Sep 03, 2019 10:34 Asia/Jakarta
  • 3 September 2019
    3 September 2019

Hari ini, Selasa 3 September 2019 bertepatan dengan 3 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Rasulullah Mengirim Surat Kepada Raja-Raja

1434 tahun yang lalu, tanggal 3 Muharam 7 HQ, Rasulullah Saw mulai mengirimkan sejumlah surat kepada raja-raja di berbagai penjuru dunia untuk mengajak mereka memeluk agama Islam.

Rasulullah Saw

Sejarawan mencatat, jumlah surat yang dikirim Rasulullah itu antara 12 hingga 26 surat, di antaranya dikirimkan kepada Raja Roma, Iran, Habasyah, Bahrain, dan Yaman.

Pengiriman surat ini menunjukkan bahwa cara penyebaran ajaran Islam adalah dengan menggunakan logika, penjelasan, dan argumentasi, bukan dengan pedang. Beberapa tahun setelah pengiriman surat tersebut, Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Qatar Merdeka

48 tahun yang lalu, tanggal 3 September 1971, Qatar meraih kemerdekaannya dari Inggris dan hari ini ditetapkan sebagai Hari Nasional Qatar.

Image Caption

Pada abad ke-19, Qatar berada di bawah kekuasaan Imperium Ottoman. Setelah melemahnya imperium besar tersebut, pada tahun 1882, Qatar jatuh ke tangan Inggris hingga tahun 1971.

Pada tahun itu pula, dibentuklah Uni Emirat Arab  dan Qatar bergabung di dalamnya. Namun, tak lama kemudian, yaitu  pada bulan September 1971, Qatar keluar dari Uni Emirat Arab dan mengumumkan kemerdekaannya.

Qatar berbentuk kerajaan dan merupakan negara penghasil gas alam terbesar ketiga di dunia.

Profesor Mahmoud Hesabi Meninggal Dunia

27 tahun yang lalu, tanggal 12 Shahrivar 1371 HS, Profesor Hesabi meninggal dunia di usia 90 tahun dan dikuburkan di kota Tafresh.

Dr Mahmoud Hesabi, putra Abbas Hesabi "Mo'ez al-Sultaneh", lahir di Teheran, 1281 Hs. Pendidikan dasarnya di sekolah Perancis di Beirut bernama "Ferrer", dan lulus sekolah menengah di American College of Beyrut, dan mengambil sarjana mudanya dari sana. Dr Hesabi dikenal sebagai listrik insinyur di Paris Electric High School dan mendapat gelar Ph.D. di bidang Fisika dari Universitas Sorbonne, Perancis. Ia beberapa kali melakukan perjalanan ke Perancis, Inggris dan Amerika.حسابی

Profesor Hesabi

Karya Dr Hesabi adalah: Sensitiveness of photoelectric cells (dalam bahasa Perancis), Our way (dalam bahasa Perancis), Iranian Names (dalam bahasa Persia), "Physical Eyes" untuk siswa fisika, dan beberapa esai tentang Inggris, Perancis dan Amerika di majalah fisika, tentang struktur elemen dasar dari atom.

Ia adalah anggota dari Dewan Lembaga Atom Chicago. Ia belajar Quran dari ibunya sebelum usia 7 dan kemudian buku puisi Hafez dan Gulistan dan Bustan milik Sa'di.

Dia adalah seorang mahasiswa yang sukses. Selama belajar nya di universitas ia mendapat 8 derajat (BA, MA, dan Ph.D.) literatur, insinyur sipil, kedokteran, matematika, astronomi, biologi, insinyur listrik, insinyur tambang dan fisika Ph.D. dengan tingkat pertama, hanya selama tujuh tahun.