Okt 05, 2017 11:18 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 5 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sayid Sadruddin Meninggal Dunia

176 tahun yang lalu, tanggal 14 Muharram 1263 HQ, Sayid Sadruddin Musawi Amili, seorang ulama dan muhaddis terkemuka meninggal dunia di Isfahan, Iran.

Sayid Sadruddin Musawi Amili dilahirkan di kota Jabal Amil, Lebanon. Di masa kecilnya, Sayid Musawi Amili hijrah ke Irak.

Setelah menamatkan kuliah agamanya di Hauzah Ilmiah Najaf, Beliau pun mulai aktif menulis dan melakukan sejumlah penelitian. Tak lama kemudian, Sayid Musawi Amili menjadi pakar di bidang fiqh, ushul fiqh dan hadis.

Beliau banyak meninggalkan sejumlah buku penting di bidang fiqh dan ushul fiqh. Selain itu beliau juga menulis buku nahwu yang menggunakan sejumlah misal dan dalil dari Al Quran.

Hijrah Historis Imam Khomeini dari Irak ke Paris

39 tahun yang lalu, tanggal 13 Mehr 1357 HS, Imam Khomeini ra melakukan perjalanan historisnya dari Irak ke Paris.

Tiga belas tahun berlalu dari pengasingan Imam Khomeini di Irak. Selama itu pula beliau tinggal di Najaf. Akibat tekanan pemerintah Baath, Irak dan pembatasan terhadap aktivitas politik beliau membuat Imam bersama beberapa orang dekatnya pagi tanggal 12 Mehr 1357 HS bergerak menuju Kuwait. Setelah tiba di perbatasan, pemerintah Kuwait tidak bersedia memberikan visa kepada beliau dan rombongannya.

Akibatnya, mereka sempat tertahan selama beberapa jam di perbatasan. Saat-saat terakhir, para petugas perbatasan Irak menginformasikan kepada Imam bahwa tidak masalah bila beliau dan rombongan ingin kembali ke Najaf. Tapi Imam tidak ingin kembali ke Najaf. Malam harinya, beliau tinggal di kota Basrah dan memutuskan untuk pergi ke Paris. Pada waktu itu pejabat Irak setuju dengan keputusan Imam ke Paris.

Sore hari tanggal 13 Mehr 1357 HS, Imam bersama rombongan pergi ke Baghdad dan keesokan harinya beliau bersama rombongan memulai hijrah historis dan sangat menentukan. Beliau tiba di Paris dan memilih tinggal di kota Neauphle lè Château.

Imam empat bulan tinggal di Paris, kota Neauphle lè Château menjadi pusat penting pemberitaan dunia. Imam tinggal di kota ini hingga beberapa hari sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran dan tetap memimpin rakyat Iran menggulingkan rezim Pahlevi.

Slobodon Milosevic Dipecat

17 tahun yang lalu, tanggal 5 Oktober 2000, Slobodan Milosevic, diktator Yugoslavia, pelaku utama perang berdarah di Balkan, dipecat dari kekuasaannya.

Sebelumnya, selama berbulan-bulan, Milosevic mendapatkan protes dan penentangan dari dalam negeri dan dunia internasional. Pada masa perang Bosnia, Milosevic melindungi orang-orang Serbia di negara ini dan berperan utama dalam pembasmian etsnis Muslim Bosnia.

Setelah perang Kosovo, Milosevic dengan menggunakan berbagai cara, berusaha menggagalkan usaha-usaha untuk menumbangkan rezimnya. Usaha terakhirnya adalah mengubah undang-undang dasar negara dan mengadakan pemilihan presiden. Namun, dalam pemilu itu, Milosevic gagal terpilih kembali dan rakyat Serbia yang mendapat dukungan dari luar negeri, bangkit menentang Milosevic dan memaksanya untuk turun dari kursi kepresidenan. Pengganti Milosevic kemudian menyerahkannya ke pengadilan penjahat perang internasional di Belanda.