Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (68)
-
perkembangan teknologi Iran
Seorang peneliti perempuan keturunan Iran menemukan metode baru untuk mendaur ulang carbon fiber dan menambah kekuatan beton ringan aerasi.
Meningkatnya produksi berbagai jenis produk beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) telah memunculkan banyak permasalahan dalam daur ulang produk-produk tersebut.
Oleh karena itu, peneliti keturunan Iran ini dibantu beberapa peneliti dari Universitas Washington berhasil menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian mereka, tidak lama lagi limbah buangan carbon fiber dapat dimanfaatkan menjadi sejenis beton ringan aerasi.
Jenis beton ini memiliki pori-pori dan air yang dibawa hembusan angin dapat melewatinya dan jatuh ke tanah. Penggunaan metode ini bukan saja dapat mencegah banjir, juga menurunkan tingkat pencemaran air.
Pada beton-beton biasa, air menggenang di jalan dan menimbulkan pencemaran lebih besar. Karena berpori, jenis beton ini memiliki ketahanan yang lebih rendah dibandingkan jenis lain, oleh karena itu para peneliti menggunakan carbon fiber.
Mereka menghancurkan carbon fiber ini dengan metode milling mekanik. Bubuk carbon fiber menambah kombinasi beton ringan aerasi dan memperkuat ketahanan benda ini secara signifikan dan dari sisi kelenturan juga memberikah hasil yang baik.
Lebih dari itu, karena carbon fiber dihancurkan secara komposit, untuk pengolahannya membutuhkan energi panas atau bahan kimia beracun.
Para peneliti di Universitas Tarbiat Modares Tehran berhasil menciptakan sepatu cerdas bagi para penderita diabetes dan orang lanjut usia.
Setiap orang punya gaya berjalan yang unik dan aktivitas jalan kaki, berpengaruh pada kesehatan seseorang, oleh karena itu para peneliti itu dengan kerja sama pusat penelitian olahraga berusaha mendesain sejenis sepatu yang memiliki beragam sensor, serta mengkaji gaya berjalan setiap orang.
Menurut para peneliti, pada sepatu cerdas itu, beberapa jenis sensor mengukur berbagai dimensi seperti tekanan, akselerasi dan tenaga yang dikeluarkan seseorang saat berjalan dan orang lanjut usia yang kehilangan keseimbangan saat berjalan, begitu juga para penderita diabetes, dapat memanfaatkan sepatu cerdas ini.
Menurut perancangnya, dengan menggunakan sepatu cerdas ini, berbagai dimensi seseorang dapat diukur oleh dokter dan gaya berjalan yang benar disampaikan kepadanya.
Dengan cara ini, informasi diberikan kepada dokter secara nirkabel dan dokter menyarankan sejumlah kiat untuk menyembuhkan pasien.
Program komputer yang dipasang pada sepatu cerdas ini mengukur seluruh faktor terkait dengan kaki.
Para peneliti dengan memperhatikan bahwa ini mungkin adalah sepatu eksperimen pertama yang digunakan oleh para pasien, bertekad untuk meningkatkan kualitasnya dengan memasang sejumlah opsi berbeda seperti GPS di sepatu tersebut.
Perusahaan bioteknologi, Rubius Therapeutics berhasil melakukan rekayasa genetik darah dan memproduksi sejenis darah luar biasa yang dapat digunakan untuk melawan kanker.
Red-Cell Therapeutics (RCT) adalah metode khusus yang digunakan di perusahaan ini, di dalamnya sel-sel khusus ditambahkan ke darah manusia yang bisa menghantarkan dan mentransfer protein-protein obat.
Jika diperlukan, dengan metode ini protein-protein tersebut dapat ditambahkan ke darah manusia yang menggantikan enzim-enzim yang hilang dari tubuh atau untuk memusnahkan tumor dan mengatur sistem kesehatan tubuh dalam melawan kanker serta penyakit berbahaya lainnya.
Metode pengobatan ini meningkatkan kemampuan darah untuk melawan berbagai penyakit dan mengobatinya.
Salah satu kegunaan terpenting metode ini adalah sistem kekebalan tubuh di hadapan darah yang direkayasa secara genetik tidak menunjukkan adanya ketahanan dan tidak juga menciptakan gangguan.
Darah ini juga dengan mudah dapat dialirkan ke berbagai bagian tubuh dan dapat masuk ke dalam jaringan penyakit dan kanker.
Terbuka harapan terciptanya sebuah revolusi di bidang penyembuhan kanker seiring dengan disempurnakannya metode ini.
Untuk pertama kalinya sebuah perusahaan produsen produk-produk bioteknologi mendapatkan izin memperjual belikan alat uji yang bisa memprediksi kemungkinan terserang kanker pada manusia ini.
Perusahaan 23andMe mengumumkan, alat uji ini dapat memprediksi kemungkinan apakah seseorang terserang penyakit kanker atau tidak dengan cara meneliti DNA-nya.
Pada tahun 2013 produk serupa juga dibuat oleh perusahaan ini untuk dijual ke pasar namun tidak mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA karena tidak memberikan jaminan kepastian yang memadai terkait akurasi uji coba, pasalnya dikhawatirkan muncul uji coba-uji coba yang tidak perlu pada pasien dikarenakan diagnosa yang keliru.
Perusahaan ini dengan meningkatkan kemampuan alat uji diagnosa dan kajian detail alat tersebut, berhasil meyakinkan FDA bahwa alat uji baru ini cukup akurat hingga tingkat tertentu sehingga berhak mendapat izin untuk dipasarkan ke publik secara luas.
Alat uji ini punya kemampuan melakukan diagnosa mutasi genetik khusus di tubuh manusia yang berpotensi terserang kanker dada, kanker ovarium dan kanker prostat.
Alat uji ini di masa depan juga diprediksi akan mampu mendiagnosa berbagai jenis kanker yang lebih banyak. Namun hingga kini waktu pemasaran alat uji ini ke pasar dan harganya masih belum diumumkan.[]