Lintasan Sejarah 7 Oktober 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 7 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Penyusunan Kalender Islam di Masa Khalifah Umar bin Khattab
1423 tahun yang lalu, Tanggal 16 Muharam 16 HQ, dilakukan penyusunan kalender Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab.
Di masa kekhalifahan kedua, sebagian gubernur dan pemikir Madinah memandang penting penanggalan, khususnya bagi Muslimin dan menyampaikan masalah kepada Khalifah Umar bin Khattab. Umar yang baru berkuasa dua setengah tahun memutuskan untuk menyusun penanggalan khusus. Untuk itu, pada 16 Muharam 16 Hq, ia mengumpulkan para pemikir dari Muhajirin dan Anshar dan membicarakan mengenai penyusunan penanggalan Iran.
Imam Ali as ikut hadir dalam pertemuan itu dan mengusulkan penanggalan Islam dimulai dari hijrah Nabi Muhammad Saw dari Madinah ke Mekah. Karena peristiwa terbilang sangat penting dalam Islam. Selain pendapat Imam Ali as ini, sebagian yang hadir mengusulkan awal penanggalan Islam dimulai dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, ada yang mengusulkan sejak pengutusan beliau menjadi nabi dan yang lain tanggal meninggalnya Rasulullah Saw. Begitu juga ada yang mengusulkan untuk memakai penanggalan Roma (Masehi), sementara yang lain ingin memakai penanggalan Persia kuno.
Mendengar beragam pendapat yang ada, Umar bin Khattab menilai usulan Imam Ali as sebagai yang terbaik dan itu yang diakui. Setelah itu, hijrah Rasulullah Saw dijadikan awal penanggalan Islam.
Penetapan Warna Bendera Iran
110 tahun yang lalu, tanggal 15 Mehr 1286 HS, tiga warga bendera Iran ditetapkan di masa Revolusi Konstitusi.
Sejak lama Iran menggunakan sejumlah kata seperti Derafsh, Biragh, Alam, Leva atau Rayat untuk menunjukkan arti bendera dan dipakai sebagai tanda tertentu shah, penguasa atau komandan militer. Ukuran dan warna bendera yang dipakai berbeda-beda sejak dahulu, tapi pilihan tiga warga; hijau, putih dan merah dimulai sejak masa pemerintahan Naseruddin Shah Qajar. Pada akhirnya tiga warna dipatenkan di masa Revolusi Konstitusi pada 15 Mehr 1286 HS dan bendera ini dipakai di setiap bangunan pemerintah, istana, pelabuhan dan yang berhubungan dengan kerajaan dan pemerintah.
Ukuran dan bentuk bendera Iran secara detil kembali ditetapkan pada 1336 HS dengan bentuk singa dan matahari atau terkadang mahkota Pahlevi. Tapi pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, bentuk bendera Iran berubah dengan disain seperti kata Allah dalam bahasa Arab yang berarti darah para syuhada dan empat bagiannya yang menyerupai bentuk hilal bulan dan satu bagian yang tegak di tengah mengingatkan pedang yang menjadi petunjuk kekuatan dan perlawanan bangsa Iran.
Bentuk itu secara keseluruhan menunjukkan kalimat tauhid "Laa Ilaaha Illallaah. Begitu juga tulisan Allahu Akbar sebanyak 22 kali di bagian bawah bendera berwarna hijau dan atas bendera berwarna merah menunjukkan 22 Bahman 1357 HS, hari kemenangan Revolusi Islam Iran.
Cina Serang Tibet
67 tahun yang lalu, tanggal 7 Oktober 1950, setahun setelah didirikannya pemerintahan komunis di Cina, tentara negara ini menyerang dan menduduki Tibet.
Tibet yang terletak di bagian barat Cina ini, hampir di sepanjang sejarah merupakan bagian dari kekuasaan Cina. Namun kemudian, Inggris menguasai Tibet.
Ketika Cina kembali menduduki wilayah ini, rakyat Tibet menentangnya dan melakukan pemberontakan pada tahun 1959 dengan dipimpin oleh Dalai Lama. Pemberontakan ini ditumpas oleh tentara Cina dan Dalai Lama diasingkan. Tibet yang dijuluki sebagai "Atap Dunia" karena letaknya yang sangat tinggi ini, memiliki luas wilayah 1 juta 22 ribu kilometer persegi.
Saat ini, Tibet merupakan wilayah otonomi di bawah pemerintahan Cina.