Sep 25, 2017 14:55 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 25 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abu Abdullah Muhammad Imrawi Meninggal Dunia

175 tahun yang lalu, tanggal 4 Muharam 1264 HQ, Abu Abdullah Muhammad Imrawi Fasi yang terkenal dengan gelar Ibn Idris, seorang menteri, penulis dan penyair muslim Maroko meninggal dunia.

Abu Abdullah Muhammad Imrawi memulai pelajarannya dengan menghafal Al Quran, lalu mempelajari ilmu nahwu dan sastra Arab. Sebelumnya, Ibn Idris bekerja sebagai petugas perpustakaan, kemudian bekerja sebagai juru tulis. Ia juga pernah bekerja sebagai juru tulis para sejarawan terkenal di zamannya.

Dengan cara ini ia mendapat pengetahuan yang luas di bidang menulis kasidah dan serangan Perancis ke Aljazair sebanyak 111 bait seraya menyeru umat Islam untuk berjihad.

Tidak lama kemudian, karena konspirasi musuh, Ibnu Idris dipenjara dan disiksa oleh Sultan Maroko, lantaran dituduh sebagai pengerak utama pemberontakan. Selepas bebas dari penjara, Ibn Idris mengasingkan diri dan menumpukan perhatiannya dengan menulis syair. Kebanyakan syair-syairnya berisi pujian atas keagungan Rasulullah Saw dan keindahan alam semesta.

Ghumam Hamedani Meninggal Dunia

Tanggal 3 Mehr 1321 HS, Mohammad Yusuf Zadeh, yang terkenal dengan nama Ghumam Hamedani, seorang sastrawan dan penyair Iran, meninggal dunia.

Mohammad Yusuf Zadeh amat manguasai bidang logika, filsafat Islam dan sastra Persia. Selain menggeluti bidang sastra, dia juga aktif dalam perjuangan Revolusi Konstitusional Iran. Namun, ketika akhirnya revolusi ini menyimpang dari tujuannya semula dan tokoh-tokoh despotik naik menjadi pemimpin, Hamedani memilih keluar dari aktivitas politik dan berkonsentrasi di bidang pendidikan sosial dan sastra.

Satu-satunya karya peninggalan Hamedani adalah Diwan-e Asy'ar yang hanya memuat kurang dari sepertiga karya-karya syair Hamedani sepanjang hidupnya.

Edward Said Meninggal Dunia

14 tahun yang lalu, tanggal 25 September 2003, Edward Said, penulis dan cendikiawan Palestina meninggal dunia akibat penyakit kanker darah akut yang dideritanya.

Edward Said lahir tahun 1953 dari keluarga Kristen di kota Baitul Maqdis. Pada umur 17 tahun ia meninggalkan negaranya menuju Amerika guna melanjutkan pendidikan. Di sana Edward berhasil meraih gelar doktor di bidang sastera di Universitas Harvard. Tetapi, yang mengharukan adalah kegigihan Said untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Dia menulis hampir tanpa henti di media Barat dan Arab mengenai perampasan hak-hak rakyat Palestina oleh Israel.

Sekurang-kurangnya dua buku penting telah ia tulis mengenai pokok soal ini, The Question of Palestine dan The Politics of Dispossession, di samping puluhan kolom dan artikel di koran dan majalah. Sebagian karya-karya Edward Said seperti Kultur dan Imperialisme (Culture and Imperialism) dan Orientalisme(Orientalism) menimbulkan badai perdebatan yang sengit di kalangan para pemikir.

Dalam buku Orientalisme yang diterbitkan pada tahun 1978, Edward Said dengan baik menjelaskan bagaimana para orientalis Barat menjadi alat imperialisme Barat guna menjustifikasi eksploitasi kekayaan bangsa-bangsa Timur.

Tokoh Palestina ini pada tahun 1977 menjadi anggota Dewan Nasional Palestina. Namun Edward kemudian memutuskan keluar sebagai aksi protes atas kinerja pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).