Jan 29, 2019 10:45 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Para peneliti di Taman Sains dan Teknologi Pardis Iran berhasil merancang sistem diagnosa penyakit jantung anak-anak dan bayi yang selama ini teknologinya hanya dikuasai Belgia.

Gangguan jantung bawaan lahir adalah jenis penyakit bawaan yang paling banyak menyerang anak-anak, dan banyak anak-anak yang lahir dan menderita penyakit ini, namun tidak diketahui karena tidak menunjukkan gejala kasat mata.

Di beberapa kasus, tidak dilakukannya diagnosa dan penanganan tepat waktu terhadap penyakit-penyakit jantung bawaan lahir yang tersembunyi sebelum anak menginjak usia 12 tahun, dapat membawa efek samping yang sangat fatal seperti tidak berfungsinya jantung anak atau munculnya penyakit jantung dewasa.

Sekitar 30 persen kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit bawaan lahir terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, memastikan kesehatan jantung anak dan memastikan tidak adanya penyakit jantung bawaan lahir yang tersembunyi pada anak, sangat penting.

Hingga kini, diagnosa akurat untuk mendeteksi keberadaan penyakit jantung bawaan lahir yang tersembunyi, hanya bisa dilakukan di pusat-pusat medis subspesialis jantung anak dan dengan bantuan Echocardiography dan sistem non-invasif untuk screening yang akurat atas penyakit jantung bawaan lahir yang tersembunyi pada anak-anak.

Oleh karena itu para peneliti Iran menciptakan sebuah sistem non-invasif untuk mendiagnosa penyakit jantung bawaan lahir tersembunyi pada anak-anak ini yang dinamai dengan POUYA-HEART.

Sistem ini merupakan sebuah Phonocardiogram digital cerdas. Dengan bantuan alat ini penyakit-penyakit jantung bawaan lahir tersembunyi pada anak-anak dapat dideteksi dan efek samping fatal bagi anak-anak penderita penyakit ini dapat dihindari.

Alat ini merupakan sebuah sistem non-invasif yang bekerja mendiagnosa penyakit jantung bawaan lahir dengan metode pengukuran dan penggambaran pita frekuensi suara detak jantung anak untuk mendeteksi keberadaan penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung bukan bawaan.

Para peneliti unit Optogenetics, pusat riset laser dan plasma, Universitas Syahid Beheshti berhasil menciptakan "optical probe" yang mampu mencatat dan menggerakkan sistem saraf bernama "optrodes" pada waktu bersamaan, untuk mengontrol jaringan saraf optik binatang yang sedang bergerak.

Menurut para peneliti, penggunaan optrodes dalam teknik optogenetics membuka kesempatan mempelajari dan mengontrol kinerja sel-sel khusus dalam jaringan sel aktif.

Beberapa uji coba tes optical probe terhadap binatang dengan maksud untuk optimalisasi optrode di pusat riset ilmu saraf Universitas Ilmu Kedokteran Syahid Beheshti, sukses dilakukan. 

Universitas Shahid Behesti

Para peneliti mengatakan, otak terdiri dari berbagai jenis sel saraf dan menganalisa aktivitas otak dengan cara memisahkan sel tunggal, dapat memberikan pemahaman nyata tentang mekanisme kerja otak.

Pencatatan sinyal listrik dari single neuron khusus sangat kecil, dan memisahkan secara akurat aktivitas sel tunggal bagi binatang-binatang yang sedang bergerak bebas, merupakan sebuah tantangan tersendiri.

Metode-medote optik memiliki akurasi lebih besar dan tingkat kerusakan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode-metode elektronik dalam identifikasi, diagnosa dan pengobatan para penderita penyakit saraf, dan merupakan alat yang tepat untuk kajian ilmiah di bidang ilmu saraf.

Untuk mengukur sinyal-sinyal tunggal saat bergerak bebas, pengembangan dan penciptaan teknologi kontrol akurat posisi elektrode dan memproses sinyal-sinyal saraf pada waktu riil, menjadi perhatian para peneliti di bidang ilmu saraf.

Salah seorang dosen di Universitas Syahid Beheshti mengatakan, satu lagi tantangan dalam mencatat sinyal-sinyal tunggal, terkait dengan sistem pencatatan dan penguat sinyal yang memiliki ukuran besar, dan untuk menciptakan hubungan sinyal antara penguat dan optrodes membutuhkan kabel yang punya kemampuan mengangkut oleh binatang.

Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti pusat riset optogenetics Universitas Syahid Beheshti dengan kerja sama fakultas teknik listrik dan komputer Universitas Tehran berhasil merancang sistem sinyal tunggal dengan kemampuan mengangkut oleh binatang.

Menurut para peneliti, dengan mengembangkan peralatan optik dan dengan penggunaan teknik optogenetics, dalam waktu dekat ini dapat ditemukan metode-metode identifikasi, diagnosa dan pengobatan untuk banyak jenis penyakit saraf.

Baru-baru ini ditemukan metode pengecualian untuk menghadapi penyakit Glioblastoma. Glioblastoma adalah salah satu jenis kanker paling mematikan yang menyebabkan tumbuhnya tumor kanker ganas dalam sistem saraf otak manusia.

Melawan kanker otak sangatlah sulit meski diagnosa dilakukan tepat waktu dan untuk mengobati penyakit ini tidak ada metode asasi, dan para penderita kanker ini biasanya tidak berusia lebih dari satu tahun.

Baru-baru ini para peneliti di Universitas MIT berhasil menemukan serat nano yang memiliki kemampuan memasuki jaringan sel kanker otak manusia lewat pembuluh darah dan transfer dua jenis obat untuk melawan tumor.  

Salah satu serat nano ini adalah Liposom yang terdiri dari tetesan berminyak untuk mentransfer obat ke dalam lapisan-lapisan cedera pada otak.

Selain itu sebuah obat yang biasa digunakan dalam kemoterapi bernama Temozolomide juga dengan mudah dapat ditambahkan ke serat nano ini. Obat ini memiliki kemampuan luar biasa untuk melawan DNA sel-sel kanker.

Untuk meningkatkan kemampuan obat ini dan untuk mempermudah proses pemindahannya pada pembuluh darah otak, sebuah protein bernama Transferin, ditambahkan ke dalamnya yang juga penting untuk melawan sel-sel kanker.

Para peneliti sudah berhasil menguji coba senyawa-senyawa tersebut pada tikus dengan sukses dan mereka dalam waktu dekat bermaksud menguji cobanya pada manusia.[]