Okt 04, 2017 07:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 4 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Syaikh Muhammad Saleh Mazandarani Wafat

359 tahun yang lalu, tanggal 13 Muharam 1080 HQ, Syaikh Muhammad Saleh Mazandarani meninggal dunia.

Mulla Muhammad Saleh bin Ahmad Sarwi Mazandarani yang dikenal dengan Hissam ad-Din adalah menantu Allamah Muhammad Taqi Majlisi. Istrinya Aminah Bigam, cendekiawan perempuan dan bertakwa yang banyak membantu Mulla Saleh dalam menyelesaikan masalah-masalah ilmiah.

Mulla Saleh belajar kepada guru-guru besar seperti Muhammad Taqi Majlisi, Syaikh Bahai, Mulla Abdullah Syustari. Mulla Saleh meninggal dunia pada 13 Muharam 1080 HQ di kota Isfahan dan dikebumikan di samping kuburan Allamah Majlisi di samping masjid Jami’ Isfahan.

Mulla Saleh Mazandarani meninggalkan banyak karya ilmiah seperti catatan pinggi Syarh Lum’ah, Syarh Raudhah al-Kafi dan Syarah Zubdah al-Ushul Syaikh Bahai.

Ditekan Rezim Baath Irak, Imam Khomeini Pindah ke Kuwait

39 tahun yang lalu, tanggal 12 Mehr 1357 HS, Imam Khomeini pindah ke Kuwait akibat ditekan rezim Baath Irak.

Setelah diasingkan ke Najaf, Irak Imam Khomeini tetap meneriakkan dengan lantang kebenaran dan perjuangannya melawan kezaliman rezim Pahlevi lewat pidato dan pesan tertulis ke Iran. Imam memanfaatkan dua cara ini untuk mengungkap kebobrokan rezim Pahlevi.

Di Hauzah Ilmiah Najaf sendiri Imam Khomeini mengajar filsafat politik tentang pemerintahan Islam dengan tema Wilayah Faqih bersamaan dengan mata kuliah fiqih dan ushul fiqih. Beliau mendidik dan membimbing banyak murid selama di sana. Hasil dari aktvitas beliau di Najaf adalah semakin tercerahkannya seluruh kalangan masyarakat. Dari sini, rezim Pahlevi mengirim delegasi khusus ke Baghdad untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat negara ini. Tujuan mereka meminta pemerintah Irak membatasi gerak-gerik Imam Khomeini ra.

Rezim Baath Irak menerima permintaan itu dan pada 2 Mehr 1357 HS, rumah beliau dikepung oleh pasukan keamanan dan segala aktivitas dikontrol oleh mereka. Setelah membatasi gerak-gerik beliau, Imam Khomeini bermaksud meninggalkan negara ini menuju Kuwait. Tapi negara Kuwait berusaha mencegah masuknya Imam ke negara mereka dengan alasan berusaha mempertahankan hubungannya dengan rezim Shah Pahlevi. Dengan demikian, pada 12 Mehr 1357 HS, setelah berhenti sebentar perbatasan Basrah, beliau kemudian mengalihkan perjalanannya ke Baghdad dan sehari setelahnya Imam berangkat ke Paris.

Gedung Parlemen Rusia Diduduki Pemberontak

24 tahun yang lalu, tanggal 4 Oktober 1993, para pemberontak Rusia yang menduduki gedung parlemen Rusia atau "Gedung Putih", menyerah setelah sepuluh jam dikepung oleh pasukan tank baja.

Para pemberontak itu dipimpin oleh Wapres Aleksander Rutskoi dan Pemimpin Parlemen Ruslan Khasbulatov. Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin, sebelumnya baru lolos dari impeachment dari parlemen Rusia (Duma).

Ia kemudian membubarkan parlemen pada tanggal 21 September dan menyatakan akan mengadakan pemilu. Rutskoi, Khasbulatov, dan anggota parlemen garis keras lainnya menanggapi pembubaran ini dengan menduduki gedung parlemen dan memilih Rutskoi sebagai Presiden Rusia yang baru. Yeltsin kemudian mengirimkan pasukan yang mengepung gedung parlemen itu yang berakhir dengan serangan tank. Para pemberontak akhirnya menyerah dan ditahan.

Pada Desember 1993, diadakan pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen. Dalam sebuah referendum, disahkan pula undang-undang Rusia yang baru, yang memberikan kekuasaan eksekutif yang lebih luas kepada Yeltsin dan mengurangi otoritas Duma. Setelah memimpin selama satu dekade secara kontroversial, akhirnya pada tahun 1999, Yeltsin mengundurkan diri dan digantikan oleh Vladimir Putin.