Lintasan Sejarah 6 Oktober 2019
Hari ini, Minggu 6 Oktober 2019 bertepatan dengan 7 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Imam Musa Al-Kazhim Lahir
1313 tahun yang lalu, tanggal 7 Shafar 128 HQ, Imam Musa al-Kazhim, salah seorang keturunan Rasulullah Saw terlahir ke dunia.
Imam Musa al-Kazhim lahir dan dibesarkan di bawah kasih sayang ayahnya yang mulia, yaitu Imam Jakfar as-Shadiq as. Pada usianya yang ke-35 tahun, ayahandanya menggapai kesyahidan, dan Imam Musa menggantikan posisi Imam Jakfar sebagai imam atau pemimpin umat Islam. Imam al-Kazhim terlahir saat kekuasaan Bani Umayah atas kaum Muslimin tengah mengalami keruntuhan untuk kemudian digantikan oleh Khilafah Bani Abbasiah.
Selama hidupnya, beliau sempat menyaksikan lima khalifah Abbasiah yang datang silih berganti memegang tampuk kekuasaan. Kelimanya tercatat dalam sejarah sebagai diktator dan penumpas kelompok Ahlul Bait. Imam Musa sendiri gugur pada usia 55 tahun di tangan Khalifah Harun al-Rasyid.
Selama hidupnya, Imam Musa as dikenal sebagai seorang pemimpin umat yang memiliki banyak kelebihan. Ia adalah seorang yang berilmu tinggi dengan jumlah murid yang sangat banyak. Imam al-Kazhim juga dikenal dengan kedermawanan dan sifat pemaafnya. Dengan segera, keistimewaan imam ketujuh dalam mazhab Ahlul Bait ini menarik perhatian umat Islam yang berada di bawah represi Khilafah Abbasiah. Situasi ini sangat mengundang kekhawatiran elite politik Bani Abbasiah. Untuk itu, Imam Musa kemudian dipenjarakan dengan tuduhan membahayakan keamanan negara. Di penjara itulah Imam diracun dan menggapai kesyahidan. Berikut ini adalah salah satu ucapan Imam Musa yang terkenal.
"Amal terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah mengerjakan shalat, berbuat baik kepada orang tua, serta meninggalkan sifat hasud dan takabur".
Sidang Pertama Majlis Shura Melli Iran Pasca Kemenangan Revolusi Konstitusi
113 tahun yang lalu, tanggal 14 Mehr 1285 HS, Majlis Shura Melli Iran melakukan sidang pertamanya pasca kemenangan Revolusi Konstitusi.
Menyusul semakin meluasnya Revolusi Konstitusi Iran dan perintah Mozaffaruddin Shah Qajar untuk menerapkan tuntutan Revolusi Konstitusi, telah dilakukan pemilihan anggota Majlis Shura Melli atau Parlemen Iran. Secara keseluruhan terpilih 200 anggota legislatif yang akan bekerja selama dua tahun di posisi ini.
Poin penting dari perintah Mozaffaruddin Shah yang dikeluarkan akibat tekanan rakyat dan semakin memuncaknya tuntutan untuk melakukan Revolusi Konstitusi membuatnya terpaksa dalam perintah tulisan tangan pertamanya menjanjikan pembentukan Majlis Shura Melli. Tapi dalam tulisan tangan kedua, ia terpaksa memerintahkan pembentukan Majlis Shura Melli. Hal ini menunjukkan penegasan rakyat dan para tokoh Revolusi Konstitusi yang menginginkan syariat Islam diterapkan di negara ini. Sayangnya, sebagian kaki tangan istana dan mereka yang tertipu oleh Barat perlahan-lahan mulai menyimpangkan gerakan ini.
Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah, pemilu legislatif ini bersifat golongan. Kalangan keturunan raja, bangsawan, tokoh, pedagang dan ulama memilih sendiri wakilnya. Akhirnya, pada 14 Mehr 1285 HS, sidang pertama Majlis Shura Melli dilakukan dengan dihadiri para anggota Majlis, ulama, para pangeran, para menteri, duta besar dan pejabat pemerintah di istana Golestan.
Pada sidang pertama ini, Shah yang cacat dan sakit tetap dibawa menghadiri acara itu. Shah yang tengah menjalani hari-hari terakhir dari kehidupannya dengan suara yang lemah dan bergetar mengatakan, “Sejak 10 tahun lalu saya berharap dapat menyaksikan hari seperti ini. Alhamdulillah saya telah sampai kepada harapanku.”
Setelah itu pemilihan internal dilakukan dan Majlis Shura Melli memulai kerjanya. Periode pertama Majlis ini dibentuk sebuah tim untuk menyusun UUD yang dibuat dalam 51 Bab yang kemudian diratifikasi oleh para anggota Majlis dan disahkan oleh Shah. UUD itu diberinama Nezamnameh Siyasi.
Sejatinya, Majlis Shura Melli periode pertama merupakan parlemen revolusioner. Karena mereka sangat memperhatikan terciptanya prinsip-prinsip keadilan, menghalangi pengaruh istana dan para pelaku penindasan.
Presiden Mesir Anwar Sadat Tewas
38 tahun yang lalu, tanggal 6 Oktober 1981, Presiden Mesir Anwar Sadat tewas di tangan sejumlah perwira militer yang tergabung ke dalam Kelompok Islam al-Jihad.
Sadat menjadi korban pembunuhan karena ia dituduh sebagai pengkhianat Islam dan dunia Arab setelah menandatangani perjanjian memalukan Camp David. Akibat perjanjian perdamaian dengan rezim perampok Israel itu, negara Mesir diasingkan dari lingkungan negara-negara Arab.
Pelaku pembunuhan Sadat sendiri adalah Khalid Islambuli, seorang perwira militer yang melakukan penembakan terhadap Sadat saat ia melakukan parade militer. Akan tetapi, selepas itu, lebih dari 3.000 orang ditangkap karena dianggap terlibat dalam peristiwa itu. Adapun Islambuli sendiri berikut sejumlah perwira lainnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Mesir.