Lintasan Sejarah 14 Oktober 2019
-
14 Oktober 2019
Hari ini, Senin 14 Oktober 2019 bertepatan dengan 15 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abul Fadhl Bal’ami Meninggal Dunia
1112 tahun yang lalu, tanggal 15 Shafar 329 HQ, Abul Fadhl Bal’ami, sejarawan muslim terkenal asal Iran meninggal dunia.
Bal’ami sebenarnya lahir di Bukhara, Uzbekistan. Akan tetapi, karena keluarganya berasal dari sebuah kawasan di Asia kecil bernama Bal'am, ia lebih dikenal sebagai orang Bal’am.
Bal’ami mengabdikan diri di dunia keilmuan pada zaman pemerintahan Samani. Kitab sejarah terkenal "Tarikh Thabari", disebut-sebut sebagai buku yang ditulis dengan menyandarkan sumber utama literaturnya kepada buku-buku karya Bal’ami, termasuk kitab "Tarikh Bal’ami" yang ditulis dalam bahasa Persia.
Luther King Memperoleh Hadiah Nobel
55 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1964, Dr. Martin Luther King, seorang pemimpin gerakan pembelaan hak asasi kaum kulit hitam Amerika, meraih hadiah Nobel atas perjuangannya yang tak kenal lelah dalam menghapuskan rasialisme di Amerika.
Martin Luther King adalah orang termuda yang pernah menerima nobel, yaitu di usia 35 tahun.Ia dilahirkan pada tahun 1929 di Atlanta dan memiliki gelar doktor di bidang teologi.
Pada tahun 1963, ia memimpin sebuah demonstrasi besar di kota Washington dan di sana ia menyampaikan pidato legendarisnya yang berjudul "IHave a Dream". Dalam pidato itu, ia menyampaikan harapan dan impiannya, bahwa kelak warga AS, baik kulit hitam maupun putih duduk berdampingan dan tidak ada lagi rasialisme.
Pada tahun 1964, gerakan pembelaan hak asasi yang dipimpin Luther King meraih dua keberhasilan. Pertama, diratifikasinya "Amandemen ke-24" yang berisi dihapuskannya pajak untuk mendapatkan hak memilih. Kedua, disahkannya "Akta Hak-Hak Sipil 1964", yang berisi larangan diskriminasi ras dalam pekerjaan dan pendidikan serta larangan pemisahan rasial di fasilitas publik.
Pada tahun itu pula, Martin Luther King meraih hadiah Nobel dan menyumbangkan haidah uang yang diperolehnya, yaitu sebesar 54.600 dolar kepada gerakan pembelaan hak warga sipil.
Wafatnya Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri
24 tahun yang lalu, tanggal 22 Mehr 1374 HS, Ayatullah Mohseni Malayeri, seorang ulama ahli ibadah dan zuhud meninggal dunia.
Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri merupakan tokoh ulama yang cukup terkenal dan disegani di Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Mohseni Malayeri dilahirkan di kota Najaf dari keluarga ulama. Sejak kecil Ayatullah Mohseni Malayeri bersama keluarganya pindah ke kota Malayer.
Setelah menyelesaikan tingkat pertama pelajaran hauzah, Ayatullah Malayeri kemudian melanjutkan pendidikannya di Hauzah Mashad. Bersamaan dengan didirikannya Hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah Mohseni Malayeri pindah ke kota ini dan belajar kepada pendiri Hauzah Qom, Ayatullah Sheikh Abdulkarim Hairi Yazdi dan setelah itu berguru pada Ayatullah al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi hingga mencapai derajat ijtihad.
Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, Ayatullah Mohseni Malayeri kemudia kembali ke kotanya Malayer. Sekembalinya ke kampung halamannya, Ayatullah Malayeri kemudia mendirikan hauzah ilmiah, Huseiniah, perpustakaan dan masjid. Sebagai ulama besar, sehari-harinya beliau mendarmabaktikan umurnya dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.