Lintasan Sejarah 21 September 2017
Hari ini, Kamis tanggal 21 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 30 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Sistem Negara Perancis Diganti
225 tahun yang lalu, tanggal 21 September 1792, tiga tahun setelah kemenangan Revolusi Perancis, sistem kerajaan di negara ini dihapuskan dan digantikan dengan sistem republik.
Pada bulan Januari 1793, Raja Louis ke-16 dipenggal kepalanya dengan guillotine dan kemudian sebagian besar anggota keluarganya pun dibunuh.
Republik Perancis pertama berlangsung selama 12 tahun dan terbagi ke dalam tiga periode, yang disebut sebagai convention, directory, dan consuler. Napoleon Bonaparte pada tahun 1804 mengembalikan sistem kerajaan di Perancis dan menjadikan dirinya sebagai Kaisar Perancis.
Malta Merdeka
53 tahun yang lalu, tanggal 21 September 1964, Malta, sebuah negara di lautan tengah Mediterania, meraih kemerdekaannya.
Pada tahun 1798, Malta dijajah oleh Perancis dan tak lama kemudian, Inggris menguasai negara ini. Pada tahun 1921, Inggris memberikan status otonomi kepada Malta namun rakyat negara ini menginginkan kemerdekaan penuh.
Sejak tahun 1958, gerakan kemerdekaan di negara ini semakin menguat. Akhirnya pada tahun 1964, Malta meraih kemerdekaan penuh dan dipimpin oleh Gubernur Jenderal.
Helikopter AS Serang Kapal Iran Ajr
32 tahun yang lalu, tanggal 30 Shahrivar 1364 HS, helikopter Amerika menyerang kapal barang Iran.
Tibanya pasukan militer Amerika di Teluk Persia bertujuan untuk membalikkan fakta bahwa Iran sebagai negara agresor dan juga ingin meratifikasi resolusi yang lebih keras terhadap Iran. Resolusi ini termasuk memberi sanksi terhadap setiap negara yang tidak mau melaksanakan isi resolusi 598 Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, Iran berusaha membalas aksi-aksi Irak lewat jalur diplomatik untuk mengubah beberapa butir resolusi 598. Dengan demikian, agresi Irak yang semakin intens ini dapat dimaknai dalam kebijakan negara ini dan Amerika.
Oleh karenanya, pemerintah Amerika berusaha mencari alasan untuk mengenalkan Iran kepada dunia sebagai negara agresor. Untuk itu, setelah AS dalam beberapa hari mengontrol dan mengidentifikasi, kemudian mereka menyerang kapal Iran Ajr.
Pada 30 Shahrivar 1364, kapal logistik Iran yang diberi nama Iran Ajr, milik Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran yang tengah bergerak di laut internasional dari Bandar Abbas, Bushehr, tiba-tiba diserang oleh dua helikopter Amerika. AS menuduh kapal Iran Ajr tengah memasang ranjau laut dan tanpa memberi peringatan, dua helikopter AS langsung menyerang kapal Iran Ajr.Akibat serangan itu, 4 anak buah kapal gugur syahid dan empat orang lainnya cedera. Sedangkan sepuluh kelasi yang berada di atas kapal dipindahkan ke kapal komando Amerika yang berada di kawasan.
Pasca peristiwa itu, duta besar Amerika di PBB mengumumkan bahwa dikarenakan kapal itu tengah berusaha menanam ranjau laut dan sesuai dengan aturan internasional, maka aksi itu harus dicegah. Beberapa hari setelahnya, Senat Amerika mendukung aksi Angkatan Laut AS dan meratifikasi undang-undang yang memberi hak angkatan laut negaranya menenggelamkan setiap kapal Iran yang berusaha mencegah lewatnya kapal-kapal Amerika. Seluruh langkah yang dilakukan ini untuk menekan Iran menerima resolusi 598 DK-PBB dan mengisolasi Iran. Tapi upaya ini juga mengalami kegagalan.