Sep 19, 2017 05:49 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 19 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Tentara Yazid Bantai 10 Ribu Rakyat Madinah

1375 tahun yang lalu, tanggal 28 Dzulhijjah 63 HQ, tentara Yazid bin Muawiyah membantai 10 ribu rakyat Madinah.

Setelah peristiwa Karbala yang berujung syahadah Imam Husein as dan sahabatnya serta ditawannya keluarga beliau, sejumlah warga Madinah pergi ke Syam untuk mengenal lebih dekat perilaku Yazid bin Muawiyah. Sekembalinya mereka di Madinah, mulailah mereka mengungkapkan kefasikan Yazid. Kaki tangan Yazid seperti Utsman bin Muhammad bin Abi Sufyan dan Marwan bin Hakam serta mereka yang masih keturunan Bani Umayah diusir dari Madinah. Pasca pengusiran itu, rakyat Madinah berbaiat kepada Abdullah bin Hanzhalah.

Ketika berita ini sampai ke telinga Yazid bin Muawiyah, ia memerintahkan Muslim bin Uqbah yang terkenal akan kesadisannya bersama sepasukan tentara menuju Madinah. Bala tentara Syam berada di bebatuan di luar kota Madinah yang lebih dikenal dengan nama Harrah dan berjarak sekitar satu kilo meter dari Masjid Nabawi.

Pada 28 Dzulhijjah, pasukan Yazid terlibat perang dengan rakyat Madinah. Setelah banyak yang gugur syahid dari rakyat Madinah, mereka kemudian melarikan diri ke dalam kota Madinah. Pasukan Yazid tidak membiarkan rakyat Madinah begitu saja dan mulai mengejar mereka.

Selama tiga hari Muslim bin Uqbah menghalalkan apa saja yang ada di kota Madinah dan terjadilah kejahatan yang luar biasa. Dalam tiga hari itu banyak perempuan Madinah yang menjadi sasaran pemerkosaan, bahkan dilakukan di Masjid Nabawi.

Beberapa hari setelah melakukan kejahatan tidak berperikemanusiaan ini, Muslim bin Uqbah menuju Mekah dan melakukan kejahatan lainnya di sana. Namun serangan brutal pasukan Muslim bin Uqbah di Madinah telah merenggut nyawa lebih dari 10 ribu warga Madinah dan peristiwa itu akhirnya dikenal dengan nama Harrah.

Kudeta Militer di Argentina

62 tahun yang lalu, tanggal 19 September 1955, Presiden Argentina saat itu, Juan Domingo Peron, tersingkir dari posisinya oleh sebuah kudeta militer.

Peron yang telah memerintah selama satu dekade itu, meraih kekuasaannya di tahun 1946 dengan dukungan kelas buruh. Penasehat politiknya yang paling besar adalah istrinya sendiri, yaitu Evita Peron. Pada tahun 1952, Evita Peron meninggal dunia dan disusul dengan pecahnya koalisi nasional yang selama ini mendukung Peron.

Setelah diusir dari negerinya, ia menetap di Spanyol dan dari sana, ia memimpin Faksi Peronists yang merupakan faksi yang sangat kuat di Argentina.Juan Domingo Peron dilahirkan pada tahun 1895 dan memulai karirnya di bidang militer.

Ayatullah Mohammad Ibrahim Arafi Wafat

25 tahun yang lalu, tanggal 28 Shahrivar 1371 HS, Ayatullah Mohammad Ibrahim Arafi meninggal dunia dalam usia 82 tahun.

Ayatullah Sheikh Mohammad Ibrahim Arafi lahir di dekat kota Mibad, Yazd pada 1289 Hs dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan awal dan menengah hauzah ilmiah di kota kelahirannya dan di kota Mashad, beliau kemudian pergi ke kota Qom untuk belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi.

Setelah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi sebagai hasil belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, Sayid Hossein Boroujerdi, Sayid Abolhassan Isfahani, Sayid Abdulhadi Shirazi, Sayid Muhsin al-Hakim dan Imam Khomeini ra. Dari mereka beliau mendapat ijazah ijtihad dan riwayat hadis.

Setelah meninggalnya Ayatullah al-Hakim, secara resmi beliau memperkenalkan Imam Khomeini ra sebagai satu-satunya marji taklid. Bersamaan dengan dimulainya Revolusi Islam Iran, Ayatullah Ibrahim Arafi bersama Ayatullah Sheikh Mohammad Sadouqi dan Sayid Rohoullah Khatami menjadi pemimpin perjuangan rakyat Yazd. Ulama yang sekaligus mujahid ini mengikuti aksi-aksi demo rakyat dan menjadi tempat berlindung para pejuang.