Lintasan Sejarah 11 Oktober 2019
Hari ini, Jumat 11 Oktober 2019 bertepatan dengan 12 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Peristiwa Hakamain di Perang Shiffin
1403 tahun yang lalu, tanggal 12 Shafar 38 HQ pagi hari, pasukan Imam Ali as telah siap untuk berperang, tapi Amr bin Ash melakukan tipuan dan memerintahkan pasukan Muawiyah meletakkan al-Quran di atas tombaknya.
Mereka yang melakukan ini berada di barisan terdepan dan di barisan belakang mereka meletakkan apa saja di ujung tombaknya. Mereka berteriak “Laa Hukma Illaa Lillah!” yang berarti tidak ada hukum selain hukum Allah.
Orang-orang Munafik seperti Asy’ats bin Qais di pihak Imam Ali as berusaha melemahkan semangat perang pasukan Imam Ali as dengan mengajak orang-orang untuk melakukan Hakamain (arbitrase). Sementara Imam Ali as sendiri telah memperingatkan bahwa yang dilakukan musuh itu hanya tipu muslihat. Beliau mengatakan dirinya sebagai Kalam Allah yang berbicara. Tapi ucapan beliau tidak mampu mengubah kondisi yang ada. Akhirnya, setiap pasukan menentukan dua orang juri untuk memilih seorang yang harus disepakati dari kedua pihak.
Muawiyah memilih Amr bin Ash. Sementara Imam Ali as berkata, “Bila kita terpaksa melakukan ini, maka Abdullah bin Abbas yang harus kita pilih dan kalau tidak maka Malik al-Asytar an-Nakha’i.”
Asy’ats dan sejumlah penghapal al-Quran, yang nantinya menjadi anggota Khawarij tidak setuju dengan pilihan Imam Ali as dan mengatakan, “Yang harus kita pilih hanya Abdullah bin Qais, yakni Abu Musa al-Asy’ari.”
Kelicikan orang-orang Munafik berhasil menjadikan Abu Musa sebagai wakil. Abu Musa dan Amr bin Ash berbicara di Daumah al-Jandal, sebuah benteng yang terletak antara Madinah dan Syam. Keduanya punya permusuhan dengan Bani Hasyim, khususnya terhadap Imam Ali as. Dengan tipu daya Amr bin Ash berhasil melengserkan Imam Ali as dari khilafah lahiriah. Abu Musa termasuk Munafikin yang pada malam Aqabah, pasca peristiwa Ghadir Khum ingin membunuh Nabi Muhammad Saw.
Wartawan Iran Lakukan Aksi Mogok Protes Sensor Rezim Shah
41 tahun yang lalu, tanggal 19 Mehr 1357 HS, wartawan Iran melakukan aksi mogok memrotes sensor yang dilakukan rezim Shah Pahlevi.
Bersamaan dengan memuncaknya aksi mogok yang dilakukan pegawai pemerintah menentang rezim Pahlevi, para wartawan koran pagi dan sore Tehran pada 19 Mehr 1357 memulai aksi mogok mereka.
Para pelaku aksi mogok menuntut pembatalan langkah pemerintah yang menyensor media negara ini. Menyusul aksi mogok itu dan tidak terbitnya koran pagi dan sore Tehran, pemerintahan sementara mengeluarkan pengumuman yang isinya menjamin hak izin penerbitan dan pembatalan sensor media berdasarkan UUD.
Aksi mogok insan press Iran memrotes sensor yang dilakukan pemerintah dilakukan dalam kondisi dua hari sebelumnya, 17 Mehr 1357, para buruh pabrik Zob Ahan Isfahan bergabung dengan para demonstran lainnya menentang rezim Pahlevi.
KGB Dibubarkan
28 tahun yang lalu, tanggal 11 Oktober 1991, aktivitas agen rahasia Soviet atau KGB, dihentikan tak lama sebelum keruntuhan Uni Soviet.
KGB didirikan pada tahun 1954 dengan tujuan untuk menghadapi gerakan-gerakan yang ingin menggulingkan pemerintahan komunis di Soviet. KGB juga bertanggung jawab untuk melakukan represi terhadap para penentang Partai Komunis, kegiatan mata-mata, dan anti mata-mata di dalam dan luar Soviet.
Secara bertahap, akhirnya KGB menjadi sebuah lembaga yang sangat kuat pengaruhnya dalam pemerintahan Soviet. Setelah dibubarkannya KGB, tugas-tugasnya dilakukan oleh dua lembaga Rusia, yaitu Dinas Informasi Federal dan Dinas Informasi Luar Negeri.