Jul 30, 2019 05:02 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 30 Juli 2019

Hari ini, Selasa 30 Juli 2019 bertepatan dengan 27 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Mordad 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

 

Teymoor Lang

Teymoor Lang Bantai Ribuan Warga Kota Baghdad

636 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ, Teymoor Lang membantai ribuan warga kota Baghdad.

Teymoor Gorgani yang dikenal dengan Teymoor Lang selama berkuasa 36 tahun tiga kali melakukan serangan brutal; tiga, lima dan 7 tahun ke daerah-daerah sekitar Iran. Setiap kali menyerang ia membantai ratusan warga yang hidup di sana. Setiap kali berhasil menguasai sebuah kota, ia membuat menara dari kepala-kepala korbannya dan meninggalkan kesan akan kebengisannya.

Pada tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ Teymoor Lang bersama pasukannya menyerang dan menguasai kota Baghdad yang pada tahun 565 HQ diserang oleh Hulagu Khan dan membantai rakyat kota ini. Karena beberapa dari tentaranya tewas dalam serangan ini, Teymoor Lang memerintahkan setiap tentara harus membawa dua kepala. Memenuhi perintah itu, tentaranya melakukan pembantaian besar-besaran di Baghdad yang mengakibatkan ribuan warga, tidak peduli orang tua atau anak kecil, laki-laki atau perempuan dibunuh untuk memenuhi perintah Teymoor Lang.

Setelah melakukan pembantaian dan kejahatan yang tiada taranya itu, Teymoor Lang memerintahkan pasukannya untuk menjarah apa saja yang ada dan meninggalkan Baghdad dalam keadaan rusak.

 

Pengeboman USS Indianapolis

74 tahun yang lalu, tanggal 30 Juli 1945, kapal USS Indianapolis ditorpedo kapal selam Jepang dan tenggelam dalam hitungan menit di perairan yang dipenuhi ikan hiu.

Korban yang selamat dari kejadian itu hanya 317 jiwa dari 1.196 penumpang. Akan tetapi, USS Indianapolis telah sukses menyelesaikan misi besarnya, yakni pengiriman komponen kunci bom atom ke Pulau Tinian di Pasifik Selatan. Bom atom itu baru akan dijatuhkan seminggu kemudian di Hiroshima.

Perkara tenggelamnya kapal Indianapolis disidangkan di pengadilan militer. Di sana Kapten Charles McVay dinyatakan bersalah karena gagal melakukan pelayaran berute zig-zag yang semestinya bisa menyelamatkan kapal dari serangan musuh. Namun, banyak awak kapal yang selamat berpendapat bahwa McVay hanya dijadikan kambing hitam. Barulah pada 2000, 55 tahun setelah Indianapolis tenggelam, Kongres AS menjernihkan nama McVay.

 

Ayatullah Meshkini

Ayatullah Meshkini Wafat

12 tahun yang lalu, tanggal 8 Mordad 1386 HS, Ayatullah Meshkini meninggal dunia di usia 86 tahun.

Ayatullah Ali Akbar Feiz yang lebih dikenal dengan Meshkini lahir pada 1300 di desa Bolouk Meshkin dari keluarga agamis. Ayahnya seorang ulama yang juga aktif mengurusi warga. Beliau mengikuti ayahnya pergi ke Najaf, Irak dan belajar di sana, lalu kembali lagi ke Iran. Selama di Iran, beliau belajar ilmu-ilmu pendahuluan hauzah kepada ayahnya. Setelah ayahnya meninggal dan sesuai dengan nasihat ayahnya, beliau pergi ke kota Ardebil untuk menuntut ilmu agama. Di sana ia sempat belajar tata bahasa Arab seperti saraf dan nahwu.

Ketika terjadi peristiwa Kashf Hejab (pelarangan jilbab) di masa Reza Khan yang menyulut protes ulama dan rakyat di Mashad, Ayatullah Meshkini kemudian pergi ke Qom dan belajar agama di sana. Dengan segera beliau menyelesaikan kuliah-kuliah tingkat menengah hauzah dan setelah itu mulai mengikuti kuliah-kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada guru-guru besar di masanya. Beliau juga sempat pergi ke Najaf selama 7 bulan dan ikut di kelas guru-guru besar seperti Imam Khomeini ra. Tapi dengan alasan udara yang begitu panas di Najaf dan lemahnya fisik Ayatullah Meshkini, beliau terpaksa kembali ke Iran.

Selama bertahun-tahun Ayatullah Ali Akbar Meshkini belajar kepada ulama besar. Beliau belajar kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan Ayatullah al-Udzma Mohaqeq Damad. Banyak ulama besar saat ini merupakan murid beliau. Beliau sendiri berkali-kali mengajarkan kuliah-kuliah tingkat awal dan menengah dan bertahun-tahun memberikan kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid.

Ayatullah Meshkini selama hidupnya mendirikan Yayasan al-Hadi di bidang percetakan. Beliau sendiri menulis banyak buku di pelbagai bidang. Ayatullah Meshkini juga termasuk orang pertama yang bergabung dengan kebangkitan Imam Khomeini ra dan berkali-kali ditangkap oleh SAVAK dan dipenjara. Beliau merupakan anggota Jameeh Modarresin Hauzah Ilmiah Qom (Asosiasi Pengajar Hauzah Ilmiah Qom) dan banyak dari pernyataan yang dikeluarkan lembaga ini ditandatangani olehnya.

Dengan kemenangan Revolusi Islam Iran, beliau memegang posisi-posisi penting seperti Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan.