Sep 21, 2019 06:34 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 21 September 2019

Hari ini, Sabtu 21 September 2019 bertepatan dengan 21 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Allamah Hilli

Allamah Hilli Meninggal Dunia

715 tahun yang lalu, tanggal 21 Muharam 726 HQ, Allamah Hilli, faqih dan ulama besar Islam meninggal dunia.

Allamah Hilli lahir di kota Hillah Irak dari seorang ayah yang juga ulama besar Islam bernama Sadiduddin Ali. Allamah Hilli sejak masa kanak-kanak sudah menunjukkan bakat yang tinggi dalam bidang keilmuan, dengan menimba ilmu al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri. Setelah itu beliau berguru kepada ulama besar di zaman itu di antaranya Khajah Nasiruddin Thusi. Kecerdasan dan keuletan membuat beliau dengan cepat mencapai tingkat mujtahid.

Syahid Ayatullah Murtadha Muthahhari mengenai Allamah Hilli mengatakan, "Allamah Hilli adalah salah satu keajaiban sejarah. Dalam ilmu fiqh, teologi, logika, filsafat, bahkan ilmu rijal, beliau meninggalkan karya penulisan yang jumlah mencapai sekitar seratus karya. Masing-masing dari karya yang ia tulis cukup membuktikan kedalaman ilmunya."

Selain menulis, Allamah Hilli juga berhasil mencetak banyak ulama. Di antara buku karyanya yang terkenal adalah Tadzkirah al-Fuqaha yang  mengulas tentang berbagai pendapat mazhab-mazhab Islam, Nahjul Iman dalam berbagai tafsir al-Quran dan Muntahal Mathalib tentang tata cara  beribadah.

 

Topan Landa New England

81 tahun yang lalu, tanggal 21 September 1938, tanpa diawali peringatan, topan menghempas Long Island dan sebelah selatan New England dengan kekuatan sangat besar. Akibatnya, 600 orang meninggal dan kota-kota di sekitarnya hancur.

Angin ribut yang juga dikenal dengan nama Long Island Express ini merupakan yang paling berbahaya di abad ke-20.

Telah lewat satu abad sejak New England dilanda topan besar, beberapa orang memercayai bahwa peristiwa tersebut dapat berulang. Jarang sekali topan berlangsung lama setelah memasuki perairan dingin di Atlantik Utara, namun lain halnya dengan yang terjadi pada 1938 tersebut. Angin tetap bergerak ke utara dengan kecepatan yang tidak biasa (60 mil per jam). Peringatan bagi penduduk juga sulit dilakukan karena keterbatasan peralatan. Akhirnya pada pukul 14.30 waktu setempat, topan dengan kekuatan penuh menghempas daratan. Ombak setinggi 12 meter menelan rumah-rumah di pesisir.

Kecepatan angin melampaui 100 mil per jam. Pada pukul 16.00, angin melalui Long Island dan mencapai Connecticut. Kecepatan angin bertambah lagi hingga melampaui 120 mil per jam ketika melalui Rhode Island dan terus bertambah saat melintasi Massachusetts sehingga mengakibatkan banjir besar. Blue Hill Observatory di Milton, sebelah selatan Boston, berhasil merekam kecepatan angin tersebut dan hasilnya sangat luar biasa karena hembusan terbesarnya mencapai kecepatan 186 mil per jam.

Kekuatannya berkurang ketika melalui New England utara, namun masih dapat menimbulkan kerusakan besar saat mencapai Kanada pukul 23.00. Hembusan angin topan itu berakhir di Kanada setelah menimbulkan bencana yang sangat besar.

 

Helikopter AS Serang Kapal Iran Ajr

34 tahun yang lalu, tanggal 30 Shahrivar 1364 HS, helikopter Amerika menyerang kapal barang Iran.

Tibanya pasukan militer Amerika di Teluk Persia bertujuan untuk membalikkan fakta bahwa Iran sebagai negara agresor dan juga ingin meratifikasi resolusi yang lebih keras terhadap Iran. Resolusi ini termasuk memberi sanksi terhadap setiap negara yang tidak mau melaksanakan isi resolusi 598 Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, Iran berusaha membalas aksi-aksi Irak lewat jalur diplomatik untuk mengubah beberapa butir resolusi 598. Dengan demikian, agresi Irak yang semakin intens ini dapat dimaknai dalam kebijakan negara ini dan Amerika.

Oleh karenanya, pemerintah Amerika berusaha mencari alasan untuk mengenalkan Iran kepada dunia sebagai negara agresor. Untuk itu, setelah AS dalam beberapa hari mengontrol dan mengidentifikasi, kemudian mereka menyerang kapal Iran Ajr.

Pada 30 Shahrivar 1364, kapal logistik Iran yang diberi nama Iran Ajr, milik Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran yang tengah bergerak di laut internasional dari Bandar Abbas, Bushehr, tiba-tiba diserang oleh dua helikopter Amerika. AS menuduh kapal Iran Ajr tengah memasang ranjau laut dan tanpa memberi peringatan, dua helikopter AS langsung menyerang kapal Iran Ajr.Akibat serangan itu, 4 anak buah kapal gugur syahid dan empat orang lainnya cedera. Sedangkan sepuluh kelasi yang berada di atas kapal dipindahkan ke kapal komando Amerika yang berada di kawasan.

Pasca peristiwa itu, duta besar Amerika di PBB mengumumkan bahwa dikarenakan kapal itu tengah berusaha menanam ranjau laut dan sesuai dengan aturan internasional, maka aksi itu harus dicegah. Beberapa hari setelahnya, Senat Amerika mendukung aksi Angkatan Laut AS dan meratifikasi undang-undang yang memberi hak angkatan laut negaranya menenggelamkan setiap kapal Iran yang berusaha mencegah lewatnya kapal-kapal Amerika. Seluruh langkah yang dilakukan ini untuk menekan Iran menerima resolusi 598 DK-PBB dan mengisolasi Iran. Tapi upaya ini juga mengalami kegagalan.