Okt 09, 2017 07:13 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 9 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Allamah Haidar Quli Lahir

146 tahun yang lalu, tanggal 18 Muharam 1293 HQ, Allamah Haidar Quli lahir di kota Kabul.

Haidar Quli belajar kepada guru-guru besar seperti Mirza Hossein Nouri, Sayid Shafiyuddin Hassan bin Hadi Kazemi. Begitu juga ia sempat mengikuti kuliah Ayatullah Sayid Hassan Sadr, Sheikh Abbas Qommi, Sayid Yahya Khorasani, Agha Bozourgh Tehrani dan lain-lain, sehingga meraih derajat keilmuan yang tingga sekaligus mendapat ijazah meriwayatkan hadis. Haidar Quli di masa pendidikannya tidak lupa mempelajari bahasa asing seperti Arab, Inggris, Ibrani dan Urdu.

Pada tahun 1310 HQ, Allamah Haidar Quli pergi ke kota Kermanshah dan mulai membimbing masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil di samping mengajar dan menulis. Buku Tarjomeye Injil Barnabas dan al-Arbaun Haditsan fil Fadhail Amirul Mukminin termasuk karyanya.

Allamah Haidar Quli meninggal dunia pada tahun 1372 HQ dalam usia 79 tahun dan dikebumikan di Najaf al-Asyraf, Irak.

Che Guevara Dihukum Mati

50 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1967, Ernesto Che Guevara, seorang revolusioner Amerika Latin, beserta sejumlah kawan-kawan seperjuangannya dihukum mati oleh pemerintah Bolivia.

Guevara dilahirkan di Argentina pada tahun 1928. Sikap revolusionernya muncul tatkala menyaksikan kemiskinan dan diskriminasi yang meluas di negaranya. Pada masa mudanya, ia berkenalan dengan Fidel Castro di Meksiko. Mereka berdua kemudian bahu-membahu memimpin revolusi Cuba hingga meraih kemenangan.

Setelah itu, Castro menjadi pemimpin di Cuba hingga kini. Sementara itu Guevara pergi ke Bolivia pada tahun 1959. Di sana ia mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan setempat yang dikuasai oleh AS. Akhirnya pada tahun 1967, Che Guevara ditangkap oleh tentara pemerintah untuk kemudian dihukum mati.

Pengukuhan Kepresidenan Ayatullah Khamenei oleh Imam Khomeini

36 tahun yang lalu, tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra mengukuhkan Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran.

Periode ketiga pemilu presiden Republik Islam Iran diselenggarakan dalam kondisi krisis politik. Berlanjutnya perang yang dipaksakan kepada Iran, kebutuhan akan pasukan di medan tempur membutuhkan dukungan logistik. Di sisi lain, kelompok Munafikin semakin meningkatkan aksi terornya terhadap masyarakat sipil dan dilakukan di tempat-tempat umum seperti gang dan pasar.

Para kandidat dalam periode pilpres ketiga ini adalah Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sayid Ali Akbar Parvaresh, Hassan Ghaffouri Fard dan Sayid Reza Zavarehpi. Pilpres ini diselenggarakan pada 10 Mehr 1360 HS. Dalam pemilu ini, Ayatullah Khamenei meraup suara terbesar, padahal tigga bulan lalu beliau menjadi sasaran teror kelompok Munafikin, sehingga tangan dan dadanya terluka. Ayatullah Khamenei berhasil meraup 16 juta suara dari 16,8 juta suara sah dari kotak-kota suara.

Pada tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra dalam sebuah upacara mengukuhkan kepresidenan Ayatullah Khamenei dan sejak saat itu beliau dapat memulai kerjanya sebagai Presiden Iran.
Abu Sharar Dibunuh MOSSAD

36 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1981, Majid Abu Sharar, salah seorang tokoh perjuangan Palestina dibunuh oleh intelejen Israel, Mossad, di Italia.

Abu Sharar adalah pejabat PLO yang bertanggung jawab mengkampanyekan organisasi ini ke seluruh dunia. Saat berkunjung ke Roma, Sharar kemudian menjadi menjadi korban teror licik Rezim Zionis. Pada masa-masa itu, teror terhadap para tokoh Palestina di dalam maupun di luar negeri adalah 'trend' yang diambil oleh Rezim Zionis dalam rangka menumpas perlawanan Bangsa Palestina.