Lintasan Sejarah 14 September 2017
Hari ini, Kamis tanggal 14 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ali Al-Masudi, Sejarawan Syiah Wafat
1093 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulhijjah 345 HQ, Ali al-Masudi, sejarawan Syiah meninggal dunia.
Abu al-Hasan Ali bin Husein bin Ali yang lebih dikenal dengan Masudi, sejarawan dan ahli hadis Syiah. Masudi banyak melakukan perjalanan ke negara-negara dan menemukan banyak hakikat sejarah dan geografi dari ahlinya di sana.
Masudi memulai perjalanannya dari tahun 309 HQ dan ia menyaksikan dari dekat kota-kota negara Islam dan non Islam. Perjalanan yang dilakukannya membentuk sebagian besar dari kehidupannya. Oleh karenanya, dua buku sejarah terkenal Masudi; Muruj al-Dzahab dan al-Tanbih wa al-Asyraf sangat dipercaya oleh para sejarawan.
Selain itu, Masudi juga menjelaskan peristiwa-peristiwa sejarah menganalisanya dari sudut pandang sosiologi.
OPEC Berdiri
57 tahun yang lalu, tanggal 14 September 1960, piagam pendirian organisasi produsen minyak (OPEC) ditandatangani oleh lima negara, Iran, Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Venezuela.
Organisasi ini didirikan dengan tujuan menghadapi perusahaan-perusahaan minyak besar milik Barat yang memonopoli penemuan, eksplorasi, dan penjualan minyak di tingkat dunia.
Perusahaan Barat tersebut juga menentukan harga minyak sesuai dengan kepentingan mereka dan hal ini merugikan para produsen minyak. Meskipun pada awalnya, OPEC tidak memiliki banyak kekuatan, namun kemudian secara bertahap setelah bergabungnya Aljazair, Libya, Nigeria, Qatar, Emirat, Gabon, Indonesia, dan Ekuador, OPEC semakin kuat. Oleh karena itu, pada krisis minyak akibat perang antara Mesir dan Zionis dan embargo minyak di Barat oleh negara-negara Arab, harga minyak naik hingga tiga kali lipat.
Peran OPEC di pasar minyak dunia dan penentuan harga minyak selama dekade 70-an hingga kini, sangat besar. Kini, meskipun Ekuador dan Gabon keluar dari OPEC dan saham OPEC dalam produksi dunia telah menurun, organisasi ini masih memiliki peran besar dalam penentuan harga minyak dunia.
Morteza Ravandi, Peneliti dan Sejarawan Iran Wafat
18 tahun yang lalu, tanggal 23 Shahrivar 1378 HS, Profesor Morteza Ravandi, peneliti sejarah kontemporer Iran ini meninggal dunia pada usia 86 tahun dan dikebumikan di Behesht Zahra Tehran.
Profesor Morteza Ravandi lahir di kota Tehran pada 1292 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Morteza Ravandi menjadi sarjana jurusan hukum di Universitas Tehran. Setelah menangani banyak pekerjaan yang dibebankan kepadanya, Profesor Morteza Ravandi menekuni penelitian tentang sejarah Iran, peran politik dan sosial rakyat negara ini.
Oleh karenanya Morteza Ravandi menghabiskan umurnya untuk melakukan penelitian di bidang yang ditekuninya ini. Ia mengkaji dan meninggalkan banyak karya ilmiah tentang sejarah Iran. Ia menulis tentang Sejarah Sosial Iran dalam 10 jilid, tafsir UUD, ekonomi manusia dan sejarah hukum dan pengadilan di Iran.
Profesor Ravandi punya keyakinan yang kuat akan Syiah dan punya keakraban dengan pengertian al-Quran. Dalam karya-karya sejarah yang ditulisnya, ia memasukkan pengertian-pengertian al-Quran.