Sep 17, 2017 05:29 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 17 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ayatullah Gholamreza Yazdi Koucheh Bivki Wafat

60 tahun yang lalu, tanggal 26 Dzulhijjah 1378 HQ, Ayatullah Gholamreza Yazdi Koucheh Bivki meninggal dunia.

Ayatullah Haj Sheikh Gholamreza Yazdi lahir di kota Mashad dan di usia 10 tahun beliau pergi ke kota Isfahan untuk memulai pendidikan agamanya. Setelah itu beliau pergi ke kota Najaf dan belajar kepada guru-guru besar seperti Akhond Khorasani dan Allamah Mohammad Kazem Yazdi.

Pada tahun 1325 HQ, Ayatullah Gholamreza Yazdi kembali ke Iran dan menetap di kota Yazd melaksanakan kewajiban agamanya mengajarkan agama Islam kepada warga. Beliau seorang orator hebat dan nasihat-nasihatnya sangat mempengaruhi warga Yazd. Terkadang beliau berjalan kaki menelusuri desa-desa di sana untuk mengajarkan agama kepada warga desa.

Buku Miftah Ulum al-Quran merupakan satu dari karya ilmiah beliau.

Pembunuhan Massal Rakyat Palestina

47 tahun yang lalu, tanggal 17 September 1970,  dimulai pembunuhan massal rakyat Palestina oleh tentara Yordania.

Menyusul kehadiran angkatan bersenjata Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Yordania dan terjadinya perlawanan gerilyawan Palestina terhadap tentara Zionis, Raja Husain bin Thalal merasa kepentingannya terancam. Oleh karena itu, sejak awal September tahun 1970, terjadi berbagai bentrokan sporadis antara tentara Yordania dan kelompok gerilyawan Palestina, khususnya di kota Amman.

Pada tanggal 16 September, pemerintahan militer terbentuk di Yordania, dan sehari kemudian  atas perintah Raja Husain, tentara Yordania menyerbu berbagai posisi gerilyawan dan warga sipil Palestina yang mengungsi di Yordania. Ribuan rakyat Palestina terbunuh atau terluka dalam kejadian ini. Pada tanggal 28 September 1970, ditandatangani perjanjian gencatan senjata antara Yaser Arafat dan Raja Husain.

Namun, pada akhir tahun itu pula, kembali terjadi bentrokan antara tentara Yordania dan gerilyawan Palestina. Akhirnya, Raja Husain melarang total para gerilyawan Palestina untuk menyerang tentara Zionis di dalam kawasan Yordania dan kemudian, ratusan ribu pengungsi Palestina diusir keluar dari negeri itu.

Saddam Merobek-Robek Perjanjian Aljazair

37 tahun yang lalu, tanggal 17 September 1980, Rezim Irak secara sepihak membatalkan perjanjian perbatasannya dengan Irak, yaitu perjanjian Aljazair yang ditandatangani pada tahun 1975.

Pada hari itu, Saddam Husain, presiden Irak dan pemimpin Partai Ba'ats merobek-robek surat perjanjian itu di depan kamera televisi yang disiarkan ke seluruh Irak.

Beberapa hari kemudian, tentara Irak memulai invasinya ke Republik Islam Iran dan berlangsung perang selama delapan tahun. Berdasarkan perjanjian Aljazair, garis perbatasan Iran dan Irak telah ditentukan. Pada tahun 1990, Saddam Husain terpaksa kembali mengakui secara resmi perjanjian tersebut.

Pasdaran Bentuk Angkatan Darat, Laut dan Udara

32 tahun yang lalu, tanggal 26 Shahrivar 1364 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembentukan Angkatan Darat, Laut dan Udara Pasdaran.

Hingga tahun 1364 HS, kebanyakan operasi militer Iran dilakukan dengan partisipasi militer dan Sepah secara bersamaan. Setelah berberapa waktu keharusan perang membuat Pasdaran melakukan operasi militer secara independen. Akhirnya Imam Khomeini ra pada 26 Shahrivar 1364 HS mengeluarkan perintah pembentukan tiga angkatan; darat, laut dan udara Pasdaran.

Perintah Imam Khomeini ra ini membuat para pejabat Pasdaran waktu itu untuk merekrut pasukan untuk 1500 batalion. Sejak saat itu, Pasdaran berhasil melakukan operasi-operasi militernya dalam Perang 8 Tahun. Selain mampu mengalahkan pasukan Baath, Irak, banyak keberhasilan lain yang diraih mereka untuk Republik Islam Iran. Saat ini, Angkatan Darat, Laut dan Udara Pasdaran memiliki struktur yang kokoh dan kuat untuk mempertahankan Republik Islam Iran.