Des 24, 2018 15:46 Asia/Jakarta
  • pameran teknologi Iran
    pameran teknologi Iran

Tingkat produksi karya ilmiah negara-negara dunia di bidang teknologi nano dipublikasikan pada bulan Januari 2018 dan menurut laporan tersebut, Iran menduduki peringkat ke-4 dunia.

Menurut pendiri situs pusat pemeringkatan sains Dunia Islam, Islamic World Science Citation Center (ISC), lebih dari 154.000 makalah ilmiah terkait teknologi nano disimpan di situs Web of Science pada tahun 2017 sebagai sumber rujukan.

Hampir sekitar 50 persen makalah ilmiah ini diproduksi oleh para ilmuwan asal Cina, Amerika Serikat, India, Iran dan Korea Selatan, dan Iran dengan produksi 8.791 makalah, menduduki peringkat ke-4 teknologi nano dunia.

Karya ilmuwan Iran di berbagai universitas dan pusat riset negara ini di bidang teknologi nano yang tercatat di Kantor Paten dan Merk Dagang Amerika, United States Patent and Trademark Office's, USPTO untuk tahun 2017 mencapai 13 paten. Pada tahun 2016 jumlahnya hanya 10 paten.

Seorang ilmuwan muda Iran menerima beberapa penghargaan internasional di bidang ilmu teknik. Mohsen Esmaeili menerima penghargaan di bidang sains dan teknik material dari Royal Swedish Academy of Sciences and the Wallenberg Foundation, dan Electrochemical Society (Morris Cohen Award) and Acta Materialia Inc.

Penghargaan-penghargaan ini diberikan atas penelitian inovatif di bidang pengolahan hubungan mikro-properti dalam paduan ringan dan kontribusi inovatif untuk pengembangan paduan ultra-ringan (ultra light alloy) dengan sifat superior. Paduan ini telah melahirkan revolusi besar di industri otomotif dan pembuatan pesawat.

Menurut peneliti Iran yang beraktivitas di Center of Energy and Materials, Chalmers University of Technology in Gothenburg, Swedia menyampaikan metode baru dalam penelitian ini berdasarkan perubahan mikrostruktur bahan di level nanometer.

Dengan bantuan metode ini, daya tahan logam yang dihasilkan melalui proses pengecoran secara bersamaan dari korosi dan daya tahan dari tekanan mekanis dan termal, dapat ditingkatkan.

Dengan menggunakan metode ini, berat kendaraan yang diproduksi dapat dikurangi dan tingkat penggunaan bahan bakarnya diturunkan, sehingga pada akhirnya emisi gas rumah kaca dan karbon dioksida bisa ditekan.

Para peneliti di Fakultas Teknik Tambang dan Metalurgi, Universitas Teknologi Amirkabir, Tehran berhasil menemukan metode baru untuk mendeteksi unsur-unsur langka tanah.

Menurut para peneliti, di bagian awal penelitian ini dibuat sebuah diagram alir atau flowchart berjudul "pemilihan proses pemisahan Abnormalitas Geokimia yang optimal" dan ini merupakan yang pertama kalinya di dunia industri.

teknologi nano

Selain itu karena adanya nilai ekonomi dari unsur-unsur tanah yang langka dalam berbagai bidang industri dan proses penemuannya yang sulit karena kemampuan konsentrasi tambang pada kondisi terbaru, di bagian kedua penelitian ini dikaji, ditelaah dan dikenalkan sebuah metode penemuan baru dan pola pengambilan sampel secara lebih optimal.

Mengingat bidang studi tambang merupakan salah satu bidang studi induk bagi jurusan-jurusan lain, maka hasil penelitian ini dapat digunakan dalam industri-industri lain.

Menurut para peneliti, 10 makalah ilmiah terkait penelitian ini dimuat dalam Information Sciences Institute (ISI) dan 6 makalah riset-ilmiah di ISC serta sebuah buku terkait juga diterbitkan di Universitas Amirkabir.

Penelitian ini menghasilkan sebuah pola pengambilan sampel secara optimal dan mengenalkan sebuah metode penemuan baru untuk mengungkap unsur-unsur tanah langka denga biaya dan energi yang lebih rendah sehingga pada akhirnya ditemukan sebuah potensi penting dari unsur-unsur langka tanah di timur laut Iran.

Para peneliti di Universitas Stanford, California, Amerika menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan yang dapat memprediksi waktu kematian seseorang di tahap-tahap akhir usianya dengan akurasi 90 persen.

Menurut para peneliti, alat ini dapat menggnggu proses perawatan kesehatan di fase akhir usia pasien. Tujuan pembuatan sistem ini adalah menciptakan sebuah jadwal waktu akurat untuk bulan, minggu dan hari di akhir usianya. Sistem ini dinamai Palliative care.

Perawatan paliatif adalah pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan kuratif, atau tidak dapat disembuhkan secara medis (stadium akhir).

Tujuan perawatan paliatif adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dalam menghadapi setiap penyakit yang diderita dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan tenang dan nyaman tanpa merasa tertekan atas penyakit yang diderita, baik secara fisik (nyeri, mual, muntah) maupun psikis yang berbasis spiritual.

Menurut para peneliti, perbaikan kualitas pelayanan medis fase akhir usia pasien yang dirawat di rumah sakit sangat penting dan sejumlah penelitian menunjukkan, para dokter di bidang ini tidak dapat memprediksi secara akurat.

Namun penggunaan sistem ini menyebabkan kontradiksi antara keinginan pasien dengan perawatan tahap akhir usianya. Prediksi tidak tepat para dokter membawa dampak yang tidak diinginkan, seperti misalnya pasien ingin menghabiskan hari-hari akhirnya di rumah sakit, tidak di rumah.

Oleh karena itu para peneliti membuat sebuah algoritma dan memberikan pelajaran rekam jejak lebih dari dua juta pasien. Sistem ini dengan bantuan informasi dan kecerdesan buatan dapat mendeteksi pola-pola yang tidak mendapat perhatian dari para dokter.

Akhirnya dengan dihasilkannya pola-pola ini, kemampuan prediksi yang lebih akurat terkait sisa usia pasien dapat diperoleh. Algoritma waktu digunakan untuk memprediksi kematian pasien yang mendapat perawatan paliatif dan sistem ini dapat memprediksi usia pasien yang tersisa dengan akurasi 90 persen.[]