Inggris. Beliau punya peran penting dalam kebangkitan Irak pada 1920 M, bersama Ayatullah Shirazi dan berusaha keras untuk memerdekakan Irak dari tangan penjajah.

Selain berjuang, Ayatullah Khalishi juga meninggalkan karya ilmiah seperti Catatan Pinggi Alfiyah, Catatan Pinggir Kifayah al-Ushul, al-Qawa’id al-Fiqhiyah dan lain-lain.

Imam Khomeini ra Dimakamkan di Behesht Shohada

28 tahun yang lalu, tanggal 16 Khordad 1368 HS, jasad Imam Khomeini ra dimakamkan di pekuburan Behesht Shohada, Tehran.

Pasca pemindahan jasad Imam Khomeini ra ke Mosalla Tehran, rakyat Iran berbondong-bondong menuju Mosalla untuk menyampaikan salam perpisahan dengan pemimpinnya. Akhirnya dalam sebuah peristiwa bersejarah dan tidak ada bandingannya di dunia, pagi tanggal 16 Khordad 1368 HS, dengan dihadiri oleh jutaan rakyat Iran prosesi shalat jenazah Imam Khomeini ra dilakukan dan dipimpin oleh Ayatullah al-Udzma Golpaygani.

Rakyat Iran yang masih diliputi kesedihan terus mengikuti proses pemindahan jenazah Imam Khomeini ra hingga ke Behesht Zahra. Partisipasi rakyat yang luar biasa dan tengah berduka cita itu membuat proses pengebumian Imam Khomeini ra ditunda beberapa kali dan akhirnya pada pukul 16.30 tanggal 16 Khordad 1368 Hs di tengah teriakan kesedihan rakyat, akhirnya jenazah Imam Khomeini ra tenang berada di antara para syahid.

Kini, makam suci Imam Khomeini ra yang berada di dekat tanah suci para syahid telah menjadi tempat ziarah pecinta Imam Khomeini ra dan tempat pertemuan pendukung Wilayatul Faqih dan Revolusi Islam.