Aug 15, 2018 15:38 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 15 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Nabi dan Sahabat Tiba di Mekah Guna Menunaikan Hajjatul Wada

 

1429 tahun yang lalu, tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi Muhammad Saw dan para sahabat tiba di Mekah untuk menunaikan Hajjatul Wada.

 

Setelah menyiapkan segala kebutuhan selama perjalanan menunaikan Hajjatul Wada (Haji Perpisahan), Nabi Muhammad Saw bersama rombongan pada tanggal 26 Dzulqadah keluar dari kota Madinah. Dalam perjalanan penuh spiritual ini, ada sekitar 104 ribu atau 124 ribu sahabat yang menyertai beliau.

 

Pertama mereka menuju daerah Dzul Hulaifah dan kemudian berihram di Masjid Syajarah. Setelah itu mereka berangkat menuju kota Mekah. Sementara Imam Ali as bersama rombongannya juga berangkat dari Yaman ke Mekah. Beliau menetapkan seorang dari sahabatnya untuk menggantikan posisinya memimpin pasukan Islam di Yaman. Mereka dengan cepat bergerak menuju Mekah.

 

Imam Ali as menemui Rasulullah dan rombongan di dekat kota Mekah. Nabi begitu gembira melihat Ali bin Abi Thalib telah sampai dan bergabung dengan rombongan Madinah. Kemudian pada tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi bersama rombongan memasuki kota Mekah. Ini adalah untuk terakhir kalinya Nabi Muhammad Saw menziarahi Mekah.

Ka'bah

 

Allamah Mirza Naini Wafat

 

82 tahun yang lalu, tanggal 24 Mordad 1315 HS, Allamah Mirza Naini meninggal dunia di usia 80 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Imam Ali as.

 

Haj Mirza Muhammad Husein Naini Najafi yang lebih dikenal dengan sebutan Mirza Naini, seorang faqih, marji taklid dan sastrawan lahir di kota Nain, Iran pada 1239 HS. Di Isfahan beliau belajar ilmu-ilmu agama kepada Mirza Mohammad Baqir Najafi, Hakim Jangair Khan Qashqai dan Abul Maali Kalbasi. Setelah itu beliau pergi ke Irak. Selama bertahun-tahun di Najaf beliau belajar kepada Akhond Khorasani.

 

Mirza Naini akhirnya menjadi guru besar di hauzah ilmiah Najaf. Mereka yang mengikuti kuliahnya seperti Ayatullah Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Mahmoud Huseini Shahroudi, Sayid Jamaluddin Golpaigani, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Mohammad Hadi Milani, Sheikh Mohammat Taqi Amoli, Sayid Abul Qasim Khu'i, Allamah Thaba'thabai, Mirza Hashem Amoli dan puluhan ulama besar lainnya.

 

Di masa Mirza Naini, terjadi revolusi rakyat dengan dipimpin ulama di Iran untuk mencegah meluasnya penindasan dan upaya meraih kemandirian yang dikenal dengan Revolusi Konstitusi. Sekaitan dengan hal ini, Mirza Naini bersama Akhond Khorasani memainkan peran penting dalam revolusi ini.

 

Di tengah-tengah revolusi ini, Mirza Naini menulis karya monumentalnya Tanbih al-Ummah yang membahas berbagai bentuk pemerintahan despotik dan kewajiban para ulama dalam menghadapi pemerintahan seperti ini. Buku ini meningkatkan perasaan anti-despotisme di tengah rakyat Iran dan amat berperan dalam menggalang Revolusi Konstitusional Iran pada periode Dinasti Qajar.

 

Mirza Naini