Lintasan Sejarah 16 September 2019
-
16 September 2019
Hari ini, Senin 16 September 2019 bertepatan dengan 16 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Penyusunan Kalender Islam di Masa Khalifah Umar bin Khattab
1425 tahun yang lalu, tanggal 16 Muharam 16 HQ, dilakukan penyusunan kalender Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab.
Di masa kekhalifahan kedua, sebagian gubernur dan pemikir Madinah memandang penting penanggalan, khususnya bagi Muslimin dan menyampaikan masalah kepada Khalifah Umar bin Khattab. Umar yang baru berkuasa dua setengah tahun memutuskan untuk menyusun penanggalan khusus. Untuk itu, pada 16 Muharam 16 HQ, ia mengumpulkan para pemikir dari Muhajirin dan Anshar dan membicarakan mengenai penyusunan penanggalan Iran.
Imam Ali as ikut hadir dalam pertemuan itu dan mengusulkan penanggalan Islam dimulai dari hijrah Nabi Muhammad Saw dari Madinah ke Mekah. Karena peristiwa terbilang sangat penting dalam Islam. Selain pendapat Imam Ali as ini, sebagian yang hadir mengusulkan awal penanggalan Islam dimulai dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, ada yang mengusulkan sejak pengutusan beliau menjadi nabi dan yang lain tanggal meninggalnya Rasulullah Saw. Begitu juga ada yang mengusulkan untuk memakai penanggalan Roma (Masehi), sementara yang lain ingin memakai penanggalan Persia kuno.
Mendengar beragam pendapat yang ada, Umar bin Khattab menilai usulan Imam Ali as sebagai yang terbaik dan itu yang diakui. Setelah itu, hijrah Rasulullah Saw dijadikan awal penanggalan Islam.
Setelah disepakati bahwa penanggalan Islam dimulai dari hijrah Rasulullah Saw, pembahasan selanjutnya menjawab pertanyaan bahwa awal tahun hijriah ini dimulai dengan bulan apa. Sekaitan dengan masalah ini juga banyak pendapat yang telah disampaikan. Ada yang menyebut Ramadhan, karena pentingnya bulan ini. Ada yang melihat Dzulhijjah sebagai awal dikarenakan pentingnya haji dan ada juga yang mengusulkan bulan Rajab. Karena bulan Rajab memiliki tempat khusus bagi Arab Jahiliah. Utsman bin Affan mengusulkan agar menjadikan bulan Muharam sebagai bulan pertama tahun Islam. Menurutnya, Muharam merupakan awal dari bulan-bulan haram.
Umar menerima usulan Utsman dan memerintahkan agar Muharam menjadi bulan pertama tahun hijriah.
Allamah Sayid Murtadha Askari Wafat
12 tahun yang lalu, tanggal 25 Shahrivar 1386 HS, Allamah Sayid Murtadha Askari meninggal dunia dalam usia 98 tahun di rumah sakit Milad, Tehran.
Allamah Sayid Murtadha Askari lahir di kota Samarra pada 1293 HS dan berasal dari keluarga ulama. Ayahnya Ayatullah Sayid Mohammad Hosseini yang dikenal dengan sebutan Syeikh al-Islam merupakan anak dari Ayatullah Sayid Ismail Syeikh al-Islam dan menantu Ayatullah Mir Muhammad Syarif Askari Tehrani yang dikenal dengan sebutan Khatimah al-Muhadditsin.
Sejak berusia 10 tahun Allamah Askari telah memasuki hauzah ilmiah dan mempelajari tingkat awal dan menengah di kota kelahirannya. Pada 1310 HS di masa Marjaiyah Ayatullah al-Udzma Hairi Yazdi di Qom, beliau pergi ke kota Qom dan mempelajari pelajaran tingkat menengah hauzah kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Sheikh Mohammad Hossein Shariatmadari Saveji dan Ayatullah Sayid Shihab ad-Din Marashi Najafi di bidang. Kepada mereka Allamah Askari belajar fiqih dan ushul fiqih, dimana beliau berhasil menyelesaikan buku Lum'ah, Qawanin, Rasail dan Makasib.
Setelah itu Allamah Askari kembali ke kota Samarra dan melanjutkan buku Kifayah al-Ushul, kemudian fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid di kota itu. Beliau belajar kepada Ayatullah Agha Mirza Habibollah Ishtihardi dan Ayatullah Sayid Mohammad Reza Shoushtari.
Allamah Sayid Murtadha Askari memiliki metode baru dalam melakukan penelitian atas pelbagai masalah Islam atau dapat dikata pada dasarnya metode yang dilakukann beliau merupakan cara baru dalam menjelaskan Syiah dan membelanya. Contoh pertama penelitian beliau adalah buku Abdullah bin Saba wa Asathir Ukhra yang diterbitkan pada 1375 HQ. Buku ini dikenal luas di dunia Islam dan sangat berpengaruh. Di majalah al-Azhar terdapat dua artikel yang mengritisinya. Buku ini berlanjut hingga jilid keempat.
Setelah buku itu beliau menulis Khamsuuna wa Miah Shahabi Mukhtaliq (150 Sahabat Palsu) dalam tiga jilid, Maalim al-Madrasatain dalam 3 jilid dan al-Quran wa Riwayaat Madrasatain dalam 3 jilid. Akhirnya, dari risalah-risalah kecil beliau dikumpulkan dalam sebuah buku berjudul Bar Gostareh Kitab va Sunnah. Buku-buku beliau kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa dunia seperti Persia, Inggris, Turki, Urdu, Italia, Rusia dan lain-lain.
Kota Warsawa Dikepung Tentara Jerman
80 tahun yang lalu, tanggal 16 September 1939, kota Warsawa, Polandia dikepung oleh tentara Jerman pada bulan pertama Perang Dunia Kedua.
Serangan tentara Nazi Jerman ke Polandia itu telah dimulai 15 hari sebelumnya. Meskipun Polandia diserang dari dua arah oleh Jerman dan Soviet, tetapi, rakyat Polandia berjuang sekuat tenaga mempertahankan kota Warsawa.
Namun, akhirnya setelah 11 hari bertempur, pada tanggal 28 September, kota ini jatuh ke tangan Jerman. Berdasarkan nota kesepakatan antara Jerman dan Soviet yang ditandatangani sebelum penyerangan itu, Polandia dibagi dua oleh kedua negara itu.