Lintasan Sejarah 10 Oktober 2017
Hari ini, Selasa tanggal 10 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Tawanan Karbala Digiring dari Kufah ke Syam
1378 tahun yang lalu, tanggal 19 Muharam 61 HQ, tawanan Karbala digiring dari Kufah ke Syam.
Setelah peristiwa pembantaian Karbala, Bani Umayya menggiring tawanan Ahlul Bait dengan tergesa-gesa ke Kufah.
Setelah berhenti di Kufah dan Ubaidillah bin Ziyad memberikan laporan kepada Yazid bin Muawiyah, Yazid mengeluarkan perintah agar para tawanan segera digiring ke Syam, sekaligus mempersiapkan segalanya bagi perjalanan panjang ini.
Ubaidillah bin Ziyad memerintahkan Zajr bin Qais, Mahdh bin Abi Tsa'labah dan Syimr bin Dziljausyan memimpin lima ribu pasukan berkuda, tawanan dan kepala-kepala syuhada Karbala yang tertancap di tombak-tombak hingga ke Syam.
Pada tanggal 1 bulan Safar para tawanan sampai di Syam.
Sidang Pertama Mahkamah Internasional Den Haag
115 tahun yang lalu, tanggal 10 Oktober 1902, diadakan sidang pertama Mahkamah Internasional didirikan di kota Den Haag, Belanda.
Mahkamah Internasional didirikan pada tahun 1899 atas proposal Tzar Nikola, kaisar kedua Rusia. Mahkamah ini merupakan salah satu lembaga peradilan internasional tertua dan berada di bawah PBB.
Salah satu kewajiban terpenting Mahkamah Internasional Den Haag adalah menyelesaikan perselisihan negara-negara dunia dan mencegah terjadinya perang di antara mereka.
Dalam Mahkamah Internasional Den Haag, terdapat 15 hakim yang dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB tanpa mempertimbangkan kewarganegaraan mereka. Negara-negara dunia dapat menerima keputusan Mahkamah Internasional, secara penuh atau dengan syarat.
Solthan Al-Wa’izhin Wafat
46 tahun yang lalu, tanggal 18 Mehr 1350 HS, Sayid Mohammad Solthan al-Wa’izhin Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 75 tahun di Tehran dan dikebumikan di pekuburan umum Abu Hossein.
Sayid Mohammad Shirazi anak Asyraf al-Wa’izhin yang lebih dikenal dengan Akbar Shah, lahir di Tehran kira-kira tahun 1275 HS. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hauzah di Tehran dan di usia 12 tahun mengikuti ayahnya ke Irak.
Selama dua tahun tinggal di Karbala dan menyelesaikan pendidikan menengah hauzah. Setelah itu bersama ayahnya pergi ke kota Kermanshah dan berdakwah di sana.
Sayid Mohammad untuk kedua kalinya pergi ke Irak untuk menyempurnakan pendidikan agama tingkat tingginya dan setelah itu melakukan perjalanan ke Palestina, Yordania, Mesir dan India. Ia bertemu dengan banyak agama lain seperti Yahudi, Kristen, Brahma dan juga mazhab Ahli Sunnah dan bertukar pikiran dengan mereka.
Al-Wa’izhin Shirazi melakukan dialog dengan dua ulama Ahli Sunnah di Peshawar selama 10 malam dan setiap malamnya lebih dari delapan jam melakukan dialog dengan dihadiri oleh Mahatma Ghandi. Peristiwa dialog ini dipublikasikan oleh seluruh koran India waktu itu dan isinya kemudian dibukukan dengan nama Shabha-ye Peshavar.
Selain buku itu, al-Wa’izhin Shirazi juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti Sad Maqaleh Solthani dar Radde Bar Yahud va Nasara dan Gorouh Rastegaran atau Firqah Najiah dalam dua jilid.