Lintasan Sejarah 23 Juni 2017
Hari ini, Jumat tanggal 23 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abu Mash’ar Balkhi Wafat
1166 tahun yang lalu, tanggal 28 Ramadan 272 HQ, Abu Mash'ar Balkhi, ahli astronomi dan ahli ilmu hadis asal Iran, meninggal dunia .
Abu Mash'ar pada awal abad ke-3 Hijriah pergi ke Bagdad untuk mempelajari ilmu astronomi dan di sana ia mempelajari berbagai sumber ilmu dalam bahasa Yunani, Suryani, India, dan Arab.
Dalam pandangan Abu Mash'ar, segala fenomena di alam ini, termasuk astronomi, bersumber dari Tuhan. Di antara karya-karya Abu Mash'ar berjudul "al-Madkhal al-Kabir" dan "al-Mawalid as-Shagirah".
Perang Plassey Meletus
260 tahun yang lalu, tanggal 23 Juni 1757, meletuslah perang antara tentara Inggris melawan pasukan Raja Bengal, Sirajud-Daulah.
Perang ini terjadi di kawasan bernama Plassey yang terletak di antara Kalkuta dan Murshidabad sehingga diberi nama Perang Plassey.
Tentara Inggris yang dipimpin oleh Robert Clive terdiri dari 800 orang Eropa dan 2200 pribumi sementara Sirajud-Daulah memiliki 50.000 pasukan yang dibantu oleh Perancis. Perang ini dimenangkan oleh Inggris, dan saingan imperialisnya, Perancis, terpaksa angkat kaki dari India.
Perang Plassey berakhir setelah berlangsung tujuh tahun dan sejak saat itu, hingga dua abad kemudian, India resmi menjadi daerah jajahan Inggris.
Samuel Taylor Colerigde
183 tahun yang lalu, tanggal 23 Juni 1834, Samuel Taylor Coleridge, seorang filsuf dan penyair aliran romantis Inggris, meninggal dunia.
Karya-karya filsafat Colerigde banyak mempengaruhi munculnya aliran transendentalisme di AS. Ia mengembangkan pemikiran transendentalismenya dengan mendapat banyak pengaruh dari filsuf-filsuf Jerman, di antaranya Friedrich Scheling.
Karya Colerigde berjudul Aids to Reflection yang terbit tahun 1829 dianggap sebagai pemicu gerakan transendentalis, melawan aliran John Locke dan meleburkan antara material dan spiritual, serta meningkatkan perbedaan krusial antara alasan dan pemahaman.
Shah Wajibkan Pria Iran Pakai Topi Chapeau
90 tahun yang lalu, tanggal 2 Tir 1306 HS, Parlemen Iran meratifikasi RUU yang mewajibkan pria Iran menggunakan topi chapeau.
Reza Khan Pahlevi, Shah Iran setelah berkuasa, senantiasa berusaha untuk menghapus simbol-simbol agama dan tradisi rakyat. Ia berusaha menggantikannya dengan budara Barat di Iran. Dalam usahanya, setiap kali ada kesempatan berbicara kepada rakyat, ia selalu menyampaikan draf undang-undang bagi pria Iran wajib menggunakan topi chapeau.
Undang-undang ini pada awalnya diterapkan pada menteri-menteri, pengacara, kepala kantor dan pegawai pemerintah. Selain itu, mereka juga dipaksa untuk memakai pakaian yang sama. Setelah itu, peraturan ini akan diterapkan juga di sekolah-sekolah dan mereka harus memakai pakaian seragam.
Golongan yang paling menolak perubahan pakaian ini adalah para pedagang dan menentang segala bentuk tekanan dan nasihat polisi. Selain itu, karena belum ada undang-undang yang mengatur soal memakai pakaian pendek dan jas, mayoritas rakyat dari pelbagai kalangan tidak bersedia meninggalkan pakaian turun temurun mereka. Hal ini akhirnya memunculkan benturan sosial.
Agar peraturan ini memiliki hukum, Reza Khan Pahlevi meminta parlemen untuk meratifikasi draf soal pemakaian topi chapeau. Parlemenpun melakukan sidang dan menyetujui draf itu pada 2 Tir 1306 Hs. Polisi mendapat tugas agar mensosialisasikan aturan ini dan mereka semakin menekan rakyat agar melakukannya. Sebaliknya, banyak tokoh yang menentang aturan ini. Mereka tidak melakukan aktivitas apa-apa dan hanya tinggal di rumah untuk menyatakan penolakannya atas aturan ini.
Parlemen Iran Periode Revolusi Konstitusional Dibubarkan
62 tahun yang lalu tanggal 2 Tir 1334 HS, Parlemen Iran periode Revolusi Konstitusional yang baru saja berdiri, dibubarkan oleh raja Iran saat itu, Shah Muhammad Ali Qajar.
Segera setelah Shah Muhammad Ali mengumumkan penentangannya terhadap parlemen itu, tentara Kazakstan di bawah panglima Rusia mereka, mengepung gedung parlemen dan terjadilah bentrokan antara mereka dengan para pejuang Revolusi Konstitusional yang menyebabkan sejumlah pejuang gugur syahid dan sebagian lainnya dipenjarakan, diasingkan, atau dihukum gantung.
Revolusi Konstitusional adalah gerakan perjuangan rakyat Iran di bawah pimpinan para ulama yang berusaha menerapkan kehidupan bernegara yang adil dan demokratis di Iran serta menentang infiltrasi asing di Iran.