Aug 16, 2019 14:30 Asia/Jakarta
  • 16 Agustus 2019
    16 Agustus 2019

Hari ini, Jumat 16 Agustus 2019 bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Mordad 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Pencurian Hajar Al-Aswad

1123 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 317 HQ Dinasti Qaramithah (Qarmatians) yang dipimpin oleh Abu Thahir Qarmati bersama pasukannya memasuki kota Mekah dan membunuh warga yang tinggal di sana.

Hajar al-Aswad

Banyak dari umat Islam yang dibunuh di Masjidul Haram dan dibuang ke sumur Zamzam. Mereka mengambil kain penutup Kabah dan membagi-baginya di antara mereka. Mereka juga merampas harta orang-orang yang melakukan ibadah haji dan menjarah rumah-rumah penduduk. Tidak cukup itu, mereka membobol pintu Ka’bah dan memboyong Hajar al-Aswad bersama mereka selama lebih dari 20 tahun.

Gubernur Baghdad dan Iran bersedia membayar 50 ribu dinar bila mereka ingin mengembalikan Hajar al-Aswad. Akhirnya, di masa Muti' Allah pada tahun 339 HQ lewat perintah Abaidullah Mahdi Ismaili, Hajar al-Aswad dikembalikan ke Mekah."

Soekarno dan Hatta Diculik

74 tahun yang lalu, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke sebuah desa di sebelah utara Karawang yang bernama Rengasdengklok, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 04.30 WIB. Pada waktu itu, Soekarno dan Hatta, tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda (Chairul Saleh dkk) yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang.

Pada tengah malam, mereka kemudian berangkat ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Yamamoto, dan malam harinya berkumpul di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Keesokan harinya, tepatnya pada 17 Agustus 1945, pernyataan proklamasi dikumandangkan.

Sayid Ali Khameni Terpilih Kembali Sebagai Presiden

34 tahun yang lalu, tanggal 25 Mordad 1364 HS, Sayid Ali Khamenei terpilih kembali sebagai Presiden Republik Islam Iran.

Pengukuhan Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Iran

Pasca meninggalnya Syahid Rajai dan Syahid Bahonar pada tanggal 8 Shahrivar 1360 HS, atas dasar usulan sejumlah anggota pusat partai Jomhouri Eslami dan setelah mendapat izin Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei menjadi kandidat presiden dari kalangan ulama dan lembaga-lembaga revolusi. Beliau terpilih dengan suara mayoritas dan menjadi presiden ketiga Iran.

Pada 25 Mordad 1364 HS untuk kedua kalinya atas perintah Imam beliau kembali menjadi kandidat presiden dan terpilih dengan suara mayoritas. Ayatullah Khamenei selama masa pemerintahannya melakukan pelbagai lawatan ke negara-negara seperti Suriah, Libya, Pakistan, India, Cina, Aljazair, Zimbabwe, Rumania, Korea Utara dan Amerika. Di Amerika beliau menyampaikan pidato bersejarah di sidang Majelis Umum PBB.

Akhirnya, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di tahun terakhir masa kepresidenannya dan pasca wafatnya Imam Khomeini ra, beliau dipilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan sebagai Pemimpin Besar Revolusi Iran hingga sekarang beliau bertanggung jawab menuntun masyarakat Islam.