Lintasan Sejarah 13 Februari 2020
English Declaration of Rights Disepakati
331 tahun yang lalu, tanggal 13 Februari tahun 1689, dalam upacara pengangkatan Raja William III dan Ratu Mary di Inggris, Parlemen Inggris membacakan Deklarasi Hak-Hak Inggris.
Raja William III dan Ratu Mary dalam sumpah pengangkatan mereka menyatakan menerima dan akan mematuhi isi deklarasi tersebut. Deklarasi Hak-Hak Inggris yang disusun oleh parlemen Inggris itu, mengakhiri masa pengkultusan raja Inggris.
Deklarasi ini dimaksudkan untuk mengontrol kekuasaan raja Inggris dan melarang raja untuk membubarkan parlemen atau membatalkan hukum yang telah ditetapkan parlemen sekehendak hatinya. Selain itu, hak raja untuk menarik pajak dari Parlemen juga dibatasi melalui deklarasi ini. Deklarasi Hak-Hak Inggris ini masih terus dijalankan hingga sekarang, sehingga Raja Inggris kini hanyalah berperan sebagai penguasa simbolik dan kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri.
Syeikh Murtadha Anshari Wafat
160 tahun yang lalu, tanggal 18 Jumadil Tsani 1281 HQ, Syeikh Murtadha Anshari, seorang ahli fikih, pemikir, dan ulama besar dunia Islam, meninggal dunia di Najaf, Irak dalam usia 67 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Imam Ali as.
Syeikh Murtadha Anshari dilahirkan pada 1214 Hq di kota Dezful di selatan Iran dan merupakan keturunan Jabir bin Abdullah al-Anshari, sahabat Rasulullah Saw. Beliau sejak berusia 18 tahun telah pergi ke Karbala untuk menuntur ilmu. Setelah itu beliau pergi ke Najaf al-Asyraf dan belajar kepada Syeikh Musa Kasyif al-Ghitha.
Syeikh Anshari sempat kembali ke Iran dan di Kashan belajar kepada Mulla Ahmad Naraqi. Pada usia 35 tahun, beliau pergi lagi ke Najaf dan mulai mengajar dan menulis di sana. Beliau berhasil mendidik ratusan murid mujtahid seperti Mirza Shirazi, Syeikh Ja’far Syustari, Mirza Rashti, Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Akhond Khorasani dan lain-lain.
Syaikh Anshari meninggalkan berbagai karya tulis, di antaranya “ar-Rasail” dan “al-Makasib al-Muharramah”.
Abbas Iqbal Ashtiani Meninggal
64 tahun yang lalu, tanggal 24 Bahman 1334 HS (13 Februari 1956), Abbas Iqbal Ashtiani, seorang peneliti, penulis, ahli bahasa, dan sejarawan kontemporer Iran, meninggal dunia.
Beliau dilahirkan pada tahun 1897 HS dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Iran, Ashtiani melanjutkan pendidikannya ke Perancis sampai tahun 1926, ia berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Sorbonne. Setelah kembali ke Iran, Ashtiani mengajar di universitas Teheran dan melakukan berbagai penelitian dan penulisan.
Di antara karya-karya Abbas Iqbal Ashtiani, adalah buku berjudul "Jasa Iran Bagi Peradaban Dunia" dan "Sejarah Iran Sejak Masa Lahirnya Islam Hingga Penguasaan Mongol."