Aug 01, 2019 05:50 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 1 Agustus 2019

Hari ini, Kamis 1 Agustus 2019 bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mordad 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.


Syahadat Imam Jawad

Imam Jawad Diracuni Isterinya

1220 tahun yang lalu, tanggal 29 Dzulqadah 220 HQ, Imam Jawad as diracuni istrinya atas perintah Khalifah Mu’tasim.

Setelah mensyahidkan Imam Ridha as, Khalifah Makmun meminta Imam Jawad as, anak Imam Ridha as agar pindah dari Madinah ke kota Baghdad. Makmun kemudian mengawinkan anak perempuannya Ummul Fadhl yang dinilai pengikut Syiah sebagai perkawinan paksaan dengan tujuan politis dengan Imam Jawad as. Imam Jawad as tidak memiliki anak dari perkawinannya dengan Ummul Fadhl. Anak-anak beliau berasal dari perkawinannya dengan Sumanah al-Maghribiya.

Selama menetap di Baghdad, Imam Jawad as benci dengan perilaku Makmun dan akhirnya beliau meminta izin kepada Makmun guna menunaikan ibadah haji dan dari sana beliau pergi ke Madinah dan berhenti di sana hingga Makmun meninggal dunia.

Pasca kekhalifahan Makmun, saudaranya Mu'tasim menjadi khalifah. Ia tidak dapat menahan kebenciannya setiap kali mendengarkan kesempurnaan dan keutamaan akhlak Imam Jawad as. Akhirnya ia memanggil Imam Jawad as agar tinggal di Baghdad. Ketika hendak berangkat, beliau harus berpisah dengan anak tercintanya Ali an-Naqi dan kuburan kakeknya Rasulullah Saw. Imam Jawad as tiba di Baghdad pada 28 Muharram 220 HQ.

Mu'tasim mengetahui bahwa Ummul Fadhl tidak begitu suka kepada Imam Jawad as. Karena beliau lebih memperhatikan ibu Imam ali an-Naqi as. Oleh karenanya, Ummul Fadhl senantiasa mengadukan beliau kepada Mu'tasim. Bahkan hal ini telah dilakukan berkali-kali di masa hidupnya Ma'mun, tapi tidak didengarkan olehnya. Ma'mun tahu benar mengganggu Imam Jawad as tidak maslahat bagi kekhalifahannya.

Pada akhirnya, Mu'tasim berhasil meyakinkan Ummul Fadhl untuk membunuh Imam Jawad as. Untuk itu ia mengirimkan racun kepada Ummul Fadhl agar dicampurkan ke dalam minuman beliau.

 

Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati Wafat

18 tahun yang lalu, tanggal 10 Mordad 1380 HS, Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati meninggal dunia.

Haj Mir Sayid Ahmad Rouzati Isfahani adalah ulama Tehran. Ayah beliau adalah almarhum Hujjatul Islam Haj Sayid Mohammad Baqer bin Allamah Ayatullah Agha Mirza Jalaluddin Rouzati bin Allamah Ayatullah Agha Sayid Mohammad Masih bin Allah Ayatullah al-Udzma Agha Sayid Mohammad Khonsari penulis buku terkenal Raudhah al-Jannat. Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati lahir pada 7 Rajab 1347 HQ di Isfahan dan setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau mulai belajar ilmu-ilmu agama.

Pelajaran pendahuluan dan menengah hauzah dipelajarinya di kota Isfahan dan kemudian beliau pindah ke Qom dan belajar buku al-Kifayah kepada Ayatullah al-Udzma Marashi Najafi dan Ayatullah Haj Sheikh Morteza Hairi. Sementara kuliah tingkat mujtahidnya dipelajari kepada Ayatullah Khonsari dan Hojjat. Di sela-sela kuliah tingkat mujtahid itu, Ayatullah Rouzati juga belajar syarah at-Tajrid dan syarah Syawariq karangan Lahiji kepada Ayatullah al-Udzma Ahmad Khonsari.

Ayatullah Rouzati belajar fiqih tingkat mujtahid dan sebagian ilmu ushul fiqih kepada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan menulis kuliah beliau, khususnya masalah "Libas Masykuk" atau pakaian yang diragukan dalam sebuah risalah tersendiri dengan nama "al-Sabil al-Masluk fi al-Libas al-Masykuk".

Setelah belajar selama 10 tahun di Qom, beliau kembali ke kota Isfahan dan mulai mengajar buku seperti al-Ma'lim dan syarah al-Lum'ah di madrasah Sadr dan memberikan kuliah tafsir bagi para profesional.

 

Fahd Abdul Aziz Meninggal Dunia

14 tahun yang lalu, tanggal 1 Augustus tahun 2005, Fahd bin Abdul Aziz, Raja Arab Saudi meninggal dunia setelah beberapa tahun menderita penyakit akut.

Fahd lahir di Riyadh, pada tahun 1921. Tahun 1967, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan delapan tahun kemudian dinobatkan sebagai putra mahkota. Dengan meninggalnya Raja Khalid bin Abdul Aziz tahun 1982, Fahd naik takhta sebagai raja kelima dari dinasti keluarga Saud. Masa kepemimpinan Raja Fahd diwarnai dengan hubungan yang kian mesra antara Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Ketika perang Irak terhadap Iran meletus dekade 1980-an, Fahd menjadi salah satu pendukung utama dan donatur bagi Saddam. Hubungan Irak dan Arab Saudi merenggang setelah Saddam mengerahkan pasukannya untuk menginvasi Kuwait tahun 1990. Sejak tahun 1995, setelah mengalami serangan jantung, secara praktis Raja Fahd menyerahkan kendali pemerintahan kepada saudaranya, Emir Abdullah yang saat itu duduk sebagai putra mahkota. Dengan kematian Fahd, kekuasaan di negara itu jatuh ke tangan Abdullah.