Sep 30, 2017 05:58 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 30 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Hari Tasua, Karbala Tempat Beribadah Paling Indah

Tanggal 9 Muharam dikenal sebagai hari Tasua atau hari kesembilan bulan Muharam dan di tanggal ini Karbala menjadi tempat beribadah paling indah.

Pada tanggal 9 Muharam 61 HQ, Syimr bin Dzil Jausyan mendatangi perkemahan Imam Husein as. Selain memanggil Abbas dan putra-putra Ummul Banin lainnya, ia mengatakan, "Aku telah mengambil surat jaminan untuk kalian dari Ubaidillah bin Ziyad."

Secara bersamaan, mereka berkata kepada Syimr, "Allah melaknatmu dan melaknat surat jaminanmu! Kami berada dalam keamanan dan putra dari putri Rasulullah berada dalam ancaman?!"

Melalui saudara lelakinya, Abbas, Imam Husein as meminta kesempatan satu malam dari musuh untuk melakukan shalat, berdoa, berkhalwat dengan Tuhan dan membaca al-Quran.

Setelah memuji kebesaran Tuhan, Imam Husein mempersilahkan para sahabatnya agar menggunakan kegelapan malam itu untuk menyelamatkan diri dan pergi dari medan peperangan. Karena tidak ada seorangpun yang akan selamat dalam pertempuran melawan tentara Yazid keesokan harinya. Namun, keluarga dan sahabat Imam Husein as bertekad untuk memberi dukungan kepada agama Allah dan cucu Rasulullah selagi hayat dikandung badan.

Pada malam  Asyura itu, sahara Karbala menjadi tempat beribadah yang paling indah dan menunjukkan puncak keimanan kafilah Imam Husein as.

Penyelenggaraan Konferensi Munich

79 tahun yang lalu, tanggal 30 September 1938, diadakan konferensi bersejarah, yaitu “Konferensi Munich” di Jerman.

Konferensi ini dihadiri oleh Hitler, Musolini, pemimpin Jerman dan Italia, serta Edward Dalaledia, Nevil Chamberlain, masing-masing perdana menteri Perancis dan Inggris. Tujuan konferensi ini adalah mencari jalan keluar bagi perselisihan antara Jerman dan Chekoslovakia.

Hasil dari konferensi ini adalah penggabungan sebagian wilayah Chekoslovakia kepada Jerman. Hal ini memberikan pengaruh kepada perkembangan selanjutnya di Eropa dan memperlihatkan esensi imperialisme negara-negara Barat.

Setelah berakhirnya Perang Dunia kedua pada tahun 1945 dengan Jerman sebagai pihak pecundang, kekuasaan atas Chekoslovakia dikembalikan kepada bangsa itu.

Ayatullah Sayid Mohammad Sadegh Lavasani Wafat

27 tahun yang lalu, tanggal 8 Mehr 1369 HS, Ayatullah Sayid Mohammad Sadegh Lavasani meninggal dunia dalam usia 84 tahun dan dimakamkan di kompleks makam suci Sayidah Fathimah al-Maksumah as.

Ayatullah Sayid Mohammad Sadegh Lavasani lahir dari keluarga agamis di Najaf, Irak sekitar tahun 1285 HS. Ayatullah Lavasani di usia 17 tahun berhijrah ke kota Qom setelah dibentuknya Hauzah Ilmiah Qom oleh Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi. Beberapa tahun Qom, Ayatullah Lavasani sempat sekamar dengan Imam Khomeini ra.

Ayatullah Lavasani diangkat oleh para marji besar Qom untuk mengelola Madrasah Feiziah dan Dar as-Shifa, Qom pada tahun 1314 HS selama 6 tahun. Setelah dimulainya kebangkitan Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra, ia berkali-kali mengeluarkan pernyataan dukungannya kepada Imam Khomeini dan setelah beliau diasingkan ke Turki, Ayatullah Lavasani diangkat menjadi wakil penuhnya di Tehran.

Sepak terjangnya dalam memajukan kebangkitan Islam ini mengkhawatirkan rezim Shah Pahlevi yang membuatnya diasingkan di daerah Hashtpar di Talesh selama tiga tahun. Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Lavasani tetap menjadi sahabat dan pendukung setia Imam Khomeini ra tanpa memegang jabatan apapun.