Feb 10, 2018 15:46 Asia/Jakarta

Surat al-Qashash ayat 43-46.

وَلَقَدْ آَتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَى بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (43)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. (28: 43)

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan akhir nasib Firaun dan bala tentaranya, yaitu tenggelam di sungai Nil. Ayat ini menyebutkan, setelah diselamatkannya kaum Bani Israil dari ancaman Firaun, Allah Swt menurunkan Taurat kepada Nabi Musa as sebagai hidayah dan meningkatkan kesadaran mereka, agar mereka termasuk yang diberi ampunan dan rahmat-Nya. Namun jika mereka mengingkari Taurat dan melawan kebenaran, maka mereka akan diazab sebagaimana kaum terdahulu, dan mereka akan dibinasakan.

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Kemunculan para Nabi dan diturunkannya kitab langit, berdasarkan rahmat dan nikmat besar Allah Swt sehingga manusia dapat merasakan kebahagiaan berkat hidayah dan rahmat Allah Swt.

2. Sunnah Allah di sepanjang sejarah selalu pasti dan terbukti. Setiap kaum dan bangsa yang menyimpang dari jalan kebenaran, pada akhirnya akan binasa.

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الْغَرْبِيِّ إِذْ قَضَيْنَا إِلَى مُوسَى الْأَمْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشَّاهِدِينَ (44) وَلَكِنَّا أَنْشَأْنَا قُرُونًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ وَمَا كُنْتَ ثَاوِيًا فِي أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِنَا وَلَكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (45)

Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan. (28: 44)

Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul. (28: 45)

Ayat-ayat ini menekankan bahwa apa yang dijelaskan dalam al-Quran tentang banyak kaum dan para nabi terdahulu, membuktikan kebenaran Nabi Muhammad Saw, karena beliau tidak hadir dalam berbagai peristiwa tersebut, akan tetapi mampu menjelaskan seluruh peristiwa tersebut secara terperinci. Sebagaimana al-Quran telah menjelaskan kisah pengangkatan Musa sebagai nabi di gunung Thur yang terjadi berabad-abad sebelum kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Dalam al-Quran banyak kisah dan kisah-kisah kota Madyan ketika Nabi Musa as pergi datang di kota itu setelah meninggalkan Mesir, kemudian beliau bertemu dengan Syuaib dan menikai putrinya. Juga tentang keberadaan beliau di kota tersebut selama 10 tahun serta kembalinya Nabi Musa as ke Mesir. Banyak juga kisah-kisah dari berbagai kaum yang hidup ribuan tahun lalu dan disebutkan dalam al-Quran.

Dari dua ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Kisah-kisah sejarah yang disebutkan dalam al-Quran, umumnya adalah menjelaskan fakta-fakta terselubung yang tidak diketahui oleh masyarakat pada masa Nabi Muhammad Saw di Mekah.

2. Salah satu faktor kemukjizatan al-Quran dan kebenaran seruan Nabi Muhammad Saw, adalah fakta-fakta ghaib yang dijelaskan dalam ayat-ayat al-Quran.

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَكِنْ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (46)

Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat. (28: 46)

Dalam lanjutan ayat sebelumnya yang menjelaskan sisi ghaib kisah dan sejarah terkait Nabi Musa as, ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw, bahwa apa yang diturunkan kepada beliau adalah rahmat Allah Swt sehingga dengan menjelaskan naib kaum Bani Israil, beliau dapat mengingatkan masyarakat akan nasib mereka.

Jelas bahwa meski masyarakat pada masa kehidupan Nabi Muhammad Saw di Mekah, tidak mengetahui nasib kaum-kaum terdahulu yang hidup dua atau tiga abad sebelum Rasulullah Saw. Karena sampai saat itu, tidak ada nabi yang diturunkan untuk memberikan penjelasan kepada mereka. Meski sejumlah nabi seperti Nabi Hud as, Nabi Saleh as dan Nabi Syuaib as, hidup di Jazirah Arab dan wilayah sekitar, akan tetapi masa mereka sudah sedemikian lama sehingga jejak mereka sudah pudar atau bahkan lenyap.

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Salah satu tujuan pengutusan para nabi dan penurunan kitab samawi kepada masyarakat adalah untuk memberikan peringatan kepada mereka agar tidak terjerumus dalam kekesatan serta agar tidak melupakan hari akhirat.

2. Akal dan fitrah akan mengungkap banyak hakikat pada diri manusia, akan tetapi banyak faktor yang menyebabkan kelalaian seruan dalam ini. Oleh karena itu, para nabi mengingatkan manusia agar mereka berada di jalan yang benar.