Lintasan Sejarah 1 Agustus 2020
-
1 Agustus 2020
Hari ini, Sabtu 1 Agustus 2020 bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Mordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Perang Dunia 1 pecah
106 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus tahun 1914, pecah Perang Dunia 1 setelah Jerman secara resmi mengumumkan perang melawan Rusia.
Tiga hari setelah itu, Austria memaklumkan perang terhadap Serbia dengan alasan tewasnya putra mahkota negara itu di Sarajevo. Perang semakin meluas dengan masuknya Perancis dalam konflik melawan Jerman. Perang Dunia 1 melibatkan Jerman, Austria, dan Kesultanan Ottoman di satu pihak melawan pasukan sekutu yang terdiri atas Prancis, Inggris, Rusia dan Serbia.
Benih perang besar ini sudah sejak lama tumbuh. Beberapa dasawarsa sebelum perang meletus, negara-negara kuat di Eropa terlibat dalam perlombaan senjata dan bersaing dalam melebarkan wilayah kolonial. Di sisi lain, sentimen rasisme merebak dengan cepat di Eropa. Munculnya sejumlah perjanjian militer di kawasan semakin memanaskan suasana.
Jerman yang saat itu muncul sebagai kekuatan militer yang ditakuti menjadi pihak pertama yang menyulut perang paling besar sampai saat itu. Perang besar itu berakhir setelah Amerika Serikat bergabung dengan pasukan sekutu dan barisan pasukan ini semakin rapi dan teratur.
Tanggal 11 November 1918 Perang Dunia 1 berakhir dengan meninggalkan korban dalam jumlah fantastis, sembila juta tewas, 29 juta orang cacat dan lima juta lainnya hilang. Setelah perang, ditandatangani perjanjian damai Warsawa pada bulan Januari tahun 1919. Perjanjian Warsawa memuat banyak poin yang memberatkan Jerman sebagai pihak kalah perang dan memicu perang. Perjanjian ini dikemudian hari menjadi biang meletusnya Perang Dunia ll.
Wafatnya Mirza Jawad Maliki Tabrizi, Guru Besar Akhlak
97 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulhijjah 1344 HQ, Ayatullah Mirza Jawad Maliki Tabrizi, guru besar akhlak meninggal dunia dan dikuburkan di pekuburan Sheikhan di kota Qom.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi yang dikenal dengan Mirza Jawad Agha anak Mirza Syafi' adalah seorang arif sempurna dan ahli fiqih. Beliau dilahirkan di kota Tabriz, Iran.
Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pertama dan menengah, beliau kemudian pergi ke kota Najaf, Irak. Di sana Mirza Jawad Agha belajar pada guru-guru besar Hauzah Ilmiah Najaf seperti Agha Reza Hamedani, Akhond Khorasani, Muhaddits Nuri dan Akhond Hamedani.
Pada 1320 HQ, Mirza Jawad Maliki kembali ke Iran dan menetap di Tabriz. Pada puncak-puncaknya peristiwa Revolusi Konstitusi di Iran, beliau pindah ke kota Qom.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi disebut sebagai seorang ahli ibadah hakiki. Beliau banyak mendidikan murid-murid yang dikemudian hari menjadi ulama besar seperti Ayatollah Bahauddini, Sheikh Abbas Tehrani dan Imam Khomeini ra.
Beliau juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti "Asrar al-Shalah", "al-Muraqabaat", "A'mal al-Sanah", "Risalah Fiqih" dan "Risalah Liqa-u Allah".
Imam Khomeini Menjalani Tahanan Rumah Davoodieh
57 tahun yang lalu, tanggal 11 Mordad 1342 HS, Imam Khomeini ra menjalani tahanan rumah di daerah Davoodieh, Tehran
Penahanan Imam Khomeini ra dan penumpasan Kebangkitan 15 Khordad 1342 HS, Imam pada awal ditahan di Bashgah Afsaran, namun beberapa jam kemudian beliau dipindah ke Garnisun Qasr. Pada 4 Tir 1342 HS, kembali beliau dipindahkan ke pangkalan militer Eshrat Abad. Setelah berlalu beberapa waktu dan kondisi sudah lebih membaik, rezim Shah Pahlevi berusaha mencari jalan agar dapat meredam demonstrasi rakyat yang menuntut pembebasan Imam, tapi pada saat yang sama Imam tidak diperkenankan hadir di tengah-tengah rakyat. Untuk itu mereka memindahkan beliau dari penjara Eshrat Abad dan menahan beliau di sebuah daerah di bawah pengawasan SAVAK
Sesuai dengan keputusan ini, SAVAK kemudian mendatangi Imam Khomeini dan menyatakan pembebasannya dan meminta beliau untuk tidak ikut campur urusan politik. Tapi Imam menjawab dengan singkat permintaan itu. Beliau berkata, "Kami sejak awal tidak pernah ikut campur dengan politik yang kalian artikan sebagai kelicikan dan kebohongan." Akhirnya pada 11 Mordad 1342, setelah dipenjara selama 57 hari, Imam Khomeini ra dipindahkan di sebuah rumah di kawasan Davoodieh, Tehran.
Sekalipun pada awalnya maksud rezim Pahlevi dari langkah pemindahan ini untuk mengontrol lebih ketat Imam Khomeini di luar penjara, tapi setelah rakyat mengetahui hal ini tanpa takut mendatangi rumah tempat baru Imam yang dipersiapkan SAVAK. Sehari setelah pemindahan Imam ke Davoodieh, surat-surat kabar Iran oleh SAVAK diperintahkan untuk menyebutkan bahwa pemindahan Imam ini berkat kesepakatan antara beliau dan para pejabat keamanan. Tapi konspirasi ini dengan cepat terbongkar dengan pengumuman dan pernyataan yang dikeluarkan oleh para marji dan ulama.
Imam Khomeini ra berada rumah itu hingga bulan Farvardin tahun depannya dan itu berarti beliau menjadi tahanan rumah selama 8 bulan. Beliau akhirnya dibebaskan pada 18 Farvardin 1343 HS.