Lintasan Sejarah 2 Oktober 2017
Hari ini, Senin tanggal 2 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Tawanan Karbala Digiring ke Syam
1378 tahun yang lalu, tanggal 11 Muharam 61 HQ, tawanan Karbala di giring ke Syam.
Pada hari kesebelas Muharam, Umar bin Saad mengeluarkan perintah untuk meninggalkan Karbala menuju Kufah. Para wanita dinaikkan ke atas unta-unta yang tidak tertutup. Para keluarga Nabi ini ditawan layaknya para tawanan kafir. Mereka dibiarkand alam kondisi sulit dan penut penderitaan yang berat.
Saat bergerak dari Karbala, Umar bin Saad memerintahkan untuk mengarahkan para tawanan ke medan pertempuran. Qais bin Qurrah mengatakan, "Aku tak akan pernah melupakan bagaimana kondisi Zainab putri Fatimah as saat melihat jasad Husein yang tak berkepala dan tersungkur di atas tanah. Jeritannya begitu menyayat."
Imam Sajjad as berkata, "Saat aku memandang jasad para syuhada yang tersungkur di atas tanah dan tiada seorang pun dari mereka yang bersedia menguburkannya, dadaku penuh sesak dan rasa berat yang tak terhingga telah melingkupiku hingga hampir saja jiwaku melayang. Saat mengetahui keadaanku, bibiku Zainab menenangkanku supaya aku sabar menghadapi semuanya."
Pilpres Ketiga Iran dan Ayatullah Khamenei Terpilih Sebagai Presiden
36 tahun yang lalu, tanggal 10 Mehr 1360 HS, Iran menyelenggarakan pemilu presiden ketiga dan Ayatullah Khamenei terpilih sebagai presiden.
Hanya selisih waktu 33 hari dari aksi teror kelompok Munafikin yang meledakkan gedung perdana menteri dan menggugursyahidkan Rajai dan Bahonar, rakyat Iran berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara. Mereka berpartisipasi untuk memilih presiden selanjutnya
Sekitar 16 juta pemilih Iran yang ikut memeriahkan pesta demokrasi dan hasilnya 99 persen suara memilih Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagai Presiden Iran.
Pemilu presiden ini dilaksanakan pada 10 Mehr 1360 dan menunjukkan partisipasi luas rakyat Iran untuk menentukan nasib bangsanya dan membuktikan mereka masih setia dengan nilai-nilai Revolusi Islam.
Hari Batik Nasional
8 tahun yang lalu, tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO memasukkan batik dalam daftar warisan budaya manusia dan pemerintah Indonesia menetapkan hari itu sebagai Hari Batik Nasional.
Batik telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh PBB yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yaitu UNESCO. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO memasukkan batik dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia.
Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sendiri tercantum pada Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Kamis (2/10/2014), penetapan Hari Batik Nasional ini merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif di forum internasional. Sebab, pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan dunia terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lainnya tentu saja untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia.
Sejak ditetapkannya Hari Batik Nasional, maka setiap 2 Oktober masyarakat Indonesia diimbau mengenakan batik. Bahkan, melalui surat edaran bernomor SE-11/Seskab/X/2013, tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam meminta para menteri dan seluruh pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) untuk memerintahkan kepada seluruh pegawai di bawah jajajrannya agar memakai baju batik hari ini.
Meski imbauan resmi ini hanya berlaku untuk institusi pemerintahan, masyarakat Indonesia pada umumnya antusias memeringati Hari Batik Nasional dengan memakai batik.