Lintasan Sejarah 7 Agustus 2020
Hari ini, Jumat 7 Agustus 2020 bertepatan dengan 17 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Mordad 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Muhibuddin Saraiy lahir
651 tahun yang lalu, tanggal 17 Dzulhijjah 790 HQ, Muhibuddin Saraiy, seorang ahli fiqih dan tafsir abad ke-8 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Kairo, Mesir.
Setelah menguasai berbagai ilmu, di antaranya sastra Arab, fiqih, ushul fiqih, hadis, dan logika, Muhibuddin Saraiy mengajar di sekolah-sekolah di Kairo.
Cendikiawan muslim ini menghabiskan usianya di bidang ilmu, baik dalam penelitian maupun pengajaran. Di antara karya penulisan yang ditinggalkan Muhibuddin Saraiy berjudul ‘an-Nihayah'.
Ayatullah Musawi Khui Meninggal Dunia
82 tahun yang lalu, tanggal 17 Mordad 1317 HS, Ayatullah al-Udzma Sayid Abul Qasim Musawi Khui, seorang ahli fiqih besar dan marji taklid kaum muslimin dunia, meninggal dunia pada usianya ke 96 tahun.
Sayid Khui dilahirkan di kota Khui di barat laut Iran. Pada usia muda, dia dikirim belajar ke Najaf Irak dan di sana beliau mempelajari ilmu-ilmu agama dan filsafat. Pada usia yang masih muda, beliau sudah mencapai derajat mujtahid. Beliau meninggalkan banyak karya tulis yang menjadi rujukan para ulama dan sekolah-sekolah Islam, di antaranya "al-Bayan fi Tafsiiril Quran", "Jawaahirul Ushul", "Mishbahul Faqahah", dan "Muntakhabul Rasail".
Ayatullah Khui selama periode marjaiyatnya, memiliki peran khusus dalam berbagai masalah penting dunia. Misalnya, dalam masalah Palestina, beliau mengeluarkan fatwa untuk membela Palestina dan membebaskan kota Quds.
Georgia menyerang Ossetia Selatan
12 tahun yang lalu, tanggal 7 Augustus 2008, pasukan tentara Georgia dengan dukungan dari Amerika menyerang ke kawasan Ossetia Selatan yang terletak di utara negara ini.
Dalam serangan ini ratusan warga sipil tewas atau luka-luka. Sehari kemudian, tentara Rusia yang memberi dukungan kepada milisi pendukung kemerdekaan Ossetia Selatan berhasil memukul mundur tentera Georgia. Menyusul kemudian Russia bersama para milisi berhasil menguasai pelabuhan penting Batumi dan mendekati Tiblisi, ibu kota negara ini.
Akhirnya Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy turun tangan sebagai mediator dan akhirnya Rusia pada 12 Agustus bersedia menarik tentaranya dari Georgia. Dalam hal ini Moskow mengakui secara resmi kemerdekaan dua kawasan Ossetia Selatan dan Abkhazia di Georgia.
Langkah Rusia terhadap Georgia dinilai sebagai peringatan Moskow kepada pemerintah-pemerintah barat khususnya Amerika terkait perluasan NATO ke Eropa Timur dan negara-negara bekas Uni Soviet.