Lintasan Sejarah 26 Juli 2018
Hari ini, Kamis tanggal 26 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Adib Neishaburi Meninggal
95 tahun yang lalu, tanggal 12 Dzulqadah 1344 HQ, Adib Naishaburi, seorang penyair terkemuka Iran, meninggal dunia.
Adib Naishaburi dilahirkan pada tahun 1281 Hijriah di Neishabur, sebuah kota di timur laut Iran. Sejak kecil, karena terserang penyakit cacar, dia kehilangan kemampuan pengelihatan salah satu matanya.
Meskipun demikian, Adib Neishaburi tetap bersemangat menuntut ilmu hingga akhirnya menguasai sastra Arab dan ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya. Adib Naishaburi kemudian mengajar dan mulai menyusun syair.
Syair-syair Neishaburi memiliki kekhasan dalam pemilihan kata-kata yang bermakna dalam. Buku kumpulan syair Naishaburi terdiri 2000 bait syair yang sangat elegan dalam bahasa Arab dan Persia.
Bernard Shaw Lahir
162 tahun yang lalu, tanggal 26 juli tahun 1856, George Bernard Shaw, seorang sastrawan Irlandia terkemuka, terlahir ke dunia di kota Dublin.
Pada usia muda, ia pergi ke London dan merintis karir sebagai kritikus musik dan teater. Bernard Shaw kemudian menulis naskah dramanya sendiri.
Dalam karya-karyanya, Shaw banyak menyerang hiprokrisme sosial, seperti dalam drama berjudul Widower's House dan Mrs. Warren Profession. Selain itu, Shaw juga menulis naskah drama berlandaskan sejarah, yaitu berjudul Caesar and Cleopatra.
Sepanjang hidupnya, Bernard Shaw menghasilkan 36 naskah drama. Ia meninggal dunia pada tahun 1950.
Kesepakatan Iran dan PBB Soal Gencatan Senjata dengan Irak
30 tahun yang lalu, tanggal 4 Mordad 1367 HS, terjadi kesepakatan antara Iran dan PBB soal gencatan senjata dengan Irak.
Begitu Sekjen PBB mendapat pernyataan resmi Iran yang menerima resolusi 598, ia langsung berusaha mengundang menteri luar negeri Iran dan Irak. Hal itu dilakukan untuk melakukan perundingan dengan kedua pihak soal penerapan resolusi ini. Sekjen PBB melakukan langkah ini setelah bermusyawarah dengan anggota Dewan Keamanan PBB. Guna segera merealisasikan perundingan ini, Sekjen PBB langsung terbang ke New York guna mempersiapkan pertemuan dan perundingan pada 3 Mordad 1367 HS.
Akhirnya, setelah melakukan 10 kali pertemuan dan perundingan antara delegasi Iran dan Sekjen PBB pada 4 Mordad 1367 HS, disepakati soal waktu gencatan senjata dan penarikan pasukan kedua pihak ke perbatasan internasional. Dengan demikian, gencatan senjata antara Iran dan Irak berlaku sepenuhnya pada 29 Mordad 1367 HS.