Lintasan Sejarah 17 Juni 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 17 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Majah Wafat
1165 tahun yang lalu, tanggal 22 Ramadan 273 HQ, Ibnu Majah, ahli hadis dan tafsir terkenal muslim, meninggal dunia.
Ibnu Majah dilahirkan di kota Qazvin, Iran pada tahun 209 Hijriah. Untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam, beliau melakukan perjalanan ke berbagai negara.
Setelah menuntut ilmu, Ibnu Majah menulis buku terkenalnya yang berjudul Sunan Ibnu Majah yang merupakan salah satu dari "Kitab Enam" yang diakui di kalangan Ahlus-Sunnah. Karya lain Ibnu Majah adalah "Tafsir Quran" dan "Sejarah Qazvin".
Haji Abdul Husain Tehrani
152 tahun yang lalu, tanggal 22 Ramadan 1286 HQ, Haji Abdul Husain Tehrani, yang terkenal dengan nama Syaikhul Iraqain, salah seorang ulama terkemuka Iran, meninggal dunia.
Selain dikenal menguasai bidang fiqih, hadis, dan tafsir Quran, Syaikhul Iraqain juga dikenal sebagai pribadi yang hidup zuhud.
Beliau menulis banyak buku dan memiliki koleksi buku yang sangat banyak di perpustakaanya. Setelah wafatnya, perpustakaan besar tersebut diwakafkan untuk dimanfaatkan oleh para peneliti.
Perjanjian Jenewa
92 tahun yang lalu, tanggal 17 juni 1925, perjanjian yang melarang penggunaan senjata biologi dan kimia ditandatangani di kota Jenewa, Swiss.
Berdasarkan perjanjian ini, senjata-senjata kimia, gas, biologi dan sejenisnya secara resmi dilarang. Pada tahap pertama hanya sekitar 25 negara menandatangani kesepakatan ini. Namun dengan berlalunya waktu, jumlah negara yang menjadi anggota perjanjian ini semakin meningkat.
Perjanjian ini dibuat untuk mencegah terulangnya tragedi kemanusiaan akibat penggunaan senjata-senjata pembunuh massal ini oleh Jerman dalam perang dunia pertama. Tetapi meski ada perjanjian namun sejumlah negara tetap tidak mempedulikannya. Contoh nyata adalah AS yang menggunakan senjata kimia pada perang Vietnam dan rezim Baath Irak dalam perangnya melawan Iran.
Perancis Menyerah kepada Jerman
77 tahun yang lalu, tanggal 17 Juni 1940, Pemimpin Perancis, Marsekal Henri Petain, menyatakan menyerah saat pasukan Jerman menguasai Ibukota Paris.
Di bawah kekuatan Nazi pada awal Perang Dunia Kedua, Jerman mendominasi Eropa. Selain menyerah, Petain juga menyatakan bersedia bekerjasama dengan Jerman, yang saat itu di bawah kekuasaan Partai Nazi pimpinan Adolf Hitler.
Sikap Petain itu dinyatakan dalam penandatanganan perjanjian dengan Jerman. Dalam perjanjian itu, Petain bersedia menyerahkan lebih dari separuh wilayah Perancis ke dalam pendudukan Jerman.
Sebagai imbalan, Petain tetap berstatus sebagai kepala negara Perancis yang berkedudukan di kota Vichy.
Imam Khomeini Bentuk Lembaga Jihad Pembangunan
38 tahun yang lalu, tanggal 27 Khordad 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan dibentuknya Lembaga Jihad Pembangunan.
Jahad Sazandegi (Jihad Pembangunan) dibentuk pada 27 Khordad 1358 HS atas perintah Imam Khomeini ra dan sejak awal kerjanya, lembaga ini mampu merekrut sumber daya manusia yang peduli, muda dan profesional di pelbagai bidang guna menghidupkan dan meremajakan desa-desa di bidang sosial, ekonomi dan budaya.
Ketika dibentuknya lembaga Jihad Pembangunan ini Imam Khomeini berkata, "Sekarang kita memasuki periode pembangunan. Kita menjulukan tangan kita kepada bangsa dan meminta mereka untuk berpartisipasi dalam gerakan ini."
Menyusul dikeluarkan perintah Imam Khomeini ra ini, muncul upaya memobilisasi pelbagai kalangan masyarakat untuk memberantas kemiskinan. Pelayanan yang diberikan oleh lembaga Jihad Pembangunan tidak hanya membangun dan menyejahterakan kawasan terpencil dan miskin selama delapan tahun perang, tapi juga berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Iran.
Lembaga ini juga berperan besar dalam mengembangkan industri pedesaan, pertanian, peternakan, pembangunan bendungan, sumber-sumber alam dan puluhan layanan lainnya. Aktivitas lembaga ini juga tidak terbatas hanya di Iran, tapi juga merambah sejumlah negara di Afrika. Jihad Sazandegi pada tahun 1362 Hs berubah menjadi sebuah kementerian dan setelah itu pada tahun 1379 Hs digabungkan dengan kementerian pertanian lalu kemudian menjadi kementerian Jahad Keshavarzi (Jihad Pertanian).