Lintasan Sejarah 9 November 2019
Hari ini, Sabtu, 9 November 2019 bertepatan dengan 11 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.
Ayatullah Sayid Hasan Sadr Gugur Syahid
87 tahun yang lalu, tanggal 11 Rabiul Awal 1354 HQ, Ayatullah Sayid Hasan Sadr, seorang ulama terkemuka Islam, meninggal dunia.
Ayatullah Sayid Hasan Sadr berhasil mencapai derajat mujtahid pada usia muda dan masuk ke jajaran ulama terkemuka di hauzah ilmiah Najaf pada masa itu.
Ayatullah Hasan Sadr yang terkenal pula dengan nama Shadruddin ini memiliki ilmu yang luas di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, hikmah, hadis, dan lain-lain. Beliau banyak meinggalkan karya-karya penulisan di antaranya berjudul "Ta'sisu-Syiah al-Kiram lifunuunil Islam" dan "Tahsiilul Furu' ad-Diiniiyah fi Fiqhil Imaamiyah."
Kesepakatan Iran-Irak Melakukan Pertukaran Tawanan
31 tahun yang lalu, tanggal 18 Aban 1367 HS, Iran dan Irak menyepakati pertukaran tawanan perang.
Belum tiga bulan dari berakhirnya perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran dan dimulainya perundingan damai kedua pihak, untuk pertama kalinya kedua negara berhasil mencapai kemajuan dalam perundingan damai. Bahkan kedua pihak pada 18 Aban 1367 (9 November 1988) menyepakati pertukaran tawanan perang.
Menteri Luar Negeri Irak dalam perundingan ini menyetujui pembebasan tawanan yang cacat dan terluka dan menyatakan bahwa negaranya siap mengembalikan seluruh tawanan yang sakit dan cedera kepada Iran.
Akhirnya, setelah diumumkannya nama-nama tawanan yang sakit dan cacat dari kedua pihak oleh Palang Merah Internasional, pertukaran tawanan dimulai sejak hari pertama bulan Azar 1367 (22 November 1988) dan selesai tiga pekan setelahnya.
Tembok Berlin Diruntuhkan
30 tahun yang lalu, tanggal 9 November 1989, Tembok Berlin, setelah 28 tahun membagi kota ini menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur, diruntuhkan.
Setelah Perang Dunia Kedua, bagian timur Jerman dikuasai oleh Soviet dan bagian baratnya dikuasai oleh Amerika, Inggris, dan Perancis. Pada tahun 1961, meningkatnya ketidaktentraman dan pelarian penduduk Jerman Timur ke Jerman Barat, membuat pemerintah Jerman Timur dan Jerman Barat khawatir. Mereka kemudian membangun Tembok Berlin dan secara bertahap, tembok ini menjadi simbol pemisahan Jerman.
Namun, runtuhnya Uni Soviet yang juga mempengaruhi perkembangan di Jerman Timur, membuat rakyat kedua belah kota Berlin bersatu untuk menghancurkan tembok itu pada tahun 1989. Jerman kini menjadi sebuah negara yang bersatu.